Menata hati menyentuh ruhani

Dr. Ahmad Zain

Hukum Jual Beli Anjing

Hukum Jual Beli Anjing

            Di beberapa sudut jalan ibu kota dan di beberapa pusat perbelanjaan terlihat sebagian orang menjual anjing dan didapatkan sebagian kaum muslimin ternyata memelihara anjing di rumahnya, apakah hal itu dibolehkan dalam ajaran Islam? Bagaimana dengan anjing-anjing yang dibawa oleh polisi untuk melacak para penjahat dan mengendus barang-barang haram seperti ganja ? Tulisan di bawah […]

Hukum Jual Beli di Masjid

Hukum Jual Beli di Masjid

Masjid adalah tempat yang digunakan untuk shalat, dzikir, dan membaca al-Qur’an. Tetapi kita dapatkan juga Rasulullah bermusyawarah dan menerima tamu di dalam masjid. Apakah dibolehkan melakukan transaksi jual beli di dalam masjid? Para ulama berbeda pendapat di dalam masalah ini. Hal ini terkait dengan perbedaan pendapat di dalam memahami hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa […]

Hukum Uang Persekot

Hukum Uang Persekot

Pengertian Uang Persekot Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan: pembayaran tunai di muka atas penyerahan barang atau jasa yang harus dipertanggungjawabkan penerima pada suatu tanggal kemudian. Uang Persekot dalam bahasa Arab disebut dengan al-‘Arbun. Di dalam al-Mughni Ibnu Qudamah menjelaskan, “Uang Persekot di dalam jual beli adalah seseorang membeli suatu barang, kemudian dia membayar sejumlah […]

Hukum Daging Gelonggongan

Hukum Daging Gelonggongan

Pengertian Daging Gelonggongan Daging gelonggongan adalah daging dari jenis sapi yang diberi air sebanyak-banyaknya sebelum disembelih, dengan tujuan menambah berat badan binatang tersebut, sehingga ketika dijual harganya lebih mahal dan akan mendapatkan keuntungan lebih. Salah satu cara mengisi air ke dalam perut sapi adalah dengan memasukkan selang ke mulut sapi sampai kedalaman kira-kira 1,5 meter […]

Hukum Jual Beli al-‘Inah dan  at-Tawaruq

Hukum Jual Beli al-‘Inah dan at-Tawaruq

Pengertian al-‘Inah Al-‘Inah berasal kata al-‘Ain yang berarti uang cash, karena pembeli barang untuk sementara mengambil sejumlah uang cash sebagai pengganti barang tersebut. (Abdullah al-Bassam, Taudhih al-Ahkam : III/215) Al-‘Inah juga berarti pinjaman atau kredit, karena orang tersebut membeli barang dari penjual secara kredit. Jual Beli al-‘Inah adalah seseorang menjual barang kepada orang lain secara […]

Hukum Menjual Barang Yang Tidak Dimiliki

Hukum Menjual Barang Yang Tidak Dimiliki

Salah satu bentuk jual beli yang dilarang dalam Islam adalah seseorang yang menjual barang yang bukan miliknya. Larangan ini meliputi tiga hal: 1. Larangan menjual sesuatu yang bukan miliknya. Larangan ini berdasarkan hadist Hakim bin Hizam, beliau pernah bertanya pada Rasulullah: يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِي الرَّجُلُ فَيَسْأَلُنِي الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِي أَبِيعُهُ مِنْهُ ثُمَّ أَبْتَاعُهُ لَهُ […]

Syarat Dalam Jual Beli

Syarat Dalam Jual Beli

Pengertian Syarat Dalam Jual Beli Syarat dalam jual beli adalah syarat yang disepakati oleh kedua pihak yang sedang melakukan akad jual beli, seperti sang pembeli mensyaratkan bahwa pembayarannya dicicil dan penjual meminta jaminan tertentu dari pembeli, atau si pembeli meminta waktu tiga hari untuk mempertimbangkan pembelian barang tertentu. Perbedaan Antara Istilah “Syarat Dalam Jual Beli” […]

Jual-Beli Gharar

Jual-Beli Gharar

Pengertian Gharar Gharar atau al-gharar secara bahasa berarti al-mukhatharah (pertaruhan) dan al-jahalah (ketidak jelasan). Secara istilah, jual beli gharar adalah jual beli atau akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya kejelasan suatu barang baik dari sisi harga, kualitas, kuantitas, maupun keberadaannya. Al- Khattabi menjelaskan dalam Ma’alim as- Sunan (III/672), “Asal gharar adalah segala sesuatu […]

Sembelihan Ahlul Kitab

Sembelihan Ahlul Kitab

Hukum sembelihan Ahlul Kitab terbagi menjadi empat masalah, di bawah ini hanya disebutkan tiga masalah saja. Adapun masalah keempat, yaitu hukum makanan yang disediakan pada hari natal, telah diterangkan dalam makalah yang berjudul Hukum Makanan Sesajen: Masalah Pertama : Sembelihan Ahlul Kitab Yang Tidak Diketahui Apakah Mereka Menyembelih Dengan Menyebut Nama Allah Atau Tidak. Mayoritas […]

Menyembelih Sampai Putus Leher

Menyembelih Sampai Putus Leher

إِذَا قُطِعَ الرَأْسُ فَلَا بِأْسَ “Jika kepalanya terputus, maka tidaklah mengapa. (untuk dimakan)“ (HR. Bukhori) Banyak masyarakat Indonesia ketika menyembelih ayam, atau sejenisnya, sengaja menyembelihnya sampai terputus lehernya. Bagaimana hukumnya, apakah perbuatan tersebut melampaui batas, sehingga pelakunya berdosa? Dan bagaimana hukum ayam yang disembelih tadi, apakah halal ataukah haram? Tulisan di bawah ini menjelaskannya: Binatang […]