Rumah Tangga Sepi Konflik

Rumah Tangga Sepi Konflik

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ustadz, saya mau bertanya. Selama 4 tahun lebih kami menikah, hanya ‘3’ kali kami pernah ribut. Apakah salah kehidupan keluarga saya? Apakah keluarga kami termasuk baik berhubung tidak ada ‘ribut’ seperti yang sering terjadi di keluarga lain?

Jazakumullah khairan katsiran atas nasihatnya.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Riri

Jakarta

Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ukhti Riri yang dirahmati Allah, konflik, sekecil apapun, pasti terjadi di dalam kehidupan rumah tangga. Buah dari berpadunya dua pribadi berbeda dengan rentang perbedaan yang bervariasi pada setiap keluarga. Di satu sisi, konflik yang muncul bisa menjadi sarana pendewasaan dan pendidikan jiwa yang efektif, asal tahu cara mengelola dan menyelesaikannya. Namun di sisi lain, ia bisa menjadi duri dalam daging pernikahan yang menghalangi munculnya perasaan sakinah, tenang, dan tentram yang menjadi salah satu tujuan pernikahan.

Mengenai keluarga yang sepi konflik, seperti rumah tangga Anda, ia bisa menjadi indikasi baik maupun buruk, tergantung kondisi yang melingkupinya. Ia adalah pertanda baik jika sepinya konflik adalah buah pemahaman akan karakter dan pribadi pasangan yang mendalam, kecenderungan untuk berkorban, mengalah dan menjaga perasaan pasangan, atau karena fokus kepada hal-hal yang besar hingga konflik yang ada terasa kecil, sepele, dan tidak untuk dibesar-besarkan. Masing-masing anggota keluarga bersikap dewasa untuk menikmati dan memanfaatkan konflik yang muncul demi kebaikan bersama.

Namun ia adalah pertanda buruk,  jika ketiadaan konflik karena kecenderungan untuk menghindari keributan dan membiarkannya mendingin tanpa penyelesaian. Membiarkan penyimpangan yang ada di rumah karena takut terluka atau melukai perasaan pasangan, tidak mau ribut, atau malah karena hilangnya ghirah keislaman. Ibarat bom waktu, sepinya konflik karena hal-hal ini akan menuai hasilnya suatu saat nanti.

Ketiadaan konflik yang disertai keistiqamahan di atas syariat, sikap saling mendukung dan menolong, perasaan nyaman dan saling percaya, serta lancarnya komunikasi kedua belah pihak, jelas sebuah anugerah luar biasa dalam kehidupan berumah tangga.

Ukhti Riri, saya berharap, apa yang terjadi dalam keluaraga Anda adalah anugerah itu, yang karenanya Anda layak bersyukur kepada Allah. Jangan membuat perbandingan dengan keluarga-keluarga yang lain sebab masing-masing keluarga unik dengan masalah mereka sendiri-sendiri. Lagi pula, meski sudah berjalan tanpa konflik yang berarti selama ini, bukan berarti tidak akan ada konflik di kemudian hari. Bagaimanapun, usia pernikahan yang baru 4 tahun, meski bisa menjadi modal kuat untuk menghadapi masalah yang datang, terlalu dini untuk mengambil kesimpulan akan nihilnya konflik suatu saat nanti. Maka, peliharalah yang ada dan tetap hati-hati dan waspada.

Saya ucapkan selamat menikmati kehidupan berkeluarga yang adem ayem. Semoga Allah memudahkan Anda dan suami mewujudkan sakinah dalam keluarga. Siapa tahu, keluarga Anda akan menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga lain yang mendamba sakinah, mawaddah, wa rahmah.

%d bloggers like this: