Perang Iman 2012

Perang Iman 2012

Kini, kita berada di ambang tahun 2012. Tahun yang sempat bikin gempar karena diramalkan akan menjadi momen berakhirnya dunia, kiamat. Konon, ramalan ini berasal dari Nostradamus, peramal masyhur kelahiran Perancis (Abad 16) yang menulis buku ramalan paling dicari berjudul “The Prophecies”. Dikatakan, pada bulan 12 tahun 2012, bumi akan ditabrak oleh komet besar. Dia juga sudah meramalkan berbagai kejadian besar di dunia, salah satunya matinya Saddam Hussein.

Itu kata peramal. Kita tidak percaya semua itu sehingga kita tidak perlu membuktikan apapun di 2012 nanti. Ramalan manusia hanyalah omongan dusta dari setan yang dibumbui sepersen kejujuran, itupun kalau ada. Mempercayainya tidak akan membawa ‘manfaat’ selain kekhawatiran sebelum terjadi, kekecewaan jika meleset dan murka dari Alloh karena meyakini ramalan merusak tauhid. Kalaupun pada akhirnya, dengan ijin Alloh ramalan terbukti, hal itu tidak akan mengubah keputusan kita untuk tidak meyakini ramalan apapun.

Jadi, menapaki tahun 2012 nanti kita tak perlu dihantui ketakutan tibanya hari kiamat. Namun, kita juga tidak mengingkari bahwa kiamat semakin dekat. Tanda-tandanya juga semakin hari semakin terlihat. Dan sebenarnya, yang harus kita waspadai adalah tanda-tanda kiamat ini. Khususnya fitnah-fitnah akhir zaman yang mengancam keimanan. Semakin renta usia dunia ini, semakin busuk pula fitnah-fitnah yang melanda. Virus-virus fitnah berupa kedurhakaan, kekejian dan kezhaliman seakan memenuhi atsmosfer, menggantikan setiap molekulnya dengan molekul kemaksiatan dan kesesatan. Awan hitam kekufuran mengelayut di seantero langit, siap menghujani bumi, memadamkan setiap pelita iman yang menyala di hati.

Rasulullah telah mengabarkan dan memperingatkan datangnya fitnah-fitnah itu dalam hadits-hadits asyratus sa’ah (tanda-tanda dekatnya Kiamat). Berita-berita itu bukanlah ramalan spekulatif tapi peristiwa yang pasti bakal terjadi. Oleh karenanya, yang terpenting bukanlah usaha menyelamatkan diri saat bumi dihancurkan karena itu mustahil. Tidak akan ada yang selamat saat kiamat, semua akan binasa. Yang terpenting adalah berusaha menjaga iman di dada agar tetap utuh dan tidak runtuh meski diterpa badai fitnah yang dahsyat bergemuruh. Salah satu caranya adalah mengkaji peringatan-peringatan Rasulullah tentang asyratus sa’ah dan fitnah-fitnahnya. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengetahui peta permusuhan saat perang akhir zaman.

DR. Muhammad bin Abdurrahman al Arifi dalam bukunya Nihayatul ‘Alam” menjelaskan betapa pentingnya mempelajari asyratus sa’ah. Ada banyak faidah yang bisa didapatkan dengan mengkajinya, diantaranya;

Pertama semakin menguatkan iman kepada hari Akhir. Asyratus sa’ah menjadi unsur paling penting dalam penjelasan pilar iman kelima ini. Di dalamnya terdapat berbagai peringatan yang harus dicamkan dan diamalkan.

Kedua, mempelajarinya semakin menguatkan iman kepada Nubuwah Muhammad n yang merupakan pilar iman kedua. Berbagai fenomena yang membuktikan kebenaran sabda Nabi akan menjadi semen penguat keyakinan. Keyakinan bahwa beliau benar-benar merupakan utusan Alloh dengan bukti beliau diberitahu peristiwa masa depan yang merupakan perkara ghaib. Padahal Alloh berfirman,

“Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al Jin:26-27).

Ketiga, memuaskan umat Islam pada keingintahuan mengenai peristiwa di masa depan. Penasaran pada masa depan adalah naluri manusia yang wajar. Hanya saja, masa depan adalah urusan ghaib telah dibatasi oleh-Nya. Nah, jika para Dajjal, ahli nujum, tukang ramal dan dukun merasa puas dan mengklaim diri mampu mengetahui masa depan, umat Islam pun memiliki ‘ilmu’ itu yang didapat dari sumber yang jauh lebih valid dan terpercaya yaitu wahyu ilahi.

Terakhir, menyadarkan dan membuat kita semakin waspada akan merebaknya keburukan menjelang kiamat. Serangan-serangan terhadap iman semakin gencar, memaksa seorang mukmin untuk bertahan habis-habisan agar iman di hatinya tidak pecah apa lagi musnah. Khamer yang merajalela, wanita-wanita yang tak lagi mengenal arti kehormatan diri, hukum-hukum Islam yang dipahami sesuai hawa nafsu, faham-faham sesat yang mempreteli iman secara diam-diam dan pemimpin-pemimpin yang tak lagi menghiraukan agama dalam kepemimpinannya, adalah mortir-mortir fitnah penghancur bunker iman.  Serangan-serangan ini akan memaksa seorang mukmin terus berada di battle area untuk bertarung tanpa henti. Tanpa mempelajari dan mengetahui peta permusuhan, seorang mukmin bisa terperangkap dan ditawan atau ditikam tanpa sadar.

Itulah beberapa faidah mempelajari asyratus sa’ah. Satu yang penting, semuanya harus dipelajari dari dalil yang shahih dan penjelasan ulama yang terpercaya dari kalangan ahlus sunah wal jamaah. Jika tidak, hal itu hanya akan menambah kebutaan kita di medan perang akhir zaman ini.

Setelah mengetahui, menyadari dan mewaspadai, selanjutnya adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak amalan di waktu-waktu yang masih longgar. Sebelum godaan semakin gencar, sebelum penguasa lalim semakin mempersempit jalan, dan sebelum faham-faham sesat semakin banyak tersebar dan merusak nalar.

Rasulullah n bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

 “Bersegeralah kalian mengerjakan amal-amal shalih sebelum terjadi fitnah (bencana) yang menyerupai kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, yaitu seseorang diwaktu pagi beriman tapi pada waktu sore ia telah kafir, atau pada waktu sore ia beriman dan pada pagi harinya ia telah kafir, ia rela menjual agamanya dengan secuil keuntungan dunia.”(Shahih Muslim, no. 118).

Nah, hari ini masih 2011, marilah kita beramal sebelum 2012, dan jika datang 2012 marilah kita memperbanyak beramal sebelum fitnah semakin menjadi di tahun-tahun berikutnya. Begitu seterusnya. Semoga Alloh menyelamatkan iman kita dari fitnah dan memasukkan kita ke dalam golongan yang dirahmati-Nya. Amin.Wallahua’lam. (anwar)

%d bloggers like this: