Virus, Hikmah dibalik Ketidaksempurnaan

Virus, Hikmah dibalik Ketidaksempurnaan

Mari berkenalan dengan virus. Kita sering menyamaratakannya dengan sebutan kuman, bersama bakteri dan mikoorganisme patogen lainnya. Meski sejatinya, virus memiliki sifat yang sangat berbeda dengan bakteri dan sejenisnya.

Banyak penyakit manusia yang disebabkan virus. Mulai dari influensa, demam berdarah, hingga HIV/AIDS. Dan, belum semua penyakit yang disebabkan virus ada obatnya. Dengan kata lain, manusia belum bisa mengalahkan virus.

BACA JUGA: Serbuan Virus Materialisme

Virus sebenarnya makhluk yang tidak sempurna. Virus adalah makhluk mikro yang bersifat parasit obligat. Dia tak bisa hidup, jika tidak menginfeksi sel organisme biologis. Ini terjadi karena virus tidak memiliki kelengkapan hidup layaknya sebuah sel hidup. Virus hanya terdiri dari asam nukleat (DNA atau RNA, tapi tidak keduanya), yang terbungkus selubung protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya.
Karena itulah, rirus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Tapi, dibalik ketidaksempurnaan virus ini, tersimpan hikmah yang luar biasa.

Virus, makhluk yang sangat sederhana, terbukti mampu mengalahkan manusia. Betapa banyak yang tak berdaya setelah terinfeksi virus. Ada virus flu burung, HIV, demam berdarah, hingga yang terakhir, virus ebola. Apalagi, hingga kini manusia belum mampu membuat obatnya.

Allah pernah menantang para penyembah berhala untuk membuat lalat, dalam ayat 73 surah Al-Hajj. Dan hingga kini, tak ada manusia yang berhasil mewujudkannya. Ya, jangankan membuat lalat, makhluk hidup kompleks dengan kelengkapan hidup yang canggih. Bahkan membuat virus, yang sangat sederhana pun, manusia tak sanggup.

Maka, tak pantas kita berbangga dengan segala kemegahan dunia, kecanggihan teknologi, dan ketinggian ilmu pengetahuan, jika tidak dibarengi dengan ketakwaan dan keimanan kepada Allah, Sang Mahapencipta.

%d bloggers like this: