Memaafkan Itu Berat, Benarkah?

Memaafkan Itu Berat, Benarkah?

Perlu kekuatan untuk meminta maaf, tapi perlu lebih banyak kekuatan untuk memberi maaf. Allah adalah Dzat yang maha kuat dan karenanyalah Dia mampu memaafkan kesalahan manusia yang tak terhitung jumlahnya. Manusia yang mampu memberi maaf jauh lebih kuat daripada yang meminta maaf.

Memaafkan Itu Membebaskan

Memaafkan itu membebaskan. Luka hati itu kan membusuk menjadi dendam. Dan dendam akan memenjarakan jiwa dalam jeruji kebencian dan kesedihan. Menjauhkan dari kebahagiaan. Memaafkan berarti mengobati luka. Sakit, perih, berat, tapi hanya sebentar. Luka hati yang tersimpan akan jauh lebih menyakitkan daripada perihnya hati saat memaafkan. Memaafkan berarti membebaskan jiwa dari tuntutan dendam.

Memaafkan itu memperlakukan orang seperti kita ingin diperlakukan. Fa kama tadinu tudanu, maka seperti apa kamu memperlakukan, seperti itu kamu akan diperlakukan. Saat kita memaafkan, saat itu pula kita adalah manusia yang punya salah dan ingin pula dimaafkan. Ini bukan karma, tapi sunatullah bahwa setiap hamba akan mendapatkan apa yang memang berhak ia dapatkan.

Memaafkan itu meneladani sifat Dzat Yang Maha mulia. Allah adalah Dzat yang Maha kuat, mampu menghukum semua kesalahan, tapi di sisi lain Allah adalah Dzat yang maha memaafkan dan Maha memberi ampunan. Lantas mengapakah kita tak memaafkan padahal seringnya kita tak mampu membalas dan hanya mampu menyimpan luka?

Memaafkan itu meneladani sifat Nabi. Nabi Yusuf memaafkan saudara-saudaranya yang telah membuangnya tanpa belas kasihan. Sangat menyakitkan karena semua itu dilakukan murni kareda dengki. Kesalahan sebesar itu dimaafkan tanpa syarat. Nabi Muhammad memaafkan orang-orang yang telah memerangi dirinya selama duapuluhan tahun. Orang-orang yang telah menghinanya, mengintimidasi, melukai, mengusir bahkan berkali-kali memerangi dan membunuh sahabat-sahabatnya. Pada Fathu Makkah, mereka juga dimaafkan begitu saja.

Memaafkan Itu Menguntungkan Diri Sendiri

Memaafkan itu menguntungkan diri sendiri. Apakah kita berpikir, jika kita memaafkan, orang yang berbuat salah kepada kita lantas bebas begitu saja? Tidak. Keadilan Allah akan tetap ditegakkan. Mengapa? Sebab, ada yang telah meminta maaf kepada manusia lalu dimaafkan, tapi dia tidak meminta maaf kepada Allah, lalu diberi hukuman. Jadi, saat kita memaafkan, kita menguntungkan diri sendiri dengan pahala dan rahmat-Nya.

Baca Juga: Memaafkan Dan Anda Akan Sehat

Mari memaafkan agar kita juga dimaafkan. Mari memaafkan agar hati lebih tenang. Mari memaafkan karena dengan memaafkan, Allah akan bertambag sayang. (aviv)