Jimat Gaya Baru

Jimat Gaya Baru

Imran bin Hushain h meriwayatkan, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam melihat seseorang di tangannya terdapat gelang dari kuningan, beliau bertanya, “(Gelang) apakah ini?” Ia menjawab, “al-waahinah (gelang pencegah sakit)”. Beliau bersabda.“Lepaskan gelang itu, karena ia tidak menambahmu kecuali kelemahan. Sekiranya kamu mati sementara gelang itu masih ada padamu, maka kamu tidak akan beruntung selamanya” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

Dalam konteks kekinian, al-wahinah (gelang pencegah sakit) bisa dibahasakan dengan gelang tolak bala’, gelang kesehatan, gelang terapi penyakit, gelang keseimbangan dan yang semisalnya. Jimat yang diyakini memiliki khasiat yang sama juga terkadang berupa kalung di leher. Begitupun bahan yang digunakan, bisa berupa akar bahar, logam hingga batu-batuan.

Sejak berabad-abad, berbagai batuan diharapkan memiliki kemampuan penyembuhan dan kekuatan mistik. Keyakinan ini terus berlanjut hingga sekarang. Barbagai modus pun ditempuh untuk menghadirkan ’tuah’nya, atau hanya sebatas sugestinya.  Di dunia perdukunan, sugesti itu dibangun dengan dongeng rekaan, bahwa gelang itu berisi jin tomang, jin ifrit, atau terwujud dari siluman ini dan itu. Tapi manusia dengan gaya modern tidak tertarik dengan bualan seperti itu. Mereka lebih tertarik dengan istilah gelombang elektromagnetik, energi titik nol, efek placebo, berpikir berharap (wishful thinking) dan label ‘ilmiah’ lainnya.

Gelang kesembuhan dari dukun, sudah jelas dimengerti kesyrikinnya. Lantas, bagaimana dengan kasus yang kedua? Memang, syariat membolehkan berobat dengan sesuatu yang bisa dibuktikan secara ilmiah, sebagaimana pengobatan secara medis, bekam, herbal dan semisalnya. Hanya saja, kasus ini sulit dipastikan ilmiah dan tidaknya. Terutama oleh orang-orang yang tak berkutat di bidang itu. Memang, penjelasan ilmiah sudah ada. Tapi, alur itu terlalu abstrak untuk dikomentari, dan bukan karena penjelasan itu sudah dipahami. Celakanya, celah ini ditangkap sebagai peluang bagi para produsen, dan orang-orang pun pasrah dengan klaim ilmiah itu.

Kasus yang masih hangat, gelang Power Balance (gelang keseimbangan) yang selama ini diklaim secara ilmiah memiliki khasiat ekstra tenaga, keseimbangan, dan fleksibilitas bagi penggunanya dinyatakan palsu oleh Badan Pengawas Konsumen Australia (Australian Competition and Consumer Commission). ACCC juga sempat memerintahkan Power Balance Australia untuk menarik seluruh gelang yang sudah terjual di konsumen karena telah disesatkan manfaatnya. Hal yang sama juga mungkin terjadi pada produk yang lain.

Bahwa ada testimoni gelang tertentu bisa menyembuhkan, ada kemungkinan hanyalah sugesti, yang sebatas menghilangkan rasa sakit, bukan penyakit. Karenanya, rata-rata orang yang sudah memakainya, timbul rasa ketergantungan, ketika barang itu dilepas, sakit akan terasa kembali.

Ringkasnya, ini memang wilayah abu-abu. Ada baiknya kita waspada, bukan karena takut tertipu dengan harga yang mahal, tapi takut jika keyakinan ternoda. Bukankah Nabi menyuruh menanggalkan gelang karena satu alasan, bahwa gelang itu diklaim bisa mencegah penyakit? Wallahu a’lam. (Abu Umar Abdillah)

%d bloggers like this: