Katakan “No” Untuk Kekufuran!

arrisalahnet Katakan arrisalahnet Katakan "No" Untuk Kekufuran"No" Untuk Kekufuran!

 

Allah ta’ala menurunkan alqur’an dengan bahasa arab, jelas bisa dipahami bagi siapa yang mau mengambil pelajaran. Namun dengan dalih toleransi dan hak asasi manusia ada saja orang orang yang mengku muslim namun mendustakan ayat ayat Allah.

Mendustakan ayat ayat Allah bukanlah kejadian baru yang terjadi hari ini, akan tetapi sudah terjadi sejak Allah menurunkan Kitab kepada para Rusul, bila orang kafir mendustakan ayat-ayat Allah maka hal ini tidak perlu panjang lebar pembahasannya karena jelas mereka tidak mengimani kitab yang diturunkan Allah lalu bagaimana mereka tidak mendustakan ayat-ayat Allah. Akan tetapi ada orang orang yang mengku beriman kepada kitab Allah namun sejatinya mereka mendustakan apa yang ada di dalam kitab yang mereka imani.

Contohnya adalah berwala’nya orang-orang yang mengaku muslim kepada orang kafir, ketika mereka dinasehati janganlah engkau melakukan kerusakan di muka bumi ini, janganlah menjadi teman setia dan menjadi pendukung musuh musuh Allah bahkan memilih mereka sebagai pemimpin atas kaum muslimin, maka mereka berkata, “kami ini sedang memperbaiki dan membangun, ada janji politik yang baik yang ditawarkan oleh kawan politik (kafir) ini untuk kemaslahatan kaum muslimin,” “Tidak mengapa memilih pemimpin kafir yang adil daripada pemimipin muslim yang korup,” atau memelintir makna tegas alqur’an dengan berkata, “tidak ada ayat yang melarang kaum muslimin memilih pemimpin kafir.”

Baca Juga: Ideologi Tertutup Ala Partai Demokrasi?

Padahal telah jelas dalam perkatan al Hasan al bashri ketika menafsirkan Ayat, “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang Telah diperintahkan Allah itu [keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al Anfal: 73), yaitu apabila orang muslim mengambil orang kafir sebagai aulia/pemimpin.”

Jika orang islam mengambil orang kafir sebagai teman dekat mereka, pemimpin mereka maka ia termasuk golongannya, dari manapun millahnya. Karena orang kafir saling bantu membantu dan menjadi pelindung pada sebagian mereka. Maka untuk mempertahankan Iman dan Islam, setiap muslim harus menjadikan muslim yang lain sebagai teman dekat, pelindung dan pemimpin, karena sebagian mereka adalah penolong bagai sebagian yang lain.

Karena keraguannya akan al haq, maka ia malu dan risih bila dakwah yang terang dan lugas bahasanya ini diserukan, ia malu bila orang islam mengatakan bahwa islam yes kafir no!, ia malu sebagai Muslim mengatakan bahwa hukum yang paling adil dan benar adalah hukum Allah, dengan alasan yang seolah-olah benar akan tetapi sejatinya memadukan kebatilan satu dengan kebatilan yang lain, ia berkata, “Diatas hukum agama dan adat ada konstitusi negara.”

Sepertinya ia ingin kalau umat islam melunak, jangan terlalu vulgar dalam membacakan ayat ayat Allah, ikuti perkataan dan kelakuan orang kafir, dan kalau bisa diam saja terhadap kebatilan, kemaksiatan dan perbuatan merusak di muka bumi ini, ikuti saja hawa nafsu orang kafir, naudzubillah.

Allah ta’ala berfirman :

“Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).”

Hendaklah setiap muslim tidak bersikap lunak terhadap kekafiran yang telah jelas kekafirannya. Ia harus meyakini pada dirinya dan bila bisa berdakwah kepada semua orang bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah golongan kafir dan termasuk penghuni neraka. Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Demi dzat yang jiwa Muhammad ditanganNya. Tiada seorangpun dari umat ini yang mendengar seruanku, baik Yahudi maupun Nasrani,tetapi ia tidak beriman kepada seruan yang aku sampaikan, kemudian ia mati, pasti ia termasuk penghuni neraka”. (HR.Muslim)

Lebih lebih orang musyrik selain yahudi dan nashrani, siapa saja yang tidak mengesakan Allah dalam peribadahannya maka apapun agamanya, mereka termasuk dalam agama yang satu yaitu kekafiran.

Baca Juga: Demi Uang, Logika Dibuang

Bukankah Allah memerintah Rasulnya dengan berfirman, Qul Yaa ayyuhal kaafiruun, katakanlah Muhammad, hai orang-orang kafir..!

Hukum Islam universal, kebaikannya menyeluruh dan meliputi tidak hanya untuk orang kafir bahkan hewan, tumbuhan dan alam semesta ini mendapatkan kebaikan dengan diterapkannya hukum Islam, adapun keburukan-keburukan yang dihembuskan oleh orang orang yang memusuhi Islam jika hukum Islam diterapkan, maka itu adalah hembusan dan bisikan setan yang menakut nakuti pemeluknya untuk memegang teguh panduannya, yaitu kitabullah.

Inilah perkataan kita kepada orang kafir sebagimana telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan pengikutnya :

“Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan Dia; ketika mereka Berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan Telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (QS. Al Mumtahanah: 4)

Inilah toleransi yang diajarkan untuk membentengi aqidah dan keimanan setiap muslim, bahwa kekafiran harus dibenci, adapun pelakunya maka didakwahi bahkan dimulai dengan kalimat yang lembut, namun bila senjata yang mereka todongkan maka Islampun punya cara yang lebih baik dari senjata yang mereka todongkan. (Redaksi/syubhat)

 

Tema Terkait: Syubhat, Kufur, Iman

%d bloggers like this: