Taubatnya Si Lelaki Tua

arrisalahnet Taubatnya Si Lelaki Tua

Suatu kali, Umar keluar dari rumahnya bersama Abdullah bin Mas’ud. Tiba-tiba beliau melihat cahaya api. Beliau mendekati arah api itu hingga memasuki suatu kampung. Ternyata, cahaya itu bersumber dari sebuah rumah. Ia mendatangi tempat itu dan ia mendapati ada lelaki tua sedang minum khamer dan di sebelahnya ada wanita penyanyi. Ia tidak sadar sampai Umar menghardiknya. Umar berkata, “Aku tidak melihat malam hari ini pemandangan yang lebih buruk dari seorang lelaki tua yang sedang menunggu saat kematiannya.”

Lelaki tua itu mengangkat kepalanya dan berkata, “Wahai Aminul Mukminin, sesungguhnya apa yang engkau lakukan terhadapku lebih buruk lagi. Karena engkau melakukan tajassus (menyelidiki/memata-matai kesalahan orang lain), padahal tajassus itu dilarang. Dan engkau masuk ke dalam rumahku juga tanpa ijin. “Benar apa yang kau katakan, ” kata Umar.

Baca Juga: Janda empat Syuhada’

Kemudian Umar keluar sambil menangis dan mengusapnya dengan bajunya, lalu bergumam, “Wahai Umar, celakalah dirimu, jika Rabbmu tidak memberi ampun kepadamu.”

Lelaki tua itu tidak hadir di majelis Umar untuk sementara waktu. Sampai pada suatu kali, ketika Umar duduk di antara kawan-kawannya, ia melihat lelaki tua itu menyembunyikan dirinya di ujung majelis.

“Panggillah kemari lelaki tua itu,” kata Umar. Lelaki tua itu mendatangi Umar dengan perasaan takut karena mengira Umar akan menghukum karena telah melihatnya bersalah. Lelaki itu dipersilahkan mendekat di sisi Umar, kemudian Umar membisiki telinganya, “Demi Yang mengutus Muhammad dengan benar, aku tidak memberitahu kepada siapapun tentang perbuatanmu yang aku lihat, meskipun kepada Ibnu Mas’ud yang datang bersamaku pada waktu itu.”

Gantian lelaki tua mendekatkan mulutnya ke telinga Umar dan berbisik, “Wahai Amirul Mukminin, demi yang mengutus Muhammad dengan benar, sejak kedatanganmu kepadaku waktu itu, aku tidak mengulangi lagi kesalahanku.”

Maka Umar mengucapkan kalimat takbir dengan keras, sehingga membuat orang-orang yang berada di majelis itu terkejut, tetapi mereka tidak mengetahui apa yang menyebabkan Umat bertakbir. (Redaksi/Kisah/Salaf

 

Tema Terkait: Kisah Islami, Salafus Shalih, Umar RA

 

%d bloggers like this: