Kencan Maya

kencan maya

Assalamualaikum, saya suami dengan seorang anak. Saya memiliki beberapa teman wanita di Facebook. Di antaranya ada seseorang yang sering berkomunikasi dan sering melemparkan candaan. Lama kelamaan kami merasa saling mencintai. Pertanyaan saya apakah saya telah berzina dan berselingkuh meskipun saya belum pernah bertemu langsung. Kemudian apa yang harus saya lakukan?

Sigit

_____________________________

Adanya ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita) membuka ruang untuk perselingkuhan. Betapa banyak percikan perselingkuhan tercipta dari obrolan ringan antara teman kemudian dilanjutkan saling curhat tentang masalah rumah tangga. Lalu timbul perasaan simpatik yang menumbuhkan benih cinta.

Demikian juga ikhtilat di dunia maya, biasanya dimulai dengan saling sapa kemudian berbincang pribadi melalui inbox. Sebenarnya berdua-duaan dengan lawan jenis untuk menyalurkan perasaan cinta, mengirimkan hadiah, bertukar foto, dan bentuk romantisme yang lain merupakan bentuk selingkuh dan mendekati zina.

Ada orang yang mengira bahwa ketidaksetiaan semacam ini bukan termasuk mengkhianati pasangan, karena tidak melibatkan aspek fisik. Akibatnya, para pelakunya merasa tidak bersalah karena tidak melibatkan kontak fisik.

Padahal Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan bagian zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari. Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Baca juga : Tak Diizinkan Ikut Kajian

Balasan bagi orang yang berzina sangat berat sebagaimana diceritakan oleh Rasulullah, ‘Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan teriakan. Kemudian aku menengoknya, lalu aku dapati di dalamnya laki-laki dan perempuan yang telanjang. Tiba-tiba mereka didatangi nyala api dari bawah mereka, mereka pun berteriak-teriak.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku bertanya (pada Jibril dan Mika’il), ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Adapun laki-laki dan perempuan yang berada di tempat seperti tungku pembakaran, mereka adalah para pezina.’ (HR.Al-Bukhari no.7047).

Untuk itu segeralah bertobat dengan tobat yang sesungguhnya. Berjanji kembali ke jalan yang benar dan tidak akan pernah mengulanginya.

%d bloggers like this: