Suami Suka Iri

Suami Suka Iri

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Ustadz, saya seorang istri dengan 2 orang anak. Begini Ustadz, saya mohon nasihat dari Ustadz tentang bagaimana cara menghadapi suami yang egois dan suka iri dengan keberhasilan orang lain, sementara dia sendiri kurang bekerja keras. Jazakumullah atas nasihatnya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Hamba Allah di Pwrj

Wa’alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh
Hamba Allah yang budiman, sikap egois adalah tanda ketidakdewasaan seseorang karena tidak memikirkan orang lain. Orang seperti ini hanya melihat persoalan dari sisi menguntungkan dirinya atau tidak. Dia kurang bisa menenggang perasaan dan kepentingan orang lain dan cenderung tidak peduli. Sedang sifat iri biasanya datang dari rasa takut tidak bisa menyamai apa yang dicapai oleh orang lain dalam hal yang kita inginkan. Hal yang bukan saja menunjukkan rasa tidak percaya diri, namun juga pikiran yang negatif dan bahwa kita sebenarnya tidak cukup baik.

Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan, “Tidaklah seseorang mencintai kekuasaan, melainkan pasti ia merasa iri dan dengki terhadap lawannya, suka mencari-cari aib orang lain, dan tidak suka bila kebaikan lawannya disebut-sebut.”
Menghadapi orang seperti ini jelas bukan perkara mudah, apalagi status beliau sebagai suami. Untuk itu, yang pertama adalah menyediakan waktu yang cukup guna melakukan sharing secara berkesinambungan dengan suami. Ajaklah bicara tentang takdir bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, sehingga tidak perlu untuk iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Katakan kepada beliau bahwa kita tidak bisa menjadi orang lain karena kita berbeda dengannya, dan pasti setiap kita memiliki kelebihan yang bisa kita gali dan kembangkan. Tunjukkan dengan bahasa yang santun tentang kekurangan suami agar beliau lebih sibuk mencari aib diri sendiri alih-alih sibuk mencari kejelekan dan kekurangan orang lain. Lakukan semuanya dengan hati-hati dan sabar. Sebab kalau tidak, malah bisa memicu konflik baru.

Ajaklah suami untuk mensyukuri nikmat yang ada agar tidak selalu merasa kurang. Sebab, “Barangsiapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka dia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad). Ajak beliau untuk melihat mereka yang di bawah kita agar bisa lebih bersyukur dan ridha. Jangan lupa untuk berdoa agar terbebas dari rasa iri dengki yang menyiksa, sebagaimana para shahabat dahulu melakukannya.

Ibu bisa juga mengajak suami untuk datang di berbagai kajian keislaman agar mendapat ilmu yang bermanfaat dan tidak melulu memikirkan urusan dunia. Sebab, rasa iri selain buah dari iman yang lemah, juga tumbuh dari persaingan duniawi belaka. Bekal ilmu ini perlu agar suami menjadi lebih dewasa, mau berbagi, tumbuh rasa percaya diri, berfikir positif dan memiliki etos kerja yang tinggi. Yakinkan kepada beliau bahwa kesuksesan adalah hasil kerja keras dan beliau, insyaallah bisa melakukannya.
Demikian semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

%d bloggers like this: