Matahari Terbit dari Arah Terbenam

Matahari Terbit dari Arah Terbenam

 

(Tanda Dekat Hari Kiamat 3)

وَنُؤْمِنُ بِأَشْرَاطِ السَّاعَةِ: مِنْ خُرُوجِ الدَّجَّال، ونُزُولِ عِيسَى ابنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ مِنَ السَّماءِ، وَنُؤْمِنُ بِطُلُوعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجِ دَابَّةِ الأرْضِ مِنْ مَوْضِعِهَا

(110) Kami beriman kepada tanda-tanda hari Kiamat; seperti keluarnya Dajjal, turunnya ‘Isa putra Maryam ‘alayhissalam dari langit, terbitnya matahari dari arah tenggelamnya, dan keluarnya dabbah (binatang bumi) dari tempatnya.

Pada dua edisi yang lalu telah kita bahas dua tanda besar yang pertama dari tanda-tanda besar datangnya hari Kiamat. Yakni, keluarnya Dajjal dan turunnnya Nabi ‘Isa dari langit. Pada edisi ini akan kita bahas tanda besar berikutnya, yakni terbitnya matahari dari arah terbenamnya: dari barat.

Keyakinan yang harus dimiliki oleh seorang mukmin terhadap semua yang dikabarkan oleh Rasulullah saw harus tanpa reserve. Asalkan para pakar riwayat sudah menyatakan keshahihan suatu hadits, wajib bagi seorang mukmin untuk menerimanya, meskipun akalnya belum dapat menerimanya. Salah satu contohnya adalah keyakinan tentang salah satu tanda dekatnya hari Kiamat: terbitnya matahari dari arah tenggelamnya.

Ilmu pengetahuan alam tingkat dasar maupun tingkat lanjut—mungkin—belum dapat menjelaskan bagaimana hal itu akan terjadi. Namun karena hal ini telah dikabarkan oleh Rasulullah saw, maka kita menerimanya. Tanpa harus menyebarkan kabar hoax di dunia maya dan lain sebagainya. Sumber akidah ahlussunnah wal jamaah adalah al-Qur`an dan as-Sunnah yang shahih.

Kabar dari al-Qur`an
Para mufasir menyatakan bahwa meskipun tidak secara tekstual, ihwal akan terbitnya matahari dari arah tenggelamnya telah disebut oleh Allah dalam al-Qur`an. Adalah firman-Nya,

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيْمَانِهَا خَيْرًا قُلِ انتَظِرُواْ إِنَّا مُنتَظِرُوْنَ

Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabb-mu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah, ‘Tunggulah oleh kalian sesungguhnya kamipun menunggu (pula)!’.” (Al-An’am: 158)

Di antara mereka yang menyatakan bahwa ayat ini memberitahukan ihwal akan terbitnya matahari dari arah tenggelamnya adalah Syaikhul Mufassirin ath-Thabariy, al-Qurthubiy, Ibnu Katsir, asy-Syawkaniy, dan Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy.

Statemen Para Mufasir
Setelah menyitir pendapat para ulama tentang ayat ini, ath-Thabari berkata, “Dan pendapat yang paling tepat tentang masalah itu adalah yang didukung oleh banyak riwayat dari Rasulullah saw beliau bersabda, ‘Hal itu terjadi ketika matahari terbit dari barat.’.” (Tafsir ath-Thabariy, 8/103)

Al-Qurthubi menulis, “Para ulama berkata, ‘Keimanan satu jiwa tidak bermanfaat ketika matahari telah terbit dari barat. Hal itu karena perasaan takut menghujam sangat dalam di hati, yang mematikan segala syahwat dan nafsu dan kekuatan badan menjadi hilang, demikian pula setiap kekuatan di dalam badan menjadi lemah. Maka semua manusia—karena keyakinan mereka akan dekatnya Kiamat—menjadi bagaikan orang yang sedang menghadapi sakaratul maut, dan terputusnya segala ajakan untuk melakukan berbagai macam kemaksiatan, dan anggota badan mereka tidak menginginkannya. Maka orang yang bertaubat pada kesempatan seperti itu tidak akan diterima taubatnya, sebagaimana tidak diterimanya taubat orang yang sedang sakaratul maut.” (Tafsir al-Qurthubiy, 7/146)

Ibnu Katsir berkata, “Jika tumbuh keimanan pada seorang kafir ketika itu, maka keimanannya tidak akan diterima. Adapun orang yang telah beriman sebelumnya, jika dia baik dalam perbuatannya, maka dia berada dalam kebaikan yang sangat besar. Adapun jika dia adalah orang yang mencampurbaurkan antara kebaikan dan keburukan, lalu dia bertaubat, maka taubatnya tidak diterima ketika itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/371)

Asy-Syawkani berkata, “Jika telah sah marfu’nya tafsir Nabawi ini dengan jalan yang benar tanpa ada celaan di dalamnya, maka pendapat tersebut wajib didahulukan dan harus diambil.” (Tafsir asy-Syawkani, 2/182)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy menulis, “Pada hari datangnya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Rabbmu, yang merupakan kejadian yang luar biasa, yang dengannya diketahui bahwa kehancuran telah demikian dekat, dan kiamat tidak lama lagi; maka tidak bermanfaat keimanan dari satu jiwa yang sebelumnya tidak beriman atau yang belum membuahkan kebaikan dalam keimanannya, yakni apabila telah dijumpai sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, maka tidak bermanfaat keimanan seorang yang kafir apabila dia hendak beriman. Tidak pula bermanfaat bagi seorang mukmin yang kurang beramal untuk semakin bertambah keimanannya setelah itu. Namun yang bermanfaat bagi dia adalah keimanan yang dia miliki sebelum itu serta kebaikan yang dia miliki yang diharapkan (bermanfaat) sebelum datangnya sebagian dari tanda-tanda tersebut. Dan hikmah dari semua itu jelas, di mana keimanan yang mendatangkan manfaat adalah keimanan terhadap perkara yang ghaib, dan merupakan pilihan dari seorang hamba (untuk beriman). Adapun bila tanda-tanda kekuasaan tersebut telah tampak, maka telah menjadi perkara yang disaksikan (bukan ghaib), sehingga keimanan tidak lagi berfaedah. Sebab, hal tersebut menyerupai keimanan yang terpaksa. Seperti keimanan orang yang tenggelam, yang terbakar, dan orang-orang semisalnya yang apabila telah melihat kematian, dia pun berusaha melepaskan apa yang dahulu dia yakini. Sebagaimana firman Allah SWT, ‘Maka tatkala mereka melihat adzab Kami, mereka berkata, ‘Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.’ Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku atas hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu, binasalah orang-orang kafir.’ (Al-Mukmin: 84-85)

Dan banyak hadits shahih dari Nabi saw yang menerangkan bahwa yang dimaksud dengan sebagian dari ayat-ayat Allah SWT adalah terbitnya matahari dari tempat terbenamnya. Dan di saat manusia melihatnya, maka mereka pun beriman. Namun keimanan mereka tidaklah bermanfaat dan telah tertutup pintu taubat atas mereka. Tatkala ini merupakan janji yang dinanti terhadap orang-orang yang mendustakan Rasul-Nya dan mereka beserta para pengikutnya menantikan kehancuran dan musibah, maka Allah SWT menyatakan, ‘Katakanlah, tunggulah (munculnya salah satu dari tanda tersebut), sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang menunggunya,’ sehingga kalian akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih berhak mendapatkan keselamatan.’.” (Tafsir as-Sa’diy, 1/281-282)

Kabar dari Nabi
Sedangkan kabar dari Nabi saw yang shahih jelas-jelas menerangkan kejadiannya banyak sekali. Di antaranya:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنَ الْمَغْرِبِ، فَإِذَا طَلَعَتْ، فَرَآهَا النَّـاسُ؛ آمَنُوا أَجْمَعُوْنَ، فَذَلِكَ حِيْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِيْ إِيْمَانِهَا خَيْرًا.

Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga matahari terbit dari barat. Jika ia telah terbit, lalu manusia menyaksikannya, maka semua orang akan beriman. Ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

بَادِرُوْا بِاْلأَعْمَالِ سِتًّا: …طُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا.

Segeralah beramal sebelum datangnya enam perkara: … (6) terbitnya matahari dari arah terbenamnya.” (HR. Muslim)
Imam Ahmad dan Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amru ra bahwa beliau berkata, “Aku hafal satu hadits dari Rasulullah saw yang tidak pernah aku lupa setelahnya. Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ اْلآيَاتِ خُرُوْجًا طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا.

Sesunguhnya tanda Kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari arah barat.”

Dus, hanya firqah sesat seperti Khawarij dan Mu’tazilah yang menolak akidah terbitnya matahari dari barat, dari arah tenggelamnya. Wallahu al-Muwaffiq.

%d bloggers like this: