Saat Mustajab, Di Waktu Yang Gelap

Saat Mustajab, Di Waktu Yang Gelap

Allah Subhanahu wata’ala Maha Kuasa, memberikan tanda tanda di dunia ini bagi manusia agar mereka tafakkur dan tadabbur serta mengambil faedah yang berhubungan dengan dunia dan akhiratnya. Diantara tandaNya adalah malam,

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, Maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.” (QS Yasin: 37)

Bagaimana jika Allah menjadikan setiap harinya itu malam?, tentunya banyak sekali kerugian yang akan menimpa manusia. Maka kita diperintahkan Allah untuk memperhatikannya, tidak hanya melewatkan malam begitu saja tanpa ada pelajaran yang bisa kita ambil darinya.

“Katakanlah: “Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah ilah selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?”

Nikmat Malam

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al Qoshos: 72-73)

Malam merupakan salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah, sehingga kita bisa istirahat. Sudah selayaknya kita bersyukur kepadaNya, menggunakan nikmat malam ini sesuai dengan kehendak pemberinya.

Bila kita tidak bersyukur dengan nikmat malam, jangan-jangan kita diwafatkan Allah ketika kita tidur padanya dan belum bersyukur akan nikmat yang satu ini. Atau bahkan menggunakannya dengan bermaksiat kepadaNya atau bermaksiat dengan sesama dengan mengambil harta yang bukan miliknya?. iyadzanbillah

“Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.” (QS Al Falaq: 3)

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan[orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az Zumar: 42)

Syukur Akan Nikmat Malam

Termasuk diantara kesyukuran kita dan buah dari tafakkur kepada tanda malam adalah kita berdzikir dan berdoa kepadaNya ketika ruh kita dikembalikan dan tidak ditahanNya, ketika mata ini terbuka dimalam hari sesaat maka ucapkanlah :

“laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Alhamdulillahi wa subhaanallah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billah”

Sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Dari sahabat ‘Ubadah bin Ash-Shamit dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي أَوْ دَعَا اسْتُجِيبَ لَهُ فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ

“Siapa yang bangun di malam hari lalu membaca “laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Alhamdulillahi wa subhaanallah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billah” (Tidak ada ilah yang berhaq disembah kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya. Dialah yang memiliki kerajaan dan baginNya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah dan tidak ada ilah yang berhaq disembah kecuali Allah dan Allah Maha Besar dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Dia) Kemudian dilanjutkan dengan membaca “Allahummaghfirlii” (“Ya Allah ampunilah aku”) atau berdo’a, maka akan dikabulkan baginya. Jika dia berwudhu’ lalu shalat maka shalatnya diterima.” (HR. Bukhari)

Saat Mustajab Di Waktu Yang Gelap

Subhanallah, siapa yang tidak mau doanya dikabulkan olehNya, inilah saatnya untuk berdoa, ketika bangun malam berdzikir mentauhidkanNya, memuji dan mengagungkan Allah Azza wa Jalla, serta mengkui nikmat-nikmatNya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ustujiiba lah, menandakan bahwa saat yang seperti ini adalah saat yang mustajab, tidak sama dengan waktu-waktu yang lain. saat dimana manusia terbangun dari tidur malamnya. Ada yang melewatkannya dan mengharamkan dirinya dari kebaikan yang banyak dengan tidur lagi tanpa berdzikir dan ada yang berdzikir mengingat Allah, melaksanakan sebaik baik petunjuk, yaitu petunjuk Rasulullah. maka tiada amal yang paling afdhal ketika seseorang bangun dari tidurnya kecuali mengucapkan dzikir dan doa ini.

Bila berdoa untuk memohon ampunan maka akan diampuni, apabila dilanjutkan dengan permohonan kebaikan dunia maupun akhirat maka akan diberikanNya. Dan bila diteruskan dengan berwudhu dan shalat malam, maka Allah akan menerima shalatnya.

Iklashkan niat kita, perbanyak doa yang bisa kita panjatkan diwaktu yang mustajab ini, semoga Allah memudahkan kita untuk bisa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan termasuk nikmat malam dengan berdzikir dan berdoa ketika bangun, kemudian berwudhu dan shalat menghidupkan malam. Amin waffaqoniyallahu waiyyakum

%d bloggers like this: