Misteri Surat Al Mulk

Misteri Surat Al Mulk

Jika ingin kelihatan hebat dan berwibawa bacalah Surat Al-Mulk. Jika surat tersebut diamalkan menjadi wirid dan dzikir harian maka akan meluaskan rezeki dan menghilangkan kemiskinan. Jika dibaca 2.012 kali bisa menolak bala.

Itulah diantara keyakinan sebagian masyarakat di sekitar kita tentang keutamaan surat Al-Mulk. Boleh jadi keyakinan tersebut muncul setelah mereka membaca atau mendengar hadits-hadits tentang keutamaan membaca surat Al-Mulk, padahal derajatnya dhaif bahkan maudhu’ (palsu) atau hanya melandaskan pada perbincangan dari mulut ke mulut yang tidak jelas sumbernya.

Kandungan Surat Al-Mulk
Surah Al-Mulk tergolong surat makkiyah (diturunkan sebelum Rasulullah hijrah), terdiri dari 30 ayat. Dinamakan Al-Mulk karena kata Al- Mulk yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang berarti kerajaan atau kekuasaan. Surat ini disebut juga dengan At-Tabaarak (Mahasuci) karena diawali dengan tabaarak, sehingga juz 29 yang diawali dengan surat Al-Mulk disebut dengan juz Tabarak.

Di antara pokok-pokok isinya, hidup dan mati merupakan ujian bagi manusia; Allah menciptakan langit berlapis-lapis dan semua ciptaan-Nya mempunyai keseimbangan; perintah Allah untuk memperhatikan isi alam semesta; azab yang diancamkan terhadap orang-orang kafir; dan janji Allah kepada orang-orang mukmin; Allah menjadikan bumi sedemikian rupa hingga mudah bagi manusia untuk mencari rezeki serta peringatan Allah kepada manusia tentang sedikitnya mereka yang bersyukur kepada nikmat Allah.

Fadhilah Surat Al-Mulk
Semangat kaum muslimin untuk menerapkan Islam nampak menonjol dalam bentuk kajian-kajian dan pengamalan terhadap hadits-hadits seputar fadhail a’mal (amal ibadah yang mempunyai keutamaan). Namun banyak kaum awam yang terjebak mempelajari buku-buku fadhail a’mal yang mengetengahkan hadits dengan tingkat validitas yang beragam, dari yang shahih hingga yang dhaif bahkan maudhu’.

Syaikh Zakariya bin Ghulam Ghadir telah menghimpun riwayat-riwayat shahih dari hadits-hadits Rasulullah tentang berbagai jalan untuk menggapai fadhail a’mal dalam kitab beliau Shahih Al-Matjarur Rabih fi Tsawabil Amalis Shalih. Di antara isi kitab tersebut, disebutkan hadits-hadits shahih tentang keutamaan membaca beberapa surat dalam Al-Quran, diantaranya surat Al-Mulk.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ {تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ}

Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Ada satu surat dalam Al-Quran terdiri dari tiga puluh ayat. Ia akan memberi syafaat bagi orang yang selalu membacanya sehingga Allah mengampuni (dosa-dosanya), yaitu surat Al-Mulk: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan,..” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Hakim, dinyatakan shahih oleh Imam Al-Hakim dan disepakati oleh Imam Adz Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh imam At Tirmidzi dan syaikh Al Albani).

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca surat ini secara kontinyu, karena ini merupakan sebab untuk mendapatkan syafaat dengan izin Allah. Hadits ini semakna dengan Hadits lain dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah bersabda:
“Ada satu surat dalam Al-Quran yang hanya terdiri dari tiga puluh ayat akan membela orang yang selalu membacanya (di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga yaitu surat: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan.” (HR. Ath-Thabrani, dinyatakan shahih oleh Al-Haitsami dan Ibnu Hajar).

Sebagian dari ulama ahli tafsir menamakan surat ini dengan penjaga/pelindung dan penyelamat (dari azab kubur).
Abdullah bin Mas’ud ra berkata, “Siapa yang membaca tabaarakalladzi biyadihil mulku… setiap malam niscaya Allah akan melindunginya dari adzab kubur. Pada zaman nabi kami menamainya al-mani’ah (pelindung/penghalang) dari adzab kubur.” (HR. An Nasai, Al Hakim berkata, “sanadnya shahih” dihasankan oleh Al-Albani).
Ada juga penguat dalam riwayat lain:

يُؤْتَى الرَّجُلُ فِي قَبْرِهِ فَتُؤْتَى رِجْلَاهُ فَتَقُولُ رِجْلَاهُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِي سَبِيلٌ إِنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ صَدْرِهِ أَوْ قَالَ: بَطْنِهِ فَيَقُولُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِي سَبِيلٌ إِنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ رَأْسِهِ فَيَقُولُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِي سَبِيلٌ إِنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ، فَهِيَ الْمَانِعَةُ تَمْنَعُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَهِيَ فِي التَّوْرَاةِ سُورَةُ الْمُلْكِ مَنْ قَرَأَهَا فِي لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطْيَبَ

Dari Ibnu Masud, ia berkata: “Seseorang didatangi di dalam kuburannya, lalu kedua kakinya didatangi. Maka kedua kakinya berkata: “Kalian tak punya jalan melalui arahku, karena dulu dia denganku sering membaca surat Al-Mulk.” Lalu dia didatangi dari arah dadanya -atau berkata: perutnya- maka dia berkata: “Kalian tak punya jalan melalui arahku, karena dulu dia denganku sering membaca surat Al-Mulk.” Lalu dia didatangi dari arah kepalanya, maka kepalanya berkata: “Kalian tak punya jalan melalui arahku, karena dulu dia denganku sering membaca surat Al-Mulk.” Maka surat ini adalah Mani’ah, penghalang dari siksa kubur. Di dalam Taurat juga disebut dengan nama surat Al-Mulk. Barang siapa membacanya di malam hari, maka itu lebih banyak dan lebih bagus.” (HR. Al Hakim, beliau berkata sanadnya shahih dan disepakati oleh Imam Adz Dzahabi)

Hadits ini dihukumi marfu’ karena perkara ghaib seperti ini tidak mungkin diucapkan oleh Ibnu Mas’ud kecuali dari Nabi. Ibnu Mas’ud juga tidak dikenal mengambil berita dari Ahli Kitab.

Dalam Faidhul Qadir disebutkan, keutamaan dalam hadits-hadits di atas diperuntukkan bagi orang yang selalu membaca surat Al-Mulk secara kontinyu disertai dengan merenungkan kandungannya dan menghayati artinya.

Subhanallah, begitu luasnya fadhilah surat Al-Mulk. Bahkan surat ini termasuk surat-surat Al-Quran yang biasa dibaca oleh Rasulullah sebelum tidur di malam hari, karena agungnya kandungan maknanya. Mungkin karena alasan inilah, ketika ada seorang akhwat ditanya tentang mahar pernikahan yang diminta, ia menjawab, ”Hafalan surat Al-Mulk akhy…”. Wallahu a’lam. (abu hanan)

%d bloggers like this: