Doa Menjauh Dari Kemungkaran

Tetaplah Berdoa Meski Ijabah Belum Menyertainya

Berdoa kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan dan terhindar dari keburukan merupakan kebutuhan manusia di dunia, sungguh sangat beruntung dan bahagia bila seorang hamba di dunia ini dibukakan oleh Allah pintu pintu doa. Keberkahan akan meliputi kehidupannya hingga sempurna kenikmatannya di surga.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengajarkan kepada kita suatu doa yang pendek namun menyeluruh maknanya untuk mendapatkan segala kebaikan dan terhindar dari seluruh kemungkaran. Sahabat Qhutbah bin Malik radhiallahu’anhu berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan: “ALAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN MUNKARAATIL AKHLAAQ WAL A’MAALI WAL AHWAAAI” (Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari berbagai kemungkaran akhlak, amal maupun hawa nafsu).” (HR. Tirmidzi)

Kemungkaran bermakna sesuatu yang tidak ma’ruf, yaitu dikenal sebagai perbutan yang tidak baik dalam masyarakat dan kemungkaran ini diingkari atau ditolak karena dianggap buruk. Kemungkaran yang dimaksud Islam adalah segala sesuatu yang menurut syariat buruk, tercela dan haram. Bisa bebentuk ucapan, amalan bahkan keyakinan.

Bila kemungkaran telah merebak, banyak yang melakukannya maka ia akan dianggap suatu hal yang biasa dan diterima. Atau bila kebaikan telah ditinggalkan oleh kebanyakan, dan suatu ketika kebaikan ini muncul pada segelintir orang, bisa jadi malah dianggap sebagai suatu yang mungkar. Karenanya sangatlah perlu bagi kita untuk berdoa kepada Allah supaya dijaukan dari kemungkaran (segala sesuatu yang buruk, tercela dan haram dalam agama), sehingga Allah mendekatkan kita kepada kebaikan kebaikan.

Kemungkaran Akhlak

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Kaum mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka.” (HR. Tirmidzi)

Kesempurnaan iman dipengaruhi oleh kebagusan akhlak, bahkan kecintaan Rasul dan kedekatan sesorang denga Rasul di Jannah nanti dipengaruhi oleh akhlak yang baik, Rasul bersabda :

“Sesungguhnya orang yang paling saya cintai dan paling dekat majelisnya denganku di antara kalian pada hari kiamat kelak (di surga) adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)

Sebaliknya iman akan melemah dan bisa jadi hilang dengan dominasi akhlak yang buruk. Buruk sangka kepada saudara, iri dengan kenikmatan yang dimiliki tetangga, bakhil, mudah marah, tidak suka memaafkan, mendendam, suka mencela, mengumpat dan menghina, sombong, tidak menerima takdir, tidak ridha dengan hukum Allah dan yang semisalnya. bila akhlak buruk ini melekat maka ia akan mendatangkan segala keburukan dan menjauhkan kebaikan dari pelakunya.

Kemungkaran Amal

Termasuk dalam amalan yang mungkar, diingkari syariat dan masyarakat pada umumnya adalah; membunuh, berzina, minum khamer, mencuri, korupsi, judi. Ketika kita berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari kemungkaran amal, maka ini mencakup seluruh amalan dosa besar dan kecil.

Karena kita tidak ma’shum (terjaga dari kesalahan), maka besar kem