Bersin dan Menguap Saat Shalat

Bersin dan Menguap Saat Shalat

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Ustadz, saya mau tanya, apakah orang yang bersin dan menguap ketika shalat boleh mengucapkan alhamdulillah dan ta’awudz?

Syukran atas jawabannya.

Dari Abdullah di Semarang

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Syaikh Abdul Aziz bin Bazz menjelaskan dalam salah satu fatwanya bahwa, apabila seseorang bersin saat shalat, ia boleh mengucapkan alhamdulillah. Hanya saja kalau ada yang mendengar tidak boleh turut mendoakan dengan “yarhamukallah”.

Rasulullah bersabda,

عَنْمُعَاوِيَةَبْنِالْحَكَمِالسُّلَمِيِّقَالَصَلَّيْتُمَعَرَسُولِاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَفَعَطَسَرَجُلٌمِنْالْقَوْمِفَقُلْتُيَرْحَمُكَاللَّهُفَرَمَانِيالْقَوْمُبِأَبْصَارِهِمْفَقُلْتُوَاثُكْلَأُمِّيَاهُمَاشَأْنُكُمْتَنْظُرُونَإِلَيَّفَجَعَلُوايَضْرِبُونَبِأَيْدِيهِمْعَلَىأَفْخَاذِهِمْفَعَرَفْتُأَنَّهُمْيُصَمِّتُونِيفَقَالَعُثْمَانُفَلَمَّارَأَيْتُهُمْيُسَكِّتُونِيلَكِنِّيسَكَتُّقَالَفَلَمَّاصَلَّىرَسُولُاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَبِأَبِيوَأُمِّيمَاضَرَبَنِيوَلَاكَهَرَنِيوَلَاسَبَّنِيثُمَّقَالَإِنَّهَذِهِالصَّلَاةَلَايَحِلُّفِيهَاشَيْءٌمِنْكَلَامِالنَّاسِهَذَاإِنَّمَاهُوَالتَّسْبِيحُوَالتَّكْبِيرُوَقِرَاءَةُالْقُرْآنِ

Dari Mu’awiyah bin Al Hakam As Sulami dia berkata; Saya shalat bersama Rasulullah SAW, lalu ada seseorang yang bersin, maka aku mengucapkan; “Yarhamukalah (semoga Allah merahmatimu) “karena itu orang-orang mengalihkan pandangannya kepadaku, maka aku berkata; “Celaka, kenapa kalian memandang kepadaku?” Kemudian mereka menepukkan tangan ke paha mereka, sehingga aku tahu bahwa mereka bermaksud menyuruh aku diam. Utsman mengatakan; “Ketika aku tahu mereka menyuruhku diam, maka aku pun diam.” Kata Mu’awiyah; “Demi ayah dan ibuku, ketika Rasulullah SAW selesai shalat, beliau tidak memukulku dan tidak pula membentakku serta tidak memakiku.” Kemudian Beliau bersabda: “Sesungguhnya shalat ini, tidak halal di dalamnya bercampur dengan sesuatu perkataan manusia, akan tetapi yang ada hanyalah tasbih, takbir dan membaca Al Qur’an.”

Adapun orang yang menguap ketika sedang shalat, maka jangan mengatakan sesuatu (berta’awudz misalnya), namun cukup dengan menahan semampunya dan meletakkan tangan dimulutnya sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam shahih Bukhari dari sahabat Abu Hurairah:

التَّثَاؤُبُمِنْالشَّيْطَانِفَإِذَاتَثَاءَبَأَحَدُكُمْفَلْيَرُدَّهُمَااسْتَطَاعَفَإِنَّأَحَدَكُمْإِذَاقَالَهَاضَحِكَالشَّيْطَانُ

“Menguap itu dari setan. Maka bila seorang dari kalian menguap hendaklah sedapat mungkin menahannya karena bila kalian menguap dengan mengeluarkan suara “haa”, setan akan tertawa”.

Dalam riwayat lain :

الْعُطَاسُمِنْاللَّهِوَالتَّثَاؤُبُمِنْالشَّيْطَانِفَإِذَاتَثَاءَبَأَحَدُكُمْفَلْيَضَعْيَدَهُعَلَىفِيهِ

“Bersin itu dari Allah, sedangkan menguap itu dari setan, apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah meletakkan tangannya di mulutnya”.

Sebenarnya tidak ada dalil berta’awud ketika menguap, adapun yang dilakukan banyak orang yang berta’awudz ketika menguap adalah ketika mereka tahu bahwa menguap itu dari syetan. Yang disyariatkan Allah ketika menguap adalah menahannya dan meletakkan tangan pada mulutnya dan jangan sampai terdengar dari mulutnya suara ‘haah’ karena setan tertawa karenanya.Cukup menutup dengan tangan dan tidak perlu berta’awudz karena tidak terdapatnya dalil akan hal itu, ini jika pada saat shalat. Adapun diluar shalat maka membaca ta’awudz boleh-boleh saja.

(Majmu’ Fatawa Bin Baz 26/200 dengan sedikit tambahan dalil).

%d bloggers like this: