Tanda Dekat Hari Kiamat (1)

Menabur Angin Memanen Badai

 وَنُؤْمِنُ بِأَشْرَاطِ السَّاعَةِ: مِنْ خُرُوجِ الدَّجَّال، ونُزُولِ عِيسَى ابنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ مِنَ السَّماءِ، وَنُؤْمِنُ بِطُلُوعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجِ دَابَّةِ الأرْضِ مِنْ مَوْضِعِهَا

(110) Kami beriman kepada tanda-tanda hari Kiamat; seperti keluarnya Dajjal, turunnya ‘Isa putra Maryam ‘alayhissalam dari langit, terbitnya matahari dari arah tenggelamnya, dan keluarnya binatang bumi dari tempatnya.

Abu Ja’far ath-Thahawiy menjelaskan, kabar-kabar tentang perkara yang belum terjadi pada masa Nabi yang disebut di dalam al-Qur`an dan as-Sunnah, yang di antaranya adalah tanda-tanda dekatnya hari Kiamat termasuk bagian dari perkara gaib yang setiap orang beriman wajib mengimaninya. Di awal-awal surat al-Baqarah Allah telah menyifati orang-orang yang beriman sebagai orang-orang yang meyakini perkara gaib. Di samping itu, meyakini tanda-tanda dekatnya hari Kiamat merupakan bagian dari iman kepada hari akhir yang merupakan rukun iman yang kelima.

Abu Ja’far juga bermaksud menyelisihi mereka yang menolak berbagai perkara yang tidak masuk akal seperti kemunculan Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa ‘alayhissalam, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, dan tanda-tanda yang lain. Sebab, bagi Ahlussunnah, semua perkara yang gaib adalah satu kesatuan. Jika shahih riwayatnya, wajib meyakininya.

 

Kubra dan Shughra

Para ulama menklasifikasi tanda-tanda dekatnya hari Kiamat menjadi dua; kubra atau besar dan shughra atau kecil. Tanda-tanda besar adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa hari Kiamat sudah sangat dekat. Sedangkan tanda-tanda kecil adalah tanda-tanda yang menunjukkan hari Kiamat sudah dekat.

Allah berfirman,

“Maka yang mereka tunggu-tunggu hanyalah hari kiamat; (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang.” (Muhammad: 18)

Ayat ini memberitahukan dua hal. Pertama, tanda-tanda dekatnya hari Kiamat benar-benar ada. Dan kedua, di antara tanda-tanda itu ada yang terjadi pada masa nubuwah.

Tanda-tanda kecil hari Kiamat sudah ada yang terjadi sejak masa Nabi dan tanda-tanda itu akan terus terjadi satu demi satu sampai terjadinya tanda-tanda yang besar.

 

Tidak Semua Tercela

Terjadinya tanda-tanda hari Kiamat tidak menunjukkan hal yang terjadi itu sebagai sesuatu yang terpuji atau tercela. Kejadiannya semata-mata hanyalah pertanda dekatnya hari Kiamat. Ada di antara tanda-tanda itu yang terpuji—bahkan puncak pujian. Yakni diutusnya Nabi Muhammad saw dan terbelahnya bulan yang sekaligus menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw. Demikian pula dengan penaklukan Baitulmaqdis.

Ada juga di antara tanda-tanda itu yang tercela dan haram, selain ada yang merupakan kejadian alam yang menjadi ujian atau akibat buruk dari ulah manusia.

Dus, apa pun yang disebut oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai tanda hari Kiamat belum tentu baik atau buruk. Untuk menyifatinya sebagai sesuatu yang baik atau yang buruk diperlukan dalil—al-Qur`an atau as-Sunnah.

 

Hikmah Mempelajari Tanda Hari Kiamat

Mengerti dan mempelajari tanda-tanda hari Kiamat merupakan ilmu yang bermanfaat. Sebab, tanda-tanda hari Kiamat ini membuktikan kebenaran Nabi Muhammad saw, semua kabar beliau tentang perkara yang belum terjadi. Ini juga membuktikan bahwa hari Kiamat pasti datang.

Terjadinya tanda-tandanya adalah bukti nyata ia akan terjadi. Hanya, kita tidak tahu pasti kapan waktunya. Pembicaraan tentang tanda-tanda hari Kiamat meningkatkan keimanan terhadap hari akhir, baik tanda-tanda yang besar maupun yang kecil.

 

Tak Boleh Mudah Memastikan

Sebagian orang menulis buku yang menjelaskan dan memastikan bahwa kejadian ini dan itu merupakan makna dari apa yang dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai tanda hari Kiamat secara sembrono. Ini perbuatan yang dijauhi oleh para ulama. Sebab, hikmah dari datangnya ayat-ayat dan hadits-hadits yang menjelaskan tanda-tanda hari Kiamat bukanlah untuk diotak-atik dan dicocok-cocokkan, melainkan untuk diimani dan jika sudah benar-benar terjadi, maka itu menjadi bukti kebenaran kenabian Nabi Muhammad saw.

Di antara para penulis itu bahkan ada yang tidak melihat derajat keshahihan hadits atau bahkan mengukur keshahihan hadits dengan caranya sendiri—bukan cara para ulama hadits.

Tentu saja ada di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat yang sudah sangat jelas sehingga tidak diperlukan pengotak-atikan dan pencocok-cocokan. Misalnya, diutusnya Nabi Muhammad saw, wafatnya Nabi Muhammad saw, terbelahnya bulan, dan tersebar luasnya penyakit Tha’un (kolera) yang terjadi pada tahun 18 H.

 

Kemunculan Dajjal

Pada matan ke-110 ini Abu Ja’far Ath-Thahawiy menyebut empat dari 10 tanda besar atau tanda sudah sangat dekatnya hari Kiamat. Keempat tanda tersebut adalah: kemunculan Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa ‘alayhissalan dari langit, terbitnya matahari dari arah tenggelamnya, dan keluarnya binatang bumi dari tempatnya.

Dajjal adalah seorang anak Adam yang mempunyai ciri-ciri yang jelas, akan dapat dikenali oleh setiap mukmin apabila ia telah keluar, sehingga mereka tidak terkena fitnahnya.

Di antara ciri-ciri Dajjal adalah ia seorang yang masih muda, wajahnya merah, pendek, kakinya bengkok, rambutnya keriting, mata sebelah kanannya buta (menonjol keluar), di atas mata kirinya ada daging tumbuh, tertulis di antara kedua matanya: ك ف ر  atau كافر (kafir) yang dapat dibaca oleh setiap orang yang beriman, baik yang bisa baca tulis maupun yang yang tidak bisa baca tulis. Ibnu Hajar menulis, “Tulisan ini adalah hakiki, sesuai dengan lahirnya, dan tidak sukar untuk diketahui oleh sebagian orang (yang muslim) dan tidak diketahui oleh sebagian orang lagi (yakni orang kafir) bahkan orang muslim yang buta huruf pun dapat membacanya. Hal ini disebabkan kemampuan memandang itu diciptakan oleh Allah bagi hamba-Nya bagaimana dan kapan saja ia berkehendak. Tulisan ini dapat diketahui oleh mukmin dengan pandangan matanya, meskipun dia tidak kenal tulis- menulis, dan tidak dapat diketahui oleh kafir sekalipun dia tahu baca tulis. sebagaimana halnya orang mukmin dapat mengetahui bukti-bukti kekuasaan Allah dengan pandangan matanya sedangkan orang kafir tidak mengetahuinya. Maka Allah menciptakan pengetahuan bagi orang mukmin tanpa mengalami proses belajar mengajar. sebab pada zaman itu memang terjadi hal-hal yang luar biasa.”

Dajjal adalah seorang yang mandul tidak mempunyai anak. Dajjal akan muncul dari arah timur dari Khurasan (sekarang terletak di Iran timur) dengan diiringi 70.000 orang Yahudi Ashbahan (sebuah kota di tengah Iran).

Dajjal berjalan di muka bumi dengan cepat seperti hujan yang ditiup angin, ia masuk ke setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah karena (kedua kota tersebut) dijaga para Malaikat. Ketika ia tidak dapat masuk Madinah, maka kota Madinah berguncang tiga kali, lalu keluarlah orang kafir dan munafiq, kaum munafiq laki-laki dan perempuan (keluar) menuju Dajjal. Dalam riwayat lain, keluarlah orang munafiq laki-laki dan perempuan, dan fasiq laki-laki dan perempuan menuju Dajjal, itulah Yaumul Khalash (hari Pembebasan). Di riwayat yang lain, Dajjal tidak dapat masuk ke empat masjid yaitu, Masjid al-Haram, Masjid Nabawy, Masjid al-Aqsha, dan Masjid ath-Thuur.

Dajjal berada di muka bumi selama 40 hari. Sehari pertama seperti setahun, sehari kedua seperti sebulan, sehari ketiga seperti sepekan, dan sisa-nya seperti hari-hari biasa.

Fitnah Dajjal merupakan fitnah yang paling besar sejak Allah ciptakan Adam sampai hari Kiamat. Dajjal membawa dua sungai yang mengalir, salah satunya terlihat air putih, dan yang lainnya terlihat api yang menyala-nyala, apabila seseorang mendapati hal itu hendaklah ia masuk ke sungai yang tampak api, pejamkan mata, tundukkan kepala, minumlah! Itu adalah air yang sejuk. Dajjal mengaku sebagai rabb, menyuruh hujan untuk turun, lalu turun; menyuruh bumi untuk menumbuhkan tanaman, lalu tumbuh tanaman; menghidupkan orang mati dan yang lainnya sebagai fitnah bagi kaum Muslimin.

Dajjal akan dibunuh oleh Nabi ‘Isa Alaihissallam di sebuah pintu yang disebut dengan pintu Ludd. Pintu Ludd terletak di suatu desa di dekat Baitul Maqdis, di Palestina. Demikianlah sebagian kabar tentang Dajjal yang riwayatnya sampai kepada kita secara shahih.

Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: