Meminta Surga Yang Paling Utama

Meminta Surga Yang Paling Utama
اَللَّهُمَّ إنّيْ أَسْأَلُكَ الفِرْدَوْسَ أَعْلَى الجَنَّة

Allahumma innii asaluka al firdausa a’la al jannah

“Ya Allah hamba meminta dan memohon kepadaMu al firdaus, surga yang paling tinggi.”

Manusia memiliki cita-cita dan harapan di dunia ini. Bahkan saking tingginya cita cita dan harapannya,sampai-sampai diungkapkan dengan perkataan ‘cita citanya setinggi langit. Tidak patut bagi seorang muslim memiliki cita-cita keduniaan saja kemudian melupakan serta meninggalkan kehidupan akhirat, tentunya yang lebih tepat adalah bila cita-cita akhiratnya lebih diutamakan dan menjadi prioritasnya ketika ia hidup di dunia. Atau bahkan amal yang ia lakukan di dunia ini adalah sejatinya untuk memburu cita-citanya di akhirat.

Memohon kepada Allah agar diberi surgaNya al firdaus merupakan ungkapan seorang muslim dalam meraih cita-cita, harapan dan kesuksesan yang hakiki. tidak sembarang surga karena surga bertingkat tingkat dan berderajat, bahkan surga yang paling tinggi dan paling utama yang diharapakan, ini adalah sebagaimana anjuran Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam shahihnya pada bab darajat mujahidin fi sabilillah (derajat orang yang berjihad fi sabilillah), bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ جَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُبَشِّرُ النَّاسَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

“Barang siapa yang beriman kepada Allah, menegakkan shalat, berpuasa bulan ramadhan, maka sudah pasti Allah akan memasukkannya kedalam surga, baik apakah dia berjihad di jalan Allah atau dia hanya duduk tinggal di tempat di mana dia dilahirkan”.

Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya kami sampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya di surga itu ada seratus derajat (kedudukan/tingkat) yang Allah menyediakannya buat para mujahid di jalan Allah dimana jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi.

BACA JUGA: Masuk Surga Bermodal Cinta

Untuk itu bila kalian minta kepada Allah maka mintalah surga al firdaus karena dia adalah tengahnya surga (utama) dan yang paling tinggi. Aku pernah diperlihatkan bahwa diatas firdaus itu adalah singgasanannya Allah Yang Maha Pemurah dimana darinya mengalir sungai-sungai surga”. (HR. Bukhari)

Surga bertingkat-tingkat, yang paling utama dan paling tinggi serta paling dekat dengan Allah adalah surga al firdaus, karena ia (al firdaus) tepat di bawah Arsy Allah.

Perbedaan derajat dan tingkatan ini membuat seorang muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan yang paling utama dan paling tinggi. Demikianlah seharusnya yang diperlombakan, sebagaimana firman Allah : “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al Muthaffifiin : 26)

Surga tidak didapat dengan angan-angan atau dengan menunda amal dan duduk. Akan tetapi dengan semangat yang tinggi dan kesungguhan dalam beramal, baik berupa perbuatan maupun perkataan. Allah Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” (QS. Al Kahfi: 107-108) Mereka tidak ingin pindah dari surga firdaus karena keutamaan dan ketinggian kedudukannya, serta tidak ada kedudukan yang lebih baik lagi darinya.

Yang menunda dan bahkan tidak beramal, berarti ia sedang berangan-angan dan ini dilarang dalam Islam, yang berkeingingan mendapatkan alfirdaus dibuktikan dengan beramal di dunia maka ia sedang berharap, dan inilah yang benar. yang berangan-angan berarti ia lemah dan yang berharap dengan bukti amal ia adalah orang yang cerdas dalam menggapai cita-citanya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ

Al-Kayyisu (orang yang cerdas) adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal bagi sesuatu setelah mati, dan al-‘aajizu (yang lemah) adalah orang yang menjadikan dirinya sebagai pengikut hawa nafsunya, dan ia berangan-angan (mendapatkan ampunan dari Allah).” (HR At-Tirmidzi)

Setelah beramal dengan amalan shaleh, mari kita barengi dengan amalan lisan kita, dengan berdoa kepada Allah untuk meminta surga yang paling utama dan paling tinggi yaitu alfirdaus, semoga Allah ta’ala memudahkan kita semua untuk bisa beramal di dunia dan mendapatkan rahmatNya dengan dimaksukkan di jannahNya al firdaus, allahumma amin.