Morning Sickness Pada Masa Kehamilan

Mohon Kefakihan Mendapat Seluruh Kebaikan

Saat dinyatakan positif hamil dan menjalani awal kehamilan , banyak ibu hamil mengalami mual dan muntah. Gejala mual dan muntah ini bahkan dialami oleh hampir tiga perempat wanita yang dinyatakan hamil terutama di trimester pertamanya/tiga bulan awal kehamilan. Gejala mual dan muntah yang terkadang menyiksa ini dinamakan morning sickness.

Dinamakan morning sickness , karena gejala ini biasanya dirasakan parah di pagi hari kemudian sedikit mereda di siang hingga sore hari. Bahasa medis dari morning sickness ini adalah nausea and vomiting of pregnancy yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti mual dan muntah selama kehamilan.

Banyak ibu hamil yang mengeluh akiabat mual muntah yang dialami karena memang dirasakan sangat berat dan tidak nyaman,  Karena beratnya terkadang morning sickness ini membuat ibu hamil tak sanggup beraktivitas dan bahkan harus bedrest/istirahat total, .namun sebagian dari wanita hamil ada yang menikmati karena menjadikannya bagian dari kejutan kehmilan Meskipun berat, kalau akhirnya membahagiakan karena dikaruniai buah hati yang diinginkan tak pernah menjadikan ibu hamil takut untuk menjalani morning sickness

 

Apakah morning sickness berbahaya?

Morning sickness terjadi Karena perubahan hormon akibat kehamilan yang dialaminya sehingga akan merasa terganggu

dengan aktivitas keseharian selama kehamilan di trimester pertama.bagi sebagian wanita yang mengalami morning sickness dengan keadaan normal dan mampu mengatasinya hal ini tidak akan membahayaka, akan tetapi jika  morning sickness terjadi berlebihan hingga tidak dapat menerima makanan dan mual ketika anda mengkonsumsi air sehingga lebih mudah dehidrasi ditambah dengan pikiran negatif tentang makanan dan tidak mempunyai rasa keinginan makanan tertentu (ngidam) bisa berefek kurang baik terhadap kesehatan ibu maupun janin dalam kandungannya maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan  untuk mengatasinya.

Lamanya Morning Sickness

Morning sickness umumnya terjadi pada trimester pertama kehamilan. Ada wanita hamil yang mual-mual dan diikuti dengan muntah, namun ada juga yang hanya merasa mual. Rasa mual biasanya muncul saat kehamilan memasuki minggu ke-6, tetapi bisa juga timbul lebih awal pada minggu ke-4.

Ada ibu hamil yang terbebas dari gejala mual-mual dan muntah setelah melewati 14 minggu. Ada pula yang butuh waktu sekitar sebulan untuk terbebas dari morning sickness, meski mungkin nanti akan muncul-hilang selama masa kehamilan. Bahkan ada juga ibu hamil yang terus menerus mengalami mual dan muntah sepanjang kehamilan sampai persalinan .

 

Penyebab morning sickness

Apakah sebenarnya yang menyebabkan wanita hamil mengalami morning sickness? Berikut ini, beberapa hal

yang dipercaya sebagai penyebab umum, morning sickness yang sering dialami ibu hamil.

  • Peningkatan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) di masa kehamilan

Sebenarnya, belum ada kepastian mengenai bagaimana hormon HCG membuat terjadinya gejala mual dan muntah pada ibu hamil. Hanya saja, ketika ibu hamil mengalami mual dan muntah-muntah, diketahui bahwa hormon HCG di dalam dirinya pun mengalami peningkatan. Selain itu, beberapa hormon lain seperti estrogen juga diduga berpengaruh dalam timbulnya gejala morning sickness ini.

  • Hormon progesteron

Sistem pencernaan ibu hamil sering kali bermasalah saat kehamilan. Hal ini karena terjadi peningkatan hormon progesteron yang akan memperlambat metabolisme, salah satunya sistem pencernaan. Dalam hal ini, proses mencerna makanan yang dipengaruhi hormon progesteron membutuhkan waktu yang lebih lama

  • Meningkatkan indra penciuman dan sensitivitas pada bau yang tajam

Wanita yang sedang hamil biasanya sensitif dengan bau-bauan meskipun jaraknya cukup jauh darinya. Hal ini bisa menjadi penyebab ia mual dan muntah. Dulu sebelum hamil bau parfum tidak membuatnya mual, kini saat hamil bisa membuatnya mual hingga muntah-muntah. Tak hanya itu, bau-bauan lain seperti bau durian atau bau makanan juga bisa memunculkan gejala ini. Hal ini diduga karena pengaruh meningkatnya hormon estrogen pada wanita hamil.

  • Makanan

Makanan yang berasa pedas dan berminyak kerap menimbulkan gejala mual dan muntah pada wanita hamil. Sistem pencernaan ibu hamil mengalami perubahan dari biasanya akibat hormon yang meningkat saat kehamilan. Oleh karena itu, menahan konsumsi makanan pedas dan berminyak bisa menghindarkan dari mual dan muntah. Makanan pedas dan berminyak seperti balado telur dan terong, rendang, petis, dan lain-lain sebaiknya dihindari dulu supaya tidak memicu mual.

  • Stres

 

Mencegah Morning Sickness

Beberapa hal  yang perlu  dihindari wanita hamil  untuk membantu mencegah morning sickness antara lain:

  1. Makan dalam porsi sedikit tetapi lebih sering.

Makan dalam porsi besar akan membuat perut menjadi terlalu penuh dan dapat memicu rasa mual.

  1. Konsumsi makanan sehat dan seimbang yang menyediakan semua nutrisi dan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
  2. Sediakan selalu makanan kecil.

Makanan kecil akan bagus untuk menghindarkan perut kosong terutama pada malam hari.

  1. pilihlah makanan yang paling membangkitkan selera makan namun tetap aman untuk dikonsumsi.
  2. Minumlah air lebih banyak untuk mencegah dehidrasi terutama ketika rasa mual diirngi frekuensi muntah yang sering.
  3. Makan makanan yang banyak mengandung karbohidrat disertai asupan sayuran segar.
  4. Sempatkan untuk tidur siang sebagai cara mengembalikan tingkat energi dan menghilangkan kelelahan.
  5. Perbanyak istirahat. Hindari tidur terlalu malam apalagi begadang.
  6. Pakailah pakaian yang   Hindari pakaian yang ketat didaerah perut karena dapat memperparah rasa mual.
  7. Tetaplah berpikiran positif terhadap kehamilan yang sedang dialami
  8. Hindari stress dan berusaha untuk tenang selama kehamilan.Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah ataupun meminimalisir terjadinya morning sicknesp ada wanita hamil.Apabila mual muntah masih dirasakan, hal itu masih dalam batas normal sehingga sebaiknya kita mestinya bersikap sabar dan berharap pahala dari Allah..Namun bila mual muntah terjadi berlebihan yang mengakibatkan dehidrasi sebaiknya segera  memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat.jangan menunda-nunda agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.
%d bloggers like this: