Mental Syirik

Mental Syirik

Barangkali karena nenek moyang negeri ini penganut animisme dan dinamisme plus paganisme, orang-orang di sini terkesan sangat mystic minded. Apa-apa dikaitkan dengan mistik yang menjurus pada syirik. Sedikit saja ada hal aneh, pasti akan dihubungkan dengan hal-hal ghaib berupa kekuatan magis, khasiat ajaib atau kekeramatan dan pantangan tertentu. Baik berdasarkan ilmu warisan leluhur maupun asal-asalan alias ngawur.

Semua tentu masih ingat kisah fenomenal batu petir Ponari yang membuat geger seantero Jawa dengan khasiat penyembuhnya. Batu yang katanya mucul bersaman dengan petir itu, dipercaya berkhasiat menyembuhkan segala penyakit. Ribuan orang pun berduyun-duyun untuk mendapatkan pengobatan murah dan instan untuk segala jenis penyakit mereka. Meski akhirnya praktik itu ditutup karena ada dugaan eksploitasi anak, tapi fenomena itu sukses menyisakan ‘ikhtilaf’ dan kebingungan antara yang percaya dan yang tidak.

Saat terjadi bencana, beberapa keanehan yang terjadi juga dikaitkan dengan kekuatan mistis. Sekali lagi kekuatan mistis dan bukan kekuatan sang Pencipta. Lihat saja kasus Merapi, awan yang muncul berbentuk “Petruk” (salah satu karakter wayang) dianggap sebagai pertanda akan ada letusan besar yang mengarah ke arah wajah Petruk menghadap. Kematian Juru kunci dianggap sebagai warning bahwa Merapi tak terhenti dan sebagainya.

Bahkan ketika muncul fenomena kelainan genetis dari hewan atau tumbuhan semisal bayi sapi berkaki lima, pisang bertandan 3 , kelapa bercabang dua, atau buah yang bentuknya mirip kepala manusia, pasti tidak sedikit yang kemudian menganggapnya sebagai sesuatu yang memiliki kaitan dengan dunia metafisik.Banyak pula yang menjadikan tumbuhan dan hewan dengan kelainan genetis itu sebagai jimat. Misalnya “pring pethuk”, bambu dengan cabang bertaut yang biasa dijadikan jimat pesugihan (agar cepat kaya), kadal berekor cabang yang katanya merupakan uba rampe terbaik untuk pelet atau batu merah delima sebagai batu pesugihan dan kekuatan.

Seakan-akan ada saja jalan bagi setan untuk menyesatkan manusia menuju kesyirikan. Kita bisa melihat, isu-isu mistis dapat berkembang dengan cepat di negeri kita ini. Asal memiliki sesuatu yang aneh, dengan sedikit bumbu mistik, -bohong-bohongan tidak masalah- pasti akan ada yang percaya,lalu tak lama akan tersiar kemana-mana. Sisi lain, pantas kiranya jika film-film di negeri ini dari jaman merdeka sampai era komputer ada dimana-mana, tema mistik masih tetap laris dan diputar di bioskop maupun layar kaca.

Memang, alam ghaib itu ada. Syariat juga menegaskan bahwa selain manusia, ada pula makhluk yang disebut jin yang hidup di muka bumi. Sedikit banyak, ada keterkaitan dan ada pula campur tangan mereka di dunia manusia. Mereka mampu melakukan beberapa hal yang bagi manusia tampak luar biasa. Hanya saja, kebanyakan “korelasi” dengan dunia ghaib yang digembar-gemborkan seringnya hanya mengada-ada, atau hanya berdasar satu-dua kebetulan belaka.

Lebih dari itu, mengait-kaitkan segala keanehan dengan mistik akan berdampak buruk terhadap akidah. Pasalnya, kebanyakan korelasi tersebut mengarah kepada syirik karena mengusik kerububiyahan Allah dalam hal kekuasaan untukjalbun naf’I wa daf’udhar, memberikan manfaat/keberuntungan dan menolak bahaya, memberikan rezeki dan perlindungan.

Misalnya, meyakini bahwa “pring pethuk” atau bambu dengan batang beradu memiliki kaitan dengan dunia metafisik hingga mampu mendatangkan keberuntungan atau menolak bencana. Hewan tertentu seperti ikan arwana, ikan koi, bunga Jemani dan lainnya akan mendatangkan hoki dan keberuntungan ataukelapa gading dan pohon kelor yang dipercaya akan menolak bala’.

Tak peduli apakah hal semacam itu syirik kecil atau besar, yang jelas syirik adalah satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah dan merupakan dosa paling besar. Meski syirik kecil, tapi ulama sepakat bahwa syirik kecil lebih buruk daripada dosa besar semacam zina dan memakan riba.

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. 4:48)

Karenanya hendaknya kita wasapada. Setan tetap akan melestarikan dosa ini dan memancing manusia agar terjebak didalamnya sampai kapanpun. Zaman yang modern, yang katanya manusia-manusia pada saat itu sangat memuja rasionalitas pun tak akan mampu menenggelamkan kesyirikan. Orang-orang Eropa yang dianggap pusat modernitas pun masih banyak yang percaya mitos. Banyak diantara artis maupun pemain bola yang masih mempercayai takhayul semisal mengusap lapangan sebelum bermain akan membawa keberuntungan, angka 7 dan sepuluh adalah angka hoki, hujan menandakan kekalahan dan sebagainya.

Jebakan syirik adalah jebakan yang tidak mungkin dibiarkan usang oleh setan. Setan akan terus meng-update dan meng-upgrade jebakannya agar selalu licin di setiap masa. Maka hendaknya kita selalu waspada. Wallhua’lam. (T. Anwar)

%d bloggers like this: