Waspadai Sinusitis

waspadai sinusitis

Setiap manusia pernah  mengalami pilek , tidak hanya sekali dua kali bahkan bisa dikatakan sering. Selagi pilek itu tidak berkepanjangan, biasanya bukan merupakan penyakit serius yang membahayakan tubuh. Yang perlu kita perhatikan apabila pilek berlangsung berkepanjangan yang tak kunjung sembuh dan keluar lendir berwarna kuning atau hijau, kepala sering sakit bahkan terkadang diiringi demam. Jika ada gejala demikian, terbuka kemungkinan itu merupakan gejala sinusitis. Apakah sinusitis itu?

Definisi Sinusitis

Penyakit sinusitis merupakan peradangan pada sinus. Sinus  merupakan rongga udara di daerah wajah (di balik tulang wajah) yang terhubung dengan hidung.  Ketika terjadi sinusitis, maka rongga yang normalnya berisi udara dan sedikit lendir ini menjadi meradang sehingga lapisan mukosanya menebal atau membengkak menghasilkan banyak lendir (ingus) namun ingus ini tidak dapat keluar dengan lancar dengan kata lain produksi lebih besar dari pengeluarannya sehingga banyak ingus terperangkap didalamnya. Kondisi seperti ini  menjadi media yang baik untuk pertumbuhan bakteri sehingga muncullah berbagai macam gejala sinusitis.

Pembagian Sinusitis

Pembagian  Sinusitis  berdasarkan durasinya  adalah sebagai berikut:

  1. Akut – Sinusitis akut terjadi secara tiba-tiba,  tidak bertahan lama. peradangan sinus biasanya hilang dengan sendirinya.
  2. Sub-akut – Sinusitis dianggap sub-akut apabila terjadi selama lebih dari 3 minggu namun kurang dari 12 minggu.
  3. Kronis – Ketika seseorang mengalami sinusitis sampai 3 bulan.

Penyebab Sinusitis

Sinusitis dapat disebabkan oleh faktor berikut:

  1. Kelainan bawaan – Penyumbatan sinus dapat disebabkan oleh kelainan bentuk tulang di rongga hidung dan septum (pembatas di antara kedua rongga hidung) yang bengkok.
  2. Virus – Virus yang menginfeksi rongga hidung dapat berpindah dan masuk ke sinus. Sinusitis yang disebabkan oleh virus biasanya bertahan lebih lama daripada pilek.
  3. Infeksi gigi – Bakteri dapat bersarang di banyak bagian mulut, termasuk gigi dan gusi. Apabila tidak segera ditangani, bakteri dapat menyebabkan peradangan, yang dapat menyebar ke sinus.
  4. Rhinitis alergi Banyak orang yang keliru antara sinusitis dan rhinitis karena keduanya adalah penyakit yang ditandai dengan mukus yang sangat tebal. Rhinitis adalah reaksi alergi  yang menyebabkan iritasi hidung. Ketika hidung mengalami iritasi, hidung akan dipaksa untuk menghasilkan lebih banyak mukus. Saat mukus terdorong ke tenggorokan, tenggorokan juga akan mengalami iritasi menyebabkan batuk.

Gejala Sinusitis

Berikut ini Gejala Sinusitis yang perlu kita ketahui:

  • Sakit Pada Wajah dan Dahi

Gejala sinusitis yang paling sering adalah rasa sakit atau nyeri di sekitar wajah dimana sinus yang meradang itu berada, yakni di dahi, antar mata, belakang hidung, kedua sisi hidung, rahang atas depan, gigi rahang atas, nyeri di belakang mata, di puncak kepala, atau di sepanjang tengkuk.

  • Ingus/lendir berwarna kuning atau hijau

Jika Anda mengalami infeksi sinus, maka gejala yang sering muncul adalah ingus yang keluar dari hidung berwarna kuning atau hijau serta berbau tajam. Ingus juga dapat mengalir ke belakang ke arah tenggorokan sehingga akan merasa gatal dan tak nyaman di bagian belakang tenggorokan. Inilah yang disebut dengan postnasal drip.

  • Hidung Tersumbat

Pada saat yang bersamaan dengan keluarnya ingus, sinusitis juga akan memiliki gejala hidung tersumbat. Karena infeksi atau perdangan akan menyebabkan pembengkakan pada sinus dan hidung bagian dalam. Akibat dari tersumbatnya hidung, biasanya akan disertai berkurangnya penciuman dan perasa (pengecapan).

  • demam

Adanya infeksi biasanya disertai dengan suhu tubuh yang meningkat/ demam.

  • Sakit Kepala

Tekanan tinggi dan pembengkakan yang terjadi pada sinus yang terus menerus dapat bergema di seluruh tengkorak sehingga dapat menyebabkan sakit kepala. Rasa sakit juga bisa muncul di tempat-tempat yang mungkin tak terduga, seperti sakit telinga, sakit gigi, dan nyeri pada rahang dan pipi. Sakit kepala akibat sinusitis sering kali memberat di pagi hari karena cairan telah mengumpul sepanjang malam.

  • Batuk

Batuk akibat sinusitis cenderung terjadi pada malam hari. Tidur dalam posisi setengah duduk dengan kepala tegak dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas batuk seperti ini.

  • Sakit Tenggorokan

Gejala sinusitis yang berupa Postnasal drip seperti telah disinggung sebelumnya, dapat menyebabkan tenggorokan menjadi radang dan sakit. Meskipun mungkin awal nya hanya terasa gatal, namun jika itu berlangsung selama beberapa minggu atau lebih, lendir dapat mengiritasi dan membuat tenggorokan meradang dan sakit.

Tips pengobatan Mandiri sinusitis

Berikut  ini beberapa hal yang bisa kita  lakukan secara mandiri untuk meringankan sinusitis:

  1. Istirahat cukup
  2. Perbanyak minum cairan, seperti air atau jus. Cairan ini akan membantu mencairkan sekresi mukosa dan meningkatkan drainase.
  3. Uapi sinus dengan menghirup uap dari semangkuk air panas, arahkan uap ke wajah. Bisa juga dengan mandi air panas, menghirup udara yang hangat dan lembab. Ini akan membantu meringankan rasa sakit dan membantu menguras lendir.
  4. Beri kompres hangat ke wajah. Tempelkan handuk hangat dan basah di sekitar pipi, hidung, dan mata untuk meringankan rasa sakit wajah.
  5. Tidur dengan kepala ditinggikan untuk mengurangi sumbatan.
  6. Hindari asap rokok dan polusi udara karena bisa mengiritasi saluran hidung.
  7. Periksakan pada dokter jika gejala tidak membaik setelah seminggu memulai pengobatan,  bahkan memburuk . Dalam kasus seperti ini, antibiotik dan steroid semprot atau tetes mungkin akan diresepkan oleh dokter. Untuk kasus sinusitis yang parah, ada kemungkinan dibutuhkan operasi untuk meningkatkan fungsi sinus dan juga fungsi drainase-nya. Operasi hanya disarankan jika pengobatan sinusitis lainnya gagal memberikan hasil.
%d bloggers like this: