Maka Perbanyaklah Doa

Perbanyaklah Doa

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengkhabarkan bahwa posisi terdekat bagi seorang hamba dengan Rabnya adalah ketika ia sujud. Rukuk dan sujud adalah bentuk atau keadaan yang menyatakan ketundukan dan kehinaan seseorang, makanya rukuk dan sujud tidak boleh kita lakukan selain kepada Allah sebagaimana kita tidak boleh pula berdoa kepada selain Allah.

Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam memerintahkan kepada kita untuk bersungguh sungguh dalam berdoa dan memperbanyaknya ketika kita sujud, baik itu dalam shalat yang sunnah ataupun shalat yang wajib sesuai keumuman dalam hadits

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)

Karena dekat maka menjadi mustajab, permohonan terbaik adalah apa yang pernah dimohonkan oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. Beliau shallallahu’alaihi wasallam diberi jawami’ul kalim, singkat dan pendek kalimatnya namun luas dan menyeluruh kebaikanya.

Diantara doa yang diperbanyak dilafadzkan oleh Nabi dalam sujudnya adalah sebagaimana dituturkan oleh umahatul mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca do’a dalam rukuk dan sujudnya dengan bacaan: “SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII.” (Maha suci Engkau wahai Rab kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku) (HR. Bukhari)

Dalam lafadz muslim, “kana Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam yuksiru an yaqulu fi ruku’ihi wa sujudihi, Subhanakallahumma..” (Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memperbanyak berdoa dalam rukuk dan sujudnya dengan membaca, Subhanakallahumma..)

‘Aisyah radhiallahu’anha di akhir hadits berkata ‘yata awwalul qur’an’ maksudnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam langsung melaksanakan apa yang terkandung dalam surat an nashr, yaitu dengan banyak mengucapkan lafadz doa ‘subhanakallahumma rabbana wabihamdika (ini adalah fasabbih bihamdika rabbika) allahummaghfirli (ini adalah was taghfirh).

Doa ini selalu dimunajatkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam hingga beliau wafat, hal ini diketahui ketika turun surat an Nashr, dan surat an Nashr termasuk surat madaniyah yang akhir, Ibnu Abbas berkata, “ini adalah ajal Rasulullah, Allah memberitahukannya kepada beliau, “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,” maka itulah tanda ajalmu, “maka bertasbihlah dengan memuji Rabmu dan mohonlah ampunan kepadaNYa, sungguh Dia maha menerima taubat.” (HR, Bukhari)

BACA JUGA : Ada Doa Dalam Tutur Kata

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memulai doanya dengan doa tsana’, Mensucikan Allah dari setiap kekurangan dan ketidaksempurnaan serta memuji Allah dengan seluruh kebaikan dan kesempurnaan, inilah adab berdoa yang seharusnya setiap muslim mencontohnya, sebelum meminta maka memuji dan mensucikanNya. Kemudian baru memanjatkan permintaan, yaitu berupa Permohonan ampun atau istighfar. Meskipun cuma satu permintaannya, singkat dan pendek namun ini menjadi solusi dari setiap permasalahan dan harapan setiap manusia, baik dunianya maupun akhiratnya.

Simak firman Allah ta’ala dalam surat Nuh ayat sembilan sampai dengan dua belas, yang menyebutkan istighfar dan buah dari istighfar, setelah memohon ampun kepada Allah dan memperbaiki amal dan ketaatan, maka Allah akan menganugerahkan putra dan harta, menumbuhkan berbagai macam tanaman, memperbanyak ternak dan memberikan rizki berupa sungai-sungai dan kebun kebun.

dalam tafsir ibnu katsir diriwayatkan dari Umar bin khattab, bahwa beliau pernah naik mimbar untuk meminta hujan, tiada hentinya beliau beristighfar dan tidak menambah dalam doanya kecuali istighfar. Begitu pula al Abbas radhiallahu’anhu berdoa di zaman Umar radhiallahu’anhu, beliau berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya kami mengetahui Engkau tidak akan menurunkan siksa kecuali karena dosa, dan Engkau tidak akan mencabutnya kecuali dengan taubat, dan saksikanlah oleh Engkau, sesungguhnya kami beristighfar kepadaMu.”

Selain mendapatkan buah istighfar di dunia berupa karunia dan nikmat yang melimpah, dengan diterimanya permohonan ampun dan taubat kita oleh At Tawwab, Dzat yang Maha penerima taubat maka kebahagiaan hakiki di akhirat akan didapat, karena hanya yang telah disucikan Allah lah yang pantas dan bisa menjadi penghuni surga bertetangga dengan Allah subhanahuwata’ala.

Sudah sepatutnya bagi setiap muslim yang mengaku umat Muhammad shallallahu’alaihi wasallam untuk mencontoh dan mengikuti Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, merespon dengan cepat dari setiap perintah dalam ayat maupun hadits yang shahih, kemudian selalu mendoakan doa ini dalam sujud sujud, karena kita tidak tahu dan tidak mungkin wahyu turun untuk memberi tahu dekatnya ajal kita, namun yang jelas dan pasti bahwa kita semua akan mati. Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu mencontoh dan mengikuti Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. amin