Anemia, Jenis Dan Pengobatan

anemia, jenis dan pengobatan

Anemia atau sering disebut dengan penyakit kurang darah memang tidak semua tergolong penyakit yang berbahaya, hanya saja seseorang yang menderita anemia sedang atau berat akan merasa terganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Darah manusia terdiri dari plasma dan sel, sedangkan sel darah tersusun atas tiga jenis yaitu:

  1. Sel darah putih (leukosit). Sel darah ini berguna untuk melawan infeksi.
  2. Platelets / keping darah. Sel darah ini membantu membekukan darah saat terluka.
  3. Sel darah putih (eritrosit). Sel darah merah ini membawa oksigen dari paru-paru melalui aliran darah menuju otak dan organ serta jaringan lain.Sel darah merah mengandung hemoglobin yang merupakan protein yang kaya dengan zat besi yang menjadikan warna merah.

 

Pengertian

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah [ hemoglobin] kurang dari normal.

Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mmengantarkan ke seluruh bagian tubuh.

Seseorang dikatakan anemia jika kadar Hb pada laki-laki kurang dari 13.5 g/dl, dan pada perempuan kurang dari 11,5 /dl.

 

Gejala Anemia (Kurang Darah)

Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami anemia yaitu;

  • Kelopak Mata Pucat
  • Mudah Kelelahan.
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Ujung Jari Pucat
  • Sesak napas
  • Denyut Jantung Tidak Teratur
  • Wajah pucat
  • Rambut rontok
  • Menurunnya Kekebalan Tubuh/sering sakit

 

Faktor Risiko Terkena Anemia

Beberapa faktor yang meningkatkan resiko terjadinya anemia antara lain:

  • Rendahnya asupan gizi pada makanan.
  • Gangguan kesehatan usus kecil atau operasi yang berkenaan dengan usus kecil.
  • Menstruasi.
  • Kehamilan.
  • Kondisi kronis seperti kanker, gagal ginjal atau kegagalan hati.
  • Faktor keturunan.

Infeksi tertentu seperti gangguan pada darah dan autoimun, terkena racun kimia, dan menggunakan beberapa obat yang berpengaruh pada produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

 

Penyebab Anemia (Kurang Darah)

Penyebab anemia  yang paling sering adalah perdarahan yang  berlebihan, rusaknya sel darah merah, pembentukan sel darah merah yang tidak efektif, kekurangan zat besi, perdarahan usus, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, gangguan fungsi sumsum tulang, penyakit kronis seperti kanker dan gagal ginjal.

 

Jenis Anemia Dan Penyebabnya

Beberapa jenis anemia berdasarkan penyebabnya adalah sebagai berikut :

  • Anemia Defisiensi Asam Folat (anemia megaloblastik). Anemia jenis ini terjadi jika  tidak cukup mengkonsumsi asam folat . Folat adalah vitamin B yang ditemukan dalam makanan seperti sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kacang kering dan kacang polong. Asam folat juga ditemukan dalam roti yang diperkaya, pasta, dan sereal.
  • Anemia Defisiensi Besi (anemia kekurangan zat besi). Anemia defisiensi besi ini merupakan jenis anemia yang paling banyak. Kekurangan zat besi akan menimbulkan anemia jenis ini, karena zat besi diperlukan untuk membuat hemoglobin.. Kadar zat besi dalam tubuh bisa rendah karena kehilangan darah dan asupan zat besi yang kurang. Pada wanita, sel darah merah dan besi hilang ketika pendarahan menstruasi yang berlebihan dan ketika melahirkan. Anemia pada kehamilan juga merupakan jenis anemia defisiensi besi ini, terutama apabila ibu hamil kurang asupan zat besi.
  • Anemia Karena Produksi yang terganggu. Sel darah merah manusia diproduksi di sumsum tulang atas rangasangan dari hormon eritropoitin yang dihasilkan ginjal. Untuk membentuk sel sel darah merah dan hemoglobinnya dibutuhkan juga bahan baku (utama) berupa zat besi, vitamin B12 dan Asam Folat, sehingga kekurangan zat zat tersebut akan menyebabkan anemia.
  • Anemia Defisiensi Vitamin B12 (Anemia pernisiosa). Vitamin B12 diperlukan untuk membentuk sel darah merah dan menjaga kenormalan fungsi saraf. Sehingga apabila seseorang mengalami anemia pernisiosa ini biasanya disertai dengan gangguan saraf, seperti sering kesemutan, rasa baal atau kebas pada tangan dan kaki, gangguan daya ingat, dan gangguan penglihatan. Tubuh bisa kekurangan vitamin B12 karena gangguan absorbsi (autoimun dan gangguan usus) dan/atau karena kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin B12.
  • Anemia Aplastik. Terjadi ketika tubuh berhenti atau tidak cukup membuat sel darah baru. Pada anemia aplastik ini tidak hanya kekurangan sel darah merah, tetapi juga sel darah putih, dan trombosit. Dengan rendahnya tingkat sel darah putih, tubuh kurang mampu melawan infeksi.Beberapa penyebab anemia aplastik, yaitu: Pengobatan kanker (radiasi atau kemoterapi) Paparan bahan kimia beracun seperti insektisida .
  • Anemia Pada Gagal Ginjal. Untuk membentuk sel darah merah tubuh memerlukan hormon erotropoitin yang dihasilkan oleh ginjal, jadi apabila seseorang mengalami gangguan pada ginjal dalam kurun waktu yang lama (gagal ginjal kronis) maka bisa menimbulkan anemia.

 

Pencegahan Penyakit Anemia

Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia:

  1. meningkatkan asupan makanan yang mengandung zat besi. Zat besi dapat ditemukan pada daging, kuning telur, ikan, kacang, sayuran berwana hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.
  2. mengonsumsi makanan yang dapat membantu penyerapan zat besi.
    jenis makanan ini banyak didapatkan pada buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin C dan B komplek yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah seperti: tomat, pisang, pepaya, wortel dll
  3. membatasi dan mengurangi minuman yang dapat memperlambat penyerapan zat besi, yaitu : kopi dan tek saat makan. Kadar kafein dalam kopi dan the dapat mempengaruhi keterlambatan metabolisme tubuh dalam penyerapan zat besi.
  4. segera mencari pengobatan jika  menderita fibroid. Fibroid yaitu kehilangan banyak darah saat menstruasi.
  1. periksa kondisi kesehatan. Melakukan pemeriksaan darah khususnya Hemoglobin/ Hb terutama Jika muncul gejala-gejala anemia.

 

Pengobatan Anemia

Pengobatan anemia disesuaikan dengan penyebab anemia dan derajat ringan atau beratnya. Pengobatan yang diberikan bisa berupa peningkatan asupan makanan terutama yang mengandung zat besi, folat dan vitamin. Bisa juga  diberikan tablet tambah darah. Selain itu untuk anemia akut bisa dilakukan transfusi darah. Sedangkan pada anemia yang disebabkan kerusakan sumsum tulang dapat dilakukan dengan pemberian obat  untuk merangsang sumsum tulang atau dengan operasi pencangkokan sumsum tulang. Maka jika ada gejala-gejala yang tampak, sebaiknya lekas dibawa ke dokter agar segera mendapatkan penanganan sesuai kadarnya.

%d bloggers like this: