Suami Tidak Komitmen

Suami Tidak Komitmen

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ustadz yang kami hormati, Saya seorang istri yang mengeluhkan tingkah laku suamiku akhir-akhir ini, padahal ia seorang pendakwah aktif dan seorang aktifis islam yang taat. Itu juga pilihanku untuk menikahi suami yang paham agama dan berdakwah. Tapi, akhir-akhir ini akhlak suamiku agak berubah, dia tidak komitmen dengan dengan janji-janjinya dan seringkali mengelak untuk mengakui kesalahannya.

Apa yang harus saya lakukan agar dia mau berubah seperti semula?

 

Jawaban :

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Saudari muslimah yang kami cintai, Rasulullah menekankan dua hal penting dalam memilih kriteria calon suami yaitu agama dan akhlaknya, rasulullah bersabda,

“Apabila datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia”

Agama dan akhlak adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, tapi realitanya, banyak sekali pemuda muslim yang paham agama, mereka kurang dalam hal akhlak dan bergaul dengan sesamanya. Ada beberapa penyebab diantaraya ; karakter bawaan, keluarga dan teman dekatnya.

Sebagai pasangan suami istri dua pokok ini sangat runyam apabila salah satu dari keduanya alpa, kasih sayang yang hendaknya diberikan bisa menjadi dosa karena celaan dan kemuliaan akan menjadi hina karena ketidakpahaman.

Rasulullah Bersabda,

tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya,dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu melainkan akan mencemarkanya.”

Saudariku, oleh karena itu sebelum kita mengetahui penawarnya, coba tanyakan pada diri pribadi anda, apakah anda sering keluar mengajar atau berdakwah? Seberapa sering anda melakukannya? Apakah ketika keluar anda meninggalkan hak dan kewajiban suami, apakah anda mengabaikan kebutuhan jasmani dan rohani suami, apakah anda selalu memaki dan mengomentari suami anda?

Seorang suami, terutama di masyarakat kita mereka tidak suka bila istri mereka lebih maju ketimbang dirinya, dalam bidang apapun. Begitu juga dalam urusan dakwah dan akademis. Istri memang orang yang paling dia cintai, tapi dia tidak mau kalau mengunggulinya.

Saudariku, sebelum jauh melangkah, berkomitmen lah untuk menjadikan diri anda sebagai pasangan dalam membantu suami agar lebih baik. Ini merupakan langkah dakwah bagi diri anda, terutama bila kalian berdua sudah mempunyai anak. Tumbuhkanlah kasih sayang kepada suami, perhatikan dan dengarkan keluh kesahnya, penuhilah kebutuhan jiwa dan raganya, sering-seringlah mempercantik diri dirumah dengan wewangian, dandan dan pakailah pakaian terbaik ketika menyambutnya. Dan yang terakhir hadirkanlah diri anda disaat suami membutuhkannya kapanpun dan dimanapun.

Semoga dengan langkah-langkah tersebut suami anda bisa segera kembali dan bisa memenuhi apa yang dia komitmenkan. Bersabarlah, karena untuk berubah membutuhkan proses. Tidak serta merta seperti membalikkan kedua telapak tangan. Wallahul musta’an