Category: Kajian

  • Hayaatan Thayyibah, Hidup yang Benar-benar Baik

    مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah […]

  • Saat Rekaman Dosa Tampak di Depan Mata

    بَعِيدًا وَيُحَذِّرُكُمُ اللهُ نَفْسَهُ وَاللهُ رَءُوفُُ بِالْعِبَادِ “Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali Imran 30) Jiwa yang terpancari […]

  • Menepis Dosa Ala Orang Bertakwa

    إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS. al-A’raaf: 201) Orang yang bertakwa bukanlah orang ma’shum yang terjaga dari segala kesalahan. Ada kalanya ia lengah, hingga terpancing oleh bujuk […]

  • Cerdas dengan Indera Pendengaran

    Mata adalah jendela hati dan pikiran, apapun yang memasukinya berpengaruh terhadap keduanya. Tak terkecuali ilmu. Membaca yang merupakan aktivitas mata seringkali diidentikkan dengan ilmu. Ini tidaklah salah. Namun harus diakui, mata hanya salah satu pintu yang memungkinkan ilmu. Juga hanya satu indera yang darinya keburukan juga bisa menerobos dan menodai keyakinan hati dan pikiran. Masih […]

  • Makna Ungkapan Panjang Tangan

    Mungkin ini kelihatan sepele. ‘Hanya’ soal arti kiasan yang acap muncul di pelajaran Bahasa Indonesia. Dan sering pula terpakai di media seperti koran-koran harian. Utamanya di berita-berita kriminal. Tapi, ketika ini menyangkut kehormatan orang-orang yang harus dimuliakan karena Islam, maka persoalannya tak lagi sederhana. Karena salah mengartikan, atau keliru menyebutkan ungkapan bisa mengandung konsekuensi berkebalikan. […]

  • Komitmen Seumur Hidup

    Keputusan memilih Islam sebagai ‘way of  life’, meski banyak di antara kita terlahir sebagai orang Islam, sebab nenek buyut kita juga adalah orang-orang Islam, tentu bukanlah sikap main-main. Ia harus berasal dari kesadaran sepenuh keyakinan karena pilihan ini akan membawa perubahan besar dalam hidup kita. Kualitasnya di dunia, serta hasil akhirnya di akhirat. Pilihan yang […]

  • Pertolongan Pertama dengan Ruqyah

    ruqyah

    أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ “Aku berlindung kepada Allah dan kekuatan-Nya, dari keburukan rasa sakit yang aku rasakan dan –akibat buruk- yang aku khawatirkan.” Ini adalah salah satu ta’awudzat yang diajarkan oleh Nabi. Fungsinya sebagai ruqyah jika ada bagian tubuh yang terasa sakit. karena ruqyah bukan hanya berfungsi untuk mengusir jin (kesurupan) […]

  • Antara Cita-Cita dan Angan-Angan

    Usai menyampaikan motivasi tentang dahsyatnya cita-cita, juga keharusan memiliki cita-cita yang tinggi, seorang peserta menghampiri saya, lantas memberikan apresiasi yang baik. Namun dia juga mengutarakan rasa bimbangnya. Ada rasa takut untuk bercita-cita, karena khawatir terjerumus kepada angan-angan yang dicela. Masih ada kesamaran, apa yang membedakan antara bercita-cita dengan panjang angan-angan. Sekilas memang tampak mirip antara […]

  • Memindah Penyakit ke Dalam Telur

    Seorang pasien datang ke ‘orang pintar’. Dia mengeluhkan sakit perut yang lama di deritanya. Sesaat si dukun memeriksa, disimpulkanlah bahwa pasien terkena santet. Terapi di mulai. Si dukun mengambil telur ayam lalu menggelindingkan telur berkali-kali ke perut pasien sambil berkomat-kamit. Sesaat kemudian, si dukun menyediakan baskom dan memecah telur di hadapan pasien. Ajaib, di dalam […]

  • Jerat-Jerat Syetan untuk Sang Pejuang

    Ibnu Katsir dalam sebuah  bukunya menjelaskan : ”  suatu ketika Saib bin Aqra’ datang kepada Umar bin Khattab dengan memberitakan sebuah kabar gembira tentang kemenangan ummat islam dalam perang ” Nahawand “.  Lalu Umar bertanya berapa korban yang meninggal dari ummat islam. Saib pun menyebutkan nama-nama tertentu yang terdiri dari orang-orang terkenal dan ternama.. Kemudian […]

  • Hidayah, Takwa dan Iffah

    Pada zaman dahulu, ada dua orang bersaudara menempuh jalan hidup yang berbeda. Sebut saja yang pertama sebagai ahlu ibadah, sedangkan yang lainnya ahlu maksiat. Keduanya tinggal di satu rumah tapi beda lantai. Ahlu ibadah tinggal di lantai atas. Ahlu maksiat di bawahnya. Suatu hari, setan datang membisikkan rayuannya kepada ahlu ibadah. “Sesekali tengoklah saudaramu, cobalah […]

  • Menepilah Sebelum Tenggelam

    Kemaksiatan itu seperti narkotika. Mengandung zat adiktif alias candu yang bisa membuat manusia ketagihan. Karenanya, setan akan memancing manusia untuk mencoba, sekadar mencoba saja, untuk memastikan racun candu itu merasuk dalam jiwanya. Jika candu telah bertemu nafsu, terbentuklah reaksi berupa keinginan untuk meneguk lagi dan merasakan lagi. Pada stadium awal, konsentrasi racun candu dalam jiwa […]

  • Tiada kata Gagal Sebelum datang Ajal

    Setiap orang mungkin pernah merasakan pahitnya kegagalan. Target yang tidak tercapai, perjuangan yang tak membuahkan hasil sesuai keinginan, atau bahkan permohonan yang tak kunjung terkabulkan. Manusiapun beragam dalam menyikapi kenyataan seperti ini. Ada yang sedih ketika tak lulus sekolah, ada yang depresi lantaran gagal menjadi pejabat, stress lantaran usahanya gulung tikar, dan bahkan ada yang […]

  • Memaknai Kegagalan

    Seperti bayi yang tak diinginkan kelahirannya, tapi menjadi orang paling berguna ketika dewasa, daripada saudara-saudaranya. Tamsil ini barangkali cocok untuk mengibaratkan sebuah kegagalan. Kegagalan, adalah realita yang –tak dipungkiri- tidak pernah diinginkan kehadirannya, tapi ternyata membawa hikmah yang luar biasa di balik punggungnya. Meski demikian, wajar jika tak seroang pun pernah menginginkan kegagalan menyapa dirinya. […]

  • Menikmati Kegagalan

    Mengalami kegagalan ibarat mengunyah brotowali, pahit rasanya dan sangat tidak enak. Ini sekadar ilustrasi betapa kegagalan sangat tidak diinginkan setiap orang. Apa lagi jika kita sudah mengerahkan usaha secara maksimal. Faktor keberhasilan juga telah dipenuhi. Tapi, hasilnya ternyata jauh dari yang diharapkan. Karena itu, wajar jika orang merasa frustasi bila nasib ini menimpanya. Kegagalan memang […]