<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wali nikah</title>
	<atom:link href="https://www.arrisalah.net/tag/wali-nikah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.arrisalah.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Sep 2017 06:55:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.arrisalah.net/wp-content/uploads/2026/01/cropped-logo-risalah-hati-1-32x32.png</url>
	<title>wali nikah</title>
	<link>https://www.arrisalah.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wali Nikah Sekaligus Calon Suami</title>
		<link>https://www.arrisalah.net/wali-nikah-sekaligus-calon-suami/</link>
					<comments>https://www.arrisalah.net/wali-nikah-sekaligus-calon-suami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[REDAKSI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2017 06:50:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Masayikh]]></category>
		<category><![CDATA[fikih nikah]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[wali nikah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.arrisalah.net/?p=6938</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan:  &#8220;Saya ingin menikahi anak perempuan paman saya dari jalur bapak, sedangkan saya adalah walinya karena perwaliannya diwakilkan kepada saya, kami tidak mempunyai kerabat dari ashabah (jalur laki-laki) juga tidak ada saudara laki-laki, dan tidak ada yang menggantikan saya untuk menjadi walinya, apakah saya harus mengatakan kepadanya: “Saya menikahkan anda dengan saya” dengan disaksikan oleh [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.arrisalah.net/wali-nikah-sekaligus-calon-suami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapakah Wali Nikah Ketika Tidak Ada Ayah?</title>
		<link>https://www.arrisalah.net/siapakah-wali-nikah-ketika-tidak-ada-ayah/</link>
					<comments>https://www.arrisalah.net/siapakah-wali-nikah-ketika-tidak-ada-ayah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[REDAKSI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Apr 2017 03:59:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jarhah]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan yang sah]]></category>
		<category><![CDATA[wali nikah]]></category>
		<category><![CDATA[wali nikah selain ayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.arrisalah.net/?p=6478</guid>

					<description><![CDATA[Saya menikahi seorang wanita dan telah menceraikannya dua kali. Ayahnya kini telah wafat, sedangkan semua saudara laki-laki sekandungnya lebih muda darinya. Saya sekarang ingin merujuknya kembali setelah perceraian sekitar dua tahun lalu. Apakah keberadaan wali merupakan suatu keharusan untuk kesempurnaan pernikahan. Padahal bapak telah wafat, sementara adik laki-laki sekandungnya masih kecil? Ataukah dibenarkan merujuknya tanpa [&#8230;]]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.arrisalah.net/siapakah-wali-nikah-ketika-tidak-ada-ayah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
