Mendapat Ijabah Saat Minum Air Barakah

Mendapat Ijabah Saat Minum Air Barakah

يَقُولُ جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

Jabir bin Abdullah radliallahu ‘anhu berkata; “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Air zam zam yang diminum (berkhasiat) sesuai dengan niat/tujuan orang yang meminumnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Ada waktu waktu yang mustajab untuk berdoa misalnya di sepertiga malam yang terakhir dan malam lailatul qadar, ada tempat tempat yang mustajab untuk berdoa seperti multazam, Arafah. Begitupula ada keadaan keadaan yang mustajab untuk berdoa, tentunya butuh dalil untuk menetapkan ini semua. Salah satunya adalah ketika meminum air zam zam.

Banyak sekali disebutkan keutamaan dari air zam zam bagi peminumnya, diantaranya :

Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ ، وَهِيَ طَعَامُ طُعْمٍ ، وَشِفَاءُ سُقْمٍ

“Ia merupakan air yang diberkahi, ia merupakan makanan segala makanan dan penyembuh (segala) penyakit.” (HR. Muslim dan Abu Daud. Redaksi ini dari Abu Daud)

‘Abdullah bin Ash Shamit dia berkata; Abu Dzar pernah berkata; ‘Dahulu kami telah keluar dari suku kami, suku Ghifar. Mereka sering menghalalkan bulan haram, hingga saya, saudara laki-laki saya Unais, dan ibu saya keluar meninggalkan suku kami..

Singkatnya, ketika berada di Makkah selama 30 hari dan akhirnya bertemu dengan Rasululullah, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepadanya :

“Sejak kapan engkau berada di tempat ini hai saudaraku? ‘ Saya menjawab; ‘Sudah tiga puluh hari lamanya saya berada di sini ya Rasulullah.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya lagi: ‘Siapakah yang memberimu makan? ‘ Saya menjawab; ‘Tidak ada makanan untuk saya kecuali air zamzam. OIeh karena itu, maka saya terlihat gemuk dan perut saya sedikit gendut serta tidak merasa lapar.’ Rasulullah berkata: ‘Air zam-zam memang penuh dengan keberkahan dan ia adalah makanan yang mengenyangkan.’

BACA JUGA : Doa Ketika Melihat Awal Bulan

Selanjutnya Abu Bakar berkata; ‘Ya Rasulullah, izinkanlah saya memberi makanan malam ini kepadanya.’ Kemudian Rasulullah dan Abu Bakar berangkat pergi menuju rumahnya dan saya pun turut pula bersama mereka. Abu Bakar membuka rumahnya dan segera mengambilkan anggur Thaif untuk kami. ltulah makanan pertama yang saya santap..(HR. Muslim)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya, “Apakah disyaratkan meminum air Zam zam di Mekah (maksudnya agar terwujud keberkahannya)?”

Beliau menjawab, “Tidak disyaratkan. Karena itu, sebagian salaf meminta orang membawanya ke negerinya dan meminumnya. Ini pula yang menjadi zahir hadits , “Air Zamzam tergantung niat (orang) yang meminumnya.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak membatasi hal tersebut harus di Mekah.” (Fatawa Nurun Alad-Darb, ‘Syarah Hadits Wal Hukmu Alaih’)

Diantara doa yang bisa kita panjatkan adalah sebagaimana yang dipanjatkan sahabat mulia Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma ketika meminum air zam zam beliau berdoa :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Allahumma innii as aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon waasi’a wa syifaa’an min kulli daa in

“Ya Allah aku memohon padaMu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit.” (HR. Abu Abdillah al fakihi Muhammad bin Ishaq dalam kitabnya Akhbaru Makkah)

Ibnul Qayyim berkata dalam zaadul ma’ad,”Aku dan selain diriku telah megalami perkara yang ajaib tatkala berobat dengan air Zam-Zam. Dengan izin Allah, aku telah sembuh dari beberapa penyakit yang menimpaku. Aku juga menyaksikan seseorang yang telah menjadikan air Zam-Zam sebagai makanan selama beberapa hari, sekitar setengah bulan atau lebih. Ia tidak mendapatkan rasa lapar, ia melaksanakan thawaf sebagaimana manusia yang lain. Ia telah memberitahukan kepadaku bahwa, ia terkadang seperti itu selama empat puluh hari. Ia juga mempunyai kekuatan untuk berjima’, berpuasa dan melaksanakan thawaf .”

Beliau rahimahullah juga berkata,”Ketika berada di Mekkah, aku mengalami sakit dan tidak ada tabib dan obat (yang dapat menyembuhkannya). Akupun mengobatinya dengan meminum air Zam-Zam dan membacakan atasnya berulangkali (dengan al Fatihah), kemudian aku meminumnya. Aku mendapatkan kesembuhan yang sempurna..”

Diriwayatkan oleh Khotib dalam Tarihknya dari Suwaid bin Sa’id, ia berkata, “aku melihat Abdullah bin Mubarok di Makkah mendatangi sumur zam zam kemudian mengambil airnya dan menghadap ke Ka’bah dan berdoa, Ya Allah sesungguhnya aku mendengar dari ibnu abil maula dari Muhammad bin Munkadir dari Jabir dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda, “Air Zamzam tergantung niat (orang) yang meminumnya.” Dan ini aku meminumnya untuk (selamat) di hari yang (manusia) haus di hari kiamat. kemudian beliau meminumnya.”

Tidak hanya kebutuhan dunia, keselamatan akhirat pun telah dipintakan oleh orang orang shaleh pendahulu kita. Apa saja kebutuhan kita maka doakan saat kita minum air zam zam, niatkan dengan yakin sesuai hadits Nabi, bahwa air zam zam tergantung dari niat orang yang meminumnya dan panjatkan doa sebelum ataupun sesudah meminum air zam zam, atau bahkan di sela sela meminum air zam zam.

Bila air zam-zam di minum untuk menghilangkan dahaga maka dahaga pasti lenyap dan jika diminum karena lapar maka peminumnya pasti kenyang. Bila orang yang sakit meminum air zam-zam untuk berobat maka pasti sembuh, orang tidak kuat hafalannya dan minum zam-zam untuk memperbaiki hafalannya tentu akan menjadi orang yang memiliki ingatan yang baik. bila meminumnya untuk mendapatkan kecukupan bagi diri dan keluarganya maka akan dicukupi Allah ta’ala. Jadi, untuk tujuan apapun air zam-zam diminum pasti bermanfaat in syaallah, yakinlah!

Syaikhul Islam berkata, “disenangi untuk minum air zam zam dan memperbanyaknya dan berdoa ketika meminumnya dengan doa apa saja yang dimasyru’kan.” (Majmu’ Fatawa 26/144)

Semoga mendapat ijabah disaat meminum air yang penuh barakah..