Status Anak Zina di Akhirat

Status Anak Zina di Akhirat

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Ustadz, saya terkejut karena mengetahui bahwa saya ternyata adalah anak zina. Benarkah anak zina diharamkan masuk jannah? Apakah ada hadits shahih tentang hal ini? Kalau benar, apa kesalahan anak tersebut sehingga harus memikul kesalahan dan dosa orang tuanya?

Saya mohon ustadz memberi penjelasan agar saya tidak gelisah dan bersedih. Saya haturkan jazakumullah khaira jazaa’ atas perkenan ustadz untuk memberikan jawaban.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Hamba yang Gelisah

Di bumi Allah

 

Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh

 

Hamba Allah yang shalihah, ada sebuah hadits riwayat Ahmad dan Abu Daud dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Anak zina itu menyimpan tiga keburukan”. Mengenai hal ini, sebagian ulama menjelaskan bahwa yang dimaksudkan di sini adalah dia buruk dari aspek asal-usul dan unsur pembentukannya, garis nasab, dan kelahirannya.

Anak zina merupakan kombinasi dari sperma dan ovum pezina, sementara gen itu terus menjalar turun temurun. Dikhawatirkan keburukan tersebut akan berpengaruh pada dirinya untuk melakukan kejahatan. Dalam konteks ini, Allah menepis potensi negatif pada pribadi Maryam dari pengaruh keturunan yang buruk. Dia berfirman, “Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.” (QS Maryam 28).

Hamba Allah yang baik, meski demikian, anak zina tidak dibebani dosa orang tuanya. Masing-masing manusia akan menanggung sendiri perbuatannya. Allah berfirman dalam al-An’am ayat 164, “Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan madharatnya akan kembali kepada dirinya sendiri, dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Rabb kalianlah tempat kembali kalian, dan akan diberitakan-Nya kepada kalian apa yang kalian perselisihkan.”

Pada prinsipnya, dalam kasus anak zina, dosa dan sanksi zina di dunia dan akhirat hanya ditanggung oleh orang tuanya. Si anak terbebas dari hal itu, tetapi, dia membawa potensi negatif yang dikhawatirkan akan terwarisi dan akan membawanya untuk berbuat buruk dan kerusakan. Namun hal ini tidak selalu menjadi acuan, sebab bisa saja Allah memperbaikinya sehingga menjadi manusia yang alim, bertakwa lagi wara’. Wallahu a’lam bis shawwab.

Teruslah berusaha menjadi hamba yang bertakwa. Semoga Allah memudahkan langkah-langkah Anda untuk memperbaiki diri. Demikian semoga bermanfaat dan membuat Anda menjadi lebih tenang.

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

%d bloggers like this: