Kebaikan Dunia Dan Akhirat

Kebaikan Dunia Dan Akhirat

 

Allah Ta’ala memberikan ijabah kepada yang meminta. Namun ijabah ini tidak selalu berarti tanda kecintaan dan keridhoanNya. Karena setiap golongan akan dibalas sesuai dengan niat, amal serta usaha yang diupayakan di dunia.
Diantara manusia ada yang keinginan dan kehendaknya rendah nan hina, hanya meminta kepada Allah dunia yang didalamnya banyak syahwat dan perhiasannya. Mereka tidak mendapatkan bagian sedikitpun diakhirat. Allah Ta’ala berfirman tentang golongan ini ;

“..Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Rab Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia”, dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (QS. Al Baqarah: 200)

Yaitu, Allah memberikan sebagian dunia yang telah ditakdirkan untuknya, bisa berupa kesehatan, istri cantik, anak yang banyak dan harta. Namun karena dunia saja tujuannya, maka diakhirat pun ia tidak mendapatkan balasan kebaikan, melainkan kepayahan, kesedihan dan kerasnya siksa dan adzab.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mencontohkan kepada kita agar menjadi golongan yang mempunyai keinginan dan kehendak yang mulia nan tinggi, yaitu dengan mengharap dan meminta kepada Allah kebaikan di dunia dan akhirat. Tidak meminta dunia saja, atau akhirat saja, tapi kedua duanya.
Pernah suatu ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menengok salah satu sahabatnya yang sedang sakit parah, bahkan keadaan sahabat ini sampai kurus dan lemah seperti kurus dan lemahnya anak burung yang masih kecil. Ketika itu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepadanya

هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَيْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ

“Apakah kamu pernah berdoa ataupun memohon sesuatu kepada Allah?”

Sahabat tersebut menjawab; ‘Ya, saya pernah berdoa; ‘Ya Allah ya Rabku, apa yang akan Engkau siksakan kepadaku di akhirat kelak, maka segerakanlah siksa tersebut di dunia ini! ‘
Mendengar pengakuannya itu, Rasulullah pun berkata:

سُبْحَانَ اللَّهِ لَا تُطِيقُهُ أَوْ لَا تَسْتَطِيعُهُ أَفَلَا قُلْتَ اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ قَالَ فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَشَفَاهُ

‘Subhanallah, mengapa kamu berdoa seperti itu. Tentu kamu tidak akan tahan. Mengapa kamu tidak berdoa: ‘Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka.’ Anas berkata; ‘Lalu Rasulullah berdoa kepada Allah untuk sahabat tersebut dan akhirnya Allah pun menyembuhkannya.’ (HR. Muslim)

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah : 201)

Doa ini diawali dengan mentauhidkan Allah Ta’ala dengan tauhid rububiyah, ‘Rabbana’. Hanya Allah lah yang dapat memberikan rizki kepada semua hambanya secara umum, yang sholeh maupun yang fajir, yang muslim maupun yang kafir di dunia, Allah lah yang menciptakan mereka semua dan memeliharanya. Dan secara khusus kepada hambanya yang beriman, memelihara mereka dengan lembut, memperbaiki urusan agama dan dunia mereka serta mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya islam. Tidakah manusia mampu untuk memelihara dirinya sendiri, tapi Allah lah yang maha Kuasa atas mereka.

Hendaknya kedua makna ini, yaitu rububiyah umum dan rububiyah khusus dihadirkan setiap hamba yang sedang meminta kepada Rabnya, sehingga hal ini akan menimbulkan kekhusyukan dan ketundukan di saat bermunajat kepadaNya.
Seluruh kebaikan dunia telah terkumpul pada kata doa yang pendek namun padat maknanya, yaitu ‘hasanah’. Frase yang nakirah atau umum, yang berarti seorang hamba meminta seluruh kebaikan yang ada di dunia. Berilah kami kebaikan di dunia, berupa ‘afiyah, rizki yang luas, halal dan thayyib, istri yang shalehah, keturunan yang shaleh, kendaraan yang nyaman, ilmu yang bermanfaat, amal sholeh, dan lain sebagainya.

Kebaikan akhirat juga menjadi tujuan dan keinginan hamba dengan doanya, berilah kami kebaikan di akhirat. Yang berarti meminta kepada Allah agar diberikan dan dimasukkan al jannah, inilah kebaikan yang membahagiakan, yang apa bila seseorang tidak mendapatkannya pada hari itu, maka ia telah diharamkan dari banyak kebaikan dan kenikmatan. Termasuk kebaikan di akhirat adalah diringankan hisabnya dan dimudahkan keadaanya ketika dibangkitkan dan berada pada padang mashsyar.
Dua kebaikan ini di butuhkan oleh hamba, tidaklah di cela seorang muslim yang meminta kebaikan dunia kepada Allah, karena ia membutuhkannya dan kemudian dibarengi dengan meminta kebaikan di akhirat. Namun hendaknya dalam doa yang dipanjatkan lebih banyak mengharap akhirat dari pada dunia, sebagaimana dalam doa ini. mengharap kebaikan akhirat dan dijauhkan dari siksa neraka merupakan dua hal yang berkenaan dengan akhirat.

Meminta kepada Allah untuk dijauhkan dari siksa neraka adalah berarti dimudahkan ketika di dunia untuk menjauh dari sebab-sebab yang bisa mendatangkan siksa di nereka. Yaitu dengan menghindar dan jauh dari tindak keharaman dan dosa, menjauh dari setiap syubhat. Hal ini berarti pula untuk tidak termasuk dari golongan manusia yang masuk neraka karena maksiat di dunia yang kemudian bisa keluar dengan syafaat (tafsir Qurtubhi).

Inilah doa, yang Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memperbanyak dan menganjurkan kepada setiap muslim untuk membacanya. Diriwayatkan dalam shahih Bukhari, dengan sanadnya yang smapi kepada sahabat Anas bin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata :

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Do’a yang paling banyak dipanjatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah: ‘RABBANAA AATINAA FID DUN-YAA HASANAH WAFIL AAKHIRATI HASANAH WAQINAA ‘ADZAABAN NAAR Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

%d bloggers like this: