Istri Pernah Berzina

arrisalahnet Istri Pernah Berzina

Ustadz, saya kaget saat istri mengaku bahwa dia pernah berzina sebelum menikah dengan saya. Apa sikap yang harus saya ambil mengenai kejadian ini? Jujur, hati saya sangat sakit mendengar kabar ini. Saya mohon nasihat Ustadz agar tidak galau berkelanjutan. Jazakumullah sebelumnya.

Abdullah

………………..

Jawaban:

Akhi Abdullah yang budiman, ada banyak alasan kenapa manusia melakukan kesalahan, selain kenyataan bahwa manusia memang tidak bisa terhindar dari dosa. Apapun alasannya, persoalan yang lebih penting adalah bisa tidaknya kita mengambil pelajaran dari kesalahan itu, juga apakah kita mau bertaubat nasuha kepada Allah. Sebab sebaik-sebaik manusia yang melakukan kesalahan adalah yang mau bertaubat.

Hargailah kejujuran istri dan bersikap bijaklah dengan melihat kesungguhannya bertaubat dan berubah menjadi lebih baik. Bantuan Anda agar dia bisa melalui hari-hari sulit penuh sesal, jelas sangat dibutuhkan. Alih-alih menebar kemarahan dan kebencian, lebih baik Anda memilih untuk memaafkan dan mengasihaninya, karena dia sendiri sudah sangat berat dengan keadaannya sekarang. Berdoalah agar dia menjadi pribadi yang jauh lebih berkualitas, justru karena pernah berbuat kesalahan di masa lalu itu.

Yang kedua adalah menyimpan rahasia itu baik-baik, bukan malah membukanya sehingga menjadi konsumsi publik, agar tidak timbul madharat yang lebih besar. Sebab, “Orang yang telah bertaubat dari perbuatan dosa, layaknya orang yang tidak memiliki dosa.” HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi. Meski Anda sangat kecewa, inilah saatnya menunjukkan kelas sebagai lelaki dewasa yang tetap bisa bersikap tenang meskipun sedang galau.

Jika Anda memilih mempertahankannya, fahamilah betapa sulitnya dia menghapus memori kelam masa lalunya. Bersikaplah bijak dengan menerima dirinya sepenuhnya. Jangan pernah mengungkit-ungkit lagi kesalahan itu meski dengan alasan kemarahan dan kekecewaan. Saya tahu bahwa hal itu tidak mudah, namun sikap mengungkit-ungkit kesalahan yang sudah dikubur dalam-dalam adalah tindakan yang sangat menyakitkan. Apalagi jika keperawanan bukan menjadi syarat pernikahan Anda dahulu.

Namun jika Anda melihat bahwa melepaskannya adalah pilihan yang lebih baik, tentunya setelah melakukan istikharah, maka lakukanlah dengan ksatria. Kembalikanlah dirinya secara baik-baik kepada keluarganya. Lupakan dia dan masa lalunya, agar lisan Anda terjaga dari mengumbar keburukan orang lain. Toh, sekarang dia bukan siapa-siapa Anda.

Semoga Allah memudahkan urusan Anda.

%d bloggers like this: