Doa Penangkal syirik

Doa Penangkal syirik

اللهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami mengetahuinya dan kami meminta ampun kepada-Mu terhadap apa yang kami tidak ketahui.”

Kala itu Ma’qal bin Yasar bersama denga Abu bakar menuju Rasulullah y, setelah sampai dan bertemu Rasulullah y, Rasulullah y berkata kepada Abu Bakar: “Wahai Abu Bakar syirik itu lebih halus dari langkah semut.”Bukankah syirik itu adalah seseorang menjadikan bersama Allah, ilah yang lain. sahut Abu Bakar.  Maka Nabi menegaskan :

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لِلشِرْكِ أَخْفَى مِنْ دَبِيْبِ النَّمْلِ أَلا أَدُلُّكَ على شيء إذا قلته ذهب عنك قليله وكثيره قال قل اللهم إني أعوذ بك أن أشرك بك وأنا أعلم وأستغفرك لما لا أعلم

Demi dzat yang jiwaku berada ditangnNya, sunguh kesyirikan itu lebih samar/halus dari langkah semut!, maukah kutunjukkan pada suatu doa yang jika engkau berdoa dengannya, akan pergi darimu kesyirikan baik yang kecil maupun yang besar. Berdoalah : ALLAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA AN USYRIKA BIKA WA ANA A’LAM WA ASTAGHFIRUKA LIMA LAA A’LAM. (Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami mengetahuinya dan kami meminta ampun kepada-Mu terhadap apa yang kami tidak ketahui). (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan Al Albaniy)

Dosa dan kemungkaran terbesar yang harus dihindari setiap muslim adalah kesyirikan. Disamping membatalkan semua amal yang pernah diperbuat, kesyirikan bisa menghantarkan seseorang kedalam jurang neraka selama-lamanya (bila ia mati belum bertaubat dan membawa dosa syirik). Hal ini telah difirmankan Allahk :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An Nisa : 48)

Sungguh senangnya bisa terhindar dari kesyirikan dan mendapat kabar gembira dari Rasulullah y :

مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

“Orang yang meninggal dalam keadaan tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu apapun maka wajib masuk surga, dan orang yang meninggal dalam keadaan mensyirikkan Allah dengan sesuatu maka wajib masuk neraka.” (HR. Muslim)

Dalam kitab ad Daa’u wa Dawaa karya Ibnu Qoyyim t diterangkan contoh-contoh kesyirikan, diantaranya menyekutukan Allah dalam hal kecintan dan keagungan. Misalnya mencintai mahluk sama dengan mencintai Allah. Contoh lain syirik dalam perbuatan adalah bersujud kepada selain Allah, menjalankan thawaf selain di baitullah, mencukur kepala guna merendahkan diri kepada selain Allah, mencium, mengusap dan bersujud kepada kuburan. Sebegitu ketatnya Nabi menjaga tauhid, sampai-sampai beliau melarang melakukan shalat sunah (mutlak) ketika terbit dan terbenamnya matahari, supaya tidak menyerupai orang kafir yang menyembah matahari.

Dalam hal ucapan terdapat juga perkataan kesyirikan. bersumpah dengan selain nama Allah, seperti demi ka’kah!. Kemudian perkataan MasyaAllahu wa syi’ta (Atas kehendak Allah dan kehendakmu), atau perkataan ‘kalaulah tidak ada kucing ini, pasti habislah harta kita dicuri maling’ dan yang semisalnya seperti ‘kalau bukan karena dokter ini, tentu kamu sudah mati.’ Begitu samarnya kesyirikan ini sampai-sampai beberapa patah kata yang keluar dari lisan bisa menyeret orang masuk neraka, nasalullahal ‘afiyah.

Lebih samar lagi adalah syirik dalam kehendak dan niat. Barang siapa yang mengerjakan amalan ibadah bukan karena mengharap ridha Allah, juga tidak berniat mendekatkan diri kepada Allah serta tidak mengharapkan balasan pahala dariNya, maka orang tersebut telah berbuat syirik dalam niat dan kehendaknya. Atau dalam berhubungan dengan Allah dan beribadah tidak mengkhususkan kepada Allah saja, terkadang ia beramal untuk mendaptkan keuntungan dunia, mencari penghormatan, kedudukan dan pangkat di mata manusia. Jadi hawa nafsu, syetan dan makhluk yang lain mendapat bagian dari amalnya. Inilah riya’ yang merupakan kesyirikan kepada Allahk.

Sebegitu samarnya syirik ini, sampai-sampai Rasulullah y bersumpah menegaskan hal ini, makanya kita perlu berilmu tuk dapat menguak kesyirikan dan menghindar darinya dan tentunya berdoa dengan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah y , berta’awudz (meminta perlindungan) kepada Allah dari tindak kesyirikan yang sudah kita ketahui dan beristighfar (memohon ampun) kepada Allah terhadap apa yang tidak kita ketahui. Allahumma Innii A’uudzubika An Usyrika Bika Wa Ana A’lam Wa Astaghfiruka Lima Laa A’lam.

 

%d bloggers like this: