<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>arrisalah &#187; palestina</title>
	<atom:link href="http://www.arrisalah.net/tag/palestina/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.arrisalah.net</link>
	<description>Menata hati menyentuh ruhani</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2011 06:02:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Ramadhan dan Kesulitan Hidup di Gaza</title>
		<link>http://www.arrisalah.net/berita/2009/08/ramadhan-dan-kesulitan-hidup-di-gaza.html</link>
		<comments>http://www.arrisalah.net/berita/2009/08/ramadhan-dan-kesulitan-hidup-di-gaza.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 01:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ar-risalah.or.id/blog/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti umat Islam Indonesia yang biasanya sangat boros di bulan Ramadhan, penduduk Gaza menikmati Ramadhan di tengah kesulitan hidup.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak seperti umat Islam Indonesia yang biasanya sangat boros di bulan Ramadhan, penduduk Gaza menikmati Ramadhan di tengah kesulitan hidup.<span id="more-38"></span></p>
<p><em><strong> </strong></em>Shadi Al-Helo duduk di luar toko ayam bekunya di pasar Al-Zawya, pusat kota Gaza. Ia menghitung berapa banyak pelanggan yang sudah datang selama beberapa hari terakhir, ketika orang-orang biasanya bersiap-siap memasuki bulan Ramadhan.</p>
<p>&#8220;Saya hanya kedatangan 6 orang pembeli hari Jum&#8217;at pagi, padahal tahun lalu saya kedatangan lusinan pelanggan hanya dalam waktu beberapa jam,&#8221; kata Al-Helo. &#8220;Sepertinya persiapan Ramadhan kali ini nihil. Orang-orang bokek,&#8221; katanya seraya menambahkan bahwa krisis ekonomi melanda negeri itu.</p>
<p>Seperti Al-Helo, banyak pedagang yang berdiri di pintu masuk toko mereka. Barang dagangan langka, seperti halnya pembeli. Harga-harga juga meroket sehingga orang tidak lagi mampu menjangkaunya.</p>
<p>Israel memberlakukan blokade atas wilayah Gaza sejak Hamas menculik prajurit Israel, Gilad Shalit, pada Juni 2006. Blokade semakin diperketat ketika Hamas berhasil menjadi pemegang pemerintahan di Gaza pada Juni 2007.</p>
<p>Negara Yahudi Israel tidak mau membuka blokade, kecuali Shalit dibebaskan dan para pejuang di Gaza setuju untuk melakukan gencatan senjata untuk waktu yang lama.</p>
<p>Ayam beku Al-Helo sekarang ini dijual seharga 25 Shekel (sekitar USD 10) per kilonya. Harga itu tiga kali lipat dari 2 tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Kami tidak dapat bekerja dengan layak. Dan hidup semakin sulit,&#8221; katanya mengeluh, sambil mengambil ayam bekunya untuk dipajang di dekat pintu masuk agar menarik perhatian pembeli.</p>
<p>&#8220;Saya harus berjuang untuk menjual barang-barang dagangan ke orang-orang,&#8221; kata Al-Helo. &#8220;Mereka semua semakin tak berdaya akibat blokade, kemiskinan dan pengangguran.&#8221;</p>
<p>Kelompok pemerhati HAM di Gaza mengatakan, tingkat kemiskinan dan pengangguran telah memuncak sejak Israel menutup seluruh tempat penyeberangan niaga di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza mulai Juni 2007.</p>
<p>Sebagian besar negara Arab memasuki bulan Ramadhan pada Sabtu (21/8). Selama Ramadhan umat Islam menjauhkan diri dari makanan, minuman dan juga rokok mulai fajar hingga  matahari terbenam.</p>
<p>Setelah matahari menghilang, orang-orang dapat menikmati makanan di rumah-rumah mereka yang dihiasi lentera. Orang-orang yang lebih mampu memberi makan orang miskin untuk berbuka puasa. Jadi Ramadhan juga merupakan keceriaan bagi umat Islam.</p>
<p>Namun di Gaza, sulit bagi orang-orang untuk menjalankannya seperti tradisi selama ini, dan merasakan suasana penuh kedermawanan seperti itu. Bahkan sangat sulit untuk sekedar mempertahankan hidup secara layak.</p>
<p>Hakem Owaida, pejabat senior di Kementerian Keuangan pemerintahan Hamas mengatakan, &#8220;Jalur Gaza sangat kekurangan pasokan barang dagangan, terutama barang-barang yang dibutuhkan saat Ramadhan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Juga tidak tersedia cukup banyak alat-alat tulis, yang mana menjadi masalah ketika sekolah akan memulai tahun ajaran baru pada bulan September,&#8221; katanya menambahkan.</p>
<p>Ketua Kamar Dagang Gaza, Mahmoud Al-Yazji mengatakan, &#8220;Harga-harga menyentuh tingkat yang paling tinggi bulan ini karena kurangnya pasokan barang yang dibutuhkan saat Ramadhan, yang biasanya menjadi waktu baik untuk menggairahkan perekonomian.&#8221;</p>
<p>Ia mengatakan, departemennya telah mengirimkan surat ke berbagai organisasi internasional, &#8220;Mendesak mereka agar menekan Israel untuk memperlonggar blokade dan memperbolehkan masuk barang-barang yang dibutuhkan penduduk Gaza selama bulan Ramadhan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Para pedagang dan pengusaha menderita kerugian besar tahun ini akibat ketatnya blokade,&#8221; kata Al-Yazji.</p>
<p>Di sebuah toko mainan anak di Gaza, Abu Sami, penduduk Gaza berusia 44 tahun, bersama dengan istrinya berusaha membujuk penjaga toko untuk menurunkan harga lampu Ramadhan ukuran sedang seharga 30 Shekel. Dua tahun lalu, lentera semacam itu harganya hanya separuhnya.</p>
<p>Lampu-lampu itu dibuat di Mesir, kemudan dimasukkan ke Jalur Gaza lewat terowongan di bawah perbatasan.</p>
<p>Ribuan terowongan digali di bawah perbatasan antara Jalur Gaza dengan Mesir, yang digunakan orang-orang Gaza memasukkan berbagai macam barang dari Mesir.</p>
<p>&#8220;Tak bisa saya bayangkan anak-anak akan merayakan Ramadhan tanpa lentera di malam hari,&#8221; kata Ummu Sami sang istri. &#8220;Kehidupan di Gaza saat ini sangat berat dan kami tidak tahu harus pergi kemana dan apa yang harus dilakukan.&#8221;</p>
<p>Untuk membantu mengatasi kesulitan hidup yang dihadapi penduduk Gaza, UNRWA (United Nations for Relief and Work Agency) memutuskan untuk meluncurkan program pemberian makanan selama Ramadhan yang menggunakan dana USD 181 juta.</p>
<p>&#8220;UNRWA akan menerima pasokan makanan dari Uni Emirat Arab, Kuwait dan Arab Saudi,&#8221; kata Adnan Abu Hasna, jurubicara UNRWA di Jalur Gaza. &#8220;Makanan itu akan disalurkan kepada seluruh pengungsi Palestina,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Namun, masih ada sedikit orang di Gaza yag sanggup membeli banyak makanan dan memberikan sedekah selama Ramadhan.</p>
<p>Hamdi Sheikh Ali, pria 45 tahun seorang pegawai yang bekerja untuk sebuah LSM internasional dengan gaji lebih dari USD 2.000 sebulan mengatakan, ia berencana membeli seekor domba dan membagikannya kepada orang-orang miskin.</p>
<p>&#8220;Saya akan memanggil tukang jagal untuk menyembelihnya di gerbang rumah hari Sabtu. Dan kemudian akan membagikan dagingnya dalam kantung-kantung satu kiloan untuk tetangga-tetangga yang miskin,&#8221; kata Ali.</p>
<p>Menurut Ali, seekor domba dengan berat 50kg  yang biasanya diselundupkan dari Mesir, dijual dengan harga USD 150 di Gaza. Tapi ia cukup senang karena masih mampu membelinya dan memberikan istri serta ketiga anaknya kesempatan untuk menyaksikan ibadah penyembelihan hewan.</p>
<p>&#8220;Saya melakukannya agar mendapat ridha dari Allah untuk keluarga saya,&#8221; kata Ali. &#8220;Tapi saya tidak akan membeli barang-barang mewah lain untuk menunjukkan kekayaan saya selama Ramadhan.&#8221;</p>
<p>sumber: Hidayatullah.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arrisalah.net/berita/2009/08/ramadhan-dan-kesulitan-hidup-di-gaza.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buntut Artikel Yang Gegerkan Israel, Wartawan Swedia Diancam Dibunuh</title>
		<link>http://www.arrisalah.net/berita/2009/08/buntut-artikel-yang-gegerkan-israel-wartawan-swedia-diancam-dibunuh.html</link>
		<comments>http://www.arrisalah.net/berita/2009/08/buntut-artikel-yang-gegerkan-israel-wartawan-swedia-diancam-dibunuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 01:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ar-risalah.or.id/blog/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Wartawan lepas surat kabar Swedia yang menulis tentang tentara Israel yang menculik warga Palestina untuk diambil organ tubuhnya menerima ancaman akan dibunuh terkait artikel yang ditulisnya itu. Donald Bostrom yang menulis untuk surat kabar Aftonbladet pada CNN Stockholm mengungkapkan bahwa ia menerima sebuah email yang berisi ancaman &#8220;Kaum Nazi harus mati dan Anda akan jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wartawan lepas surat kabar Swedia yang menulis tentang tentara Israel yang menculik warga Palestina untuk diambil organ tubuhnya menerima ancaman akan dibunuh terkait artikel yang ditulisnya itu.</p>
<p>Donald Bostrom yang menulis untuk surat kabar Aftonbladet pada CNN Stockholm mengungkapkan bahwa ia menerima sebuah email yang berisi ancaman &#8220;Kaum Nazi harus mati dan Anda akan jadi korban selanjutnya, kami akan mengintai Anda di luar, Anda-lah yang akan jadi berita selanjutnya. Sampai bertemu di luar.&#8221;</p>
<p>Menurut Bostrom, ia menulis artikel itu sebagai reaksi atas terbongkarnya sindikat kejahatan penyelundupan organ tubuh manusia di New Jersey. Ia ingin kasus-kasus klaim penculikan organ tubuh yang sudah merebak sejak tahun 1990-an dan masih berlangsung hingga sekarang, diselidiki.</p>
<p>Artikel Bostrom membuat geger Israel. Para pejabat Israel berang dan mendesak pemerintah Swedia mengecam artikel tersebut. Dubes Israel di Tel Aviv, Fredrik Reinfeldt menilai artikel yang ditulis Bostrom adalah artikel yang mengagetkan bagi publik Swedia dan Israel. Tapi ia menolak untuk mengecam tulisan Bostrom dengan alasan negaranya menghormati kebebasan pers.</p>
<p>Sementara itu, dalam wawancara dengan stasiun televisi Iran, Press TV, Bostrom mengungkapkan bahwa artikelnya yang berjudul &#8220;They Plunder the Organs of Our Sons&#8221; berdasarkan pada hasil riset yang dilakukannya dan pengakuan sejumlah keluarga Palestina yang kehilangan kerabatnya pada era tahun 1992, saat pecah perlawanan Intifada.</p>
<p>Bostrom membantah bahwa artikel itu menuduh tentara Israel yang melakukan pencurian organ tubuh manusia, karena ia hanya mengutip pernyataan dari keluarga-keluarga dan para ibu di Palestina yang menduga bahkan yakin bahwa ada pihak yang mengambil organ tubuh kerabatnya yang tewas di tangan Israel.</p>
<p>Dalam artikelnya, Bostrom mengangkat kasus Bilal Ahmed Ghanem, pemuda Palestina berusia 19 tahun yang tewas ditembak tentara Israel di desa Imatin, Tepi Barat pada tahun 1992. Bostrom yang menyaksikan sendiri insiden penembakan itu mengatakan, bahwa jasad Ghamen dibawa oleh tentara Israel dan dikembalikan ke keluarganya pada tengah malam beberapa hari kemudian. Ketika dikembalikan, di jasad Ghanem terlihat sebentuk luka bekas potongan dari perut sampai leher yang dijahit kembali.</p>
<p>Ibu Bilal, bernama Sadija pada Bostrom mengatakan, tentara-tentara Israel seharusnya bisa menangkap anaknya dan tidak menembaknya. Menurut Sadija, tentara Israel minta uang sekitar 1.300 dollar sebagai tebusan jasad anaknya. Dan ketika sang ibu menanyakan mengapa terdapat sayatan dari perut hingga leher pada jasad anaknya, tentara-tentara Israel hanya mengatakan bahwa mereka melakukan autopsi terhadap jenazah Bilal. Tapi Sadija yakin bahwa tentara-tentara Israel sudah mengambil organ tubuh anaknya.</p>
<p>Bostrom berargumen bahwa alasan autopsi tentara Israel tidak masuk akal karena autopsi hanya dilakukan jika penyebab kematian tidak jelas. Dalam kasus Bilal, kata Bostrom, penyebabnya jelas bahwa Bilal meninggal karena ditembak tentara Israel.</p>
<p>Setelah kasus Bilal, sedikitnya 20 keluarga Palestina mengungkapkan pada Bostrom bahwa mereka mencurigai militer Israel telah mengambil organ tubuh kerabat mereka yang tewas oleh tentara-tentara Zionis. Dalam wawancara dengan Press TV, Bostrom juga mengatakan bahwa ia sudah pernah mengangkat kasus ini dalam bukunya yang terbit tahun 2001 berjudul &#8220;The conflict between Israel and Palestine&#8221; dan tidak ada reaksi dari pemerintah Israel.</p>
<p>sumber:  http://eramuslim.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arrisalah.net/berita/2009/08/buntut-artikel-yang-gegerkan-israel-wartawan-swedia-diancam-dibunuh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

