Penata Hati

Teman Sejati Dibawa Mati

Selain, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih, ada satu hal lagi yang akan memberi manfaat bagi kita setelah mati, yaitu teman yang shalih. Memang tidak secara langsung sebagaimana tiga bekal di atas, namun syafaat seorang teman yang shalih akan kita rasakan saat di akhirat.

Rasulullah bersabda, “…Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji. Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal….” (HR. Muslim).

Sampai-sampai Imam Ibnul Jauzi mengatakan, “Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ‘Wahai Tuhan kami, hamba-Mu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.”

Merekalah teman dan sahabat yang sejati. Sahabat yang akan membantu menyelamatkan kita di akhirat saat amal kita sendiri tak mampu menyelamatkan. Nah, seperti apakah teman sejati ini saat di dunia? Adakah dia adalah  sosok yang kita akui sebagai sahabat karib yang selalu menemani kita kemana-mana? Ataukah dia adalah teman yang selalu setia menerima curahan hati dan keluhan kita? Ataukah teman yang selalu satu rasa, satu pikiran dan satu tujuan dengan kita?

Sayangnya tidak selalu demikian. Teman sejati akhirat ini kadang bukanlah orang yang kita akui sebagai “sahabat karib” saat di dunia. Bukan kawan satu geng yang selalu bersama kita menikmati hobi dan melampiaskan keinginan. Bahkan, adakalanya dia adalah sosok yang sering membuat kita jengkel akibat teguran-tegurannya saat kita salah. Membuat hati kita kesal karena ajakan-ajakannya menuju kebaikan, atau bahkan membuat hati kita tersinggung sekaligus tersadar oleh nasihat-nasihatnya.

Ya, teman sejati sampai mati ini adalah teman dalam beramal shalih. Seperti Harun yang selalu mendukung dakwah Musa dan menjadi penyambung lidah dalam menyampaikan risalah. Berdua menjalankan perintah dakwah paling berat kepada raja paling keji bergelar Firaun. Bersama membimbing Bani Israel dengan segala sifat baik sekaligus sifat-sifat buruk mereka yang terkenal suka membantah dan mudah disesatkan. Saling melengkapi: Musa bertubuh sangat kuat tapi kemampuan berbahasanya sedikit kurang; karena perbedaan bahasa yang digunakan akibat sering berpindah tempat, sedangkan Harun tidak sekuat Musa tapi memiliki kemampuan linguistik yang fasih. Saling bahu membahu menjalankan perintah Rabb mereka dan membimbing umat menuju keselamatan.

“Dan Jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,–(yaitu) Harun, saudaraku,–Teguhkanlah dengannya kekuatanku,–Dan jadikankanlah dia sekutu dalam urusanku,–agar kami banyak bertasbih kepada Engkau,–dan banyak mengingat Engkau.–Sesungguhnya Engkau adalah Maha melihat (keadaan) kami.”(QS. Thaahaa: 25-35)

Atau seperti persahabatan Abu Bakar ash Shiddiq dengan Muhammad SAW. Persahabatan yang membawa keduanya menuju kemuliaan dunia akhirat. Kisah persahabatan keduanya memakan banyak lembaran-lembaran sejarah dengan kisah-kisah luar biasa.

Abu Bakar adalah pilihan yang tepat dalam berteman bagi Nabi Muhammad. Abu Bakar menjadi lelaki pertama yang mengakui kenabiannya, menjadi lelaki pertama yang turut berdakwah bersama dirinya dan menjadi manusia yang selalu membenarkan ucapan Nabi Muhammad di saat yang lain meragukannya. Teman setia dalam menanggung beban hijrah dari Makkah menuju  Madinah. Sahabat luar biasa yang memberikan semua hartanya demi perjuangan bersama.

Simaklah sepenggal kisah mengenai persahabatan keduanya:

“Demi Allah,  satu malamnya Abu Bakar lebih baik dari satu malamnya keluarga Umar, satu harinya Abu Bakar masih lebih baik dari seharinya keluarga Umar. Abu Bakar bersama Rasulullah pergi ke dalam gua. Ketika berjalan, dia terkadang berada di depan Rasulullah dan terkadang di belakangnya. Sampai-sampai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam heran dan berkata: ‘Wahai Abu Bakar mengapa engkau berjalan terkadang di depan dan terkadang di belakang?’. Abu Bakar berkata: ‘Ya Rasulullah, ketika saya sadar kita sedang dikejar, saya berjalan di belakang. Ketika saya sadar bahwa kita sedang mengintai, maka saya berjalan di depan’. Rasulullah lalu berkata: ‘Wahai Abu Bakar, kalau ada sesuatu yang aku suka engkau saja yang melakukannya tanpa aku?’ Abu Bakar berkata: ‘Demi Allah, tidak ada yang lebih tepat melainkan hal itu aku saja yang melakukan tanpa dirimu’. Ketika mereka berdua sampai di gua, Abu Bakar berkata: ‘Ya Rasulullah aku akan berada di tempatmu sampai memasuki gua. Kemudian mereka masuk, Abu Bakar berkata: Turunlah wahai Rasulullah. Kemudian mereka turun. Umar berkata: ‘Demi Allah, satu malamnya Abu Bakar lebih baik dari satu malamnya keluarga Umar’‘” (HR. Al Hakim, Al Baihaqi dalam Dalail An Nubuwwah)

Adapun bagi Abu Bakar, tidak ada manusia yang lebih baik untuk dijadikan sahabat melebihi Muhammad SAW. Bersamanya, Abu Bakar mendapat hidayah Rabbnya. Bersamanya, Abu Bakar mendapat bimbingan dalam melakukan amal shalih hingga gelar ash Shiddiq dan kabar gembira sebagai ahli surga didapatkannya.

Atau seperti persahabatan para pemuda kahfi. Persahabatan dalam menjaga keimanan dari bengisnya kekufuran. Pemuda-pemuda yang gigih mempertahankan iman sampai harus melarikan diri dari kezhaliman penguasa dengan dukungan masyarakat sekitarnya. Persahabatan yang akhirnya membawa mereka menuju rahmat Allah dengan diabadikannya kisah mereka dalam al-Quran, surat al-Kahfi.

(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (QS. al-Kahfi: 10).

Inilah persahabatan sejati. Inilah pertemanan yang dibawa sampai mati. Persahabatan dalam ketakwaan, pertemanan dalam kebaikan. Saling mencintai karena Allah, saling menasehati karena sayang dan tak tega sahabatnya mendapat murka dari Rabbnya, saling bahu-membahu dalam melakukan amal shalih dan berjuang menegakkan agama-Nya. Merekalah sahabat yang kelak mampu memberi syafaat. Merekalah teman yang kelak akan tetap ingat jika kita celaka di neraka jahanam. Merekalah kawan sejati yang akan membuat kita mendapat naungan di padang mashyar saat kita kepanasan.

سَبْعَة يظلهم الله فِي ظله يَوْم لَا ظلّ إِلَّا ظله إِمَام عَادل وشاب نَشأ فِي عبَادَة الله وَرجل قلبه مُتَعَلق بِالْمَسْجِدِ إِذا خرج مِنْهُ حَتَّى يعود إِلَيْهِ ورجلان تحابا فِي الله اجْتمعَا عَلَى ذَلِك وتفرقا عَلَيْهِ وَرجل ذكر الله خَالِيا فَفَاضَتْ عَيناهُ وَرجل دَعَتْهُ امْرَأَة ذَات حسب وجمال فَقَالَ إِنِّي أَخَاف الله تَعَالَى وَرجل تصدق بِصَدقَة فأخفاها حَتَّى لَا تعلم شِمَاله مَا تنْفق يَمِينه

“Tujuh golongan yang Allah berikan naungan pada hari tidak ada lagi naungan kecuali naungan-Nya. Pemimpin yang adil, pemudai yang rajin beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya terikat dengan masjid jika ia keluar darinya sampai ia kembali, dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan berpisah karena Allah….” (HR Bukhari Muslim).

إِن الله يَقُول يَوْم الْقِيَامَة: أَيْن المتحابون بجلالي، الْيَوْم أظلهم فِي ظِلِّي يَوْم لَا ظلّ إِلَّا ظِلِّي

“Sesungguhnya Allah pada hari kiamat berfirman, mana mereka yang saling mencintai karena-ku? Pada hari yang Aku berikan naungan pada mereka di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim)

Maka lihatlah teman-temanmu, pilihlah, siapa diantara mereka yang mengajakmu menuju hidayah seperti Muhammad kepada Abu Bakar, mendukungmu dalam kebaikan seperti harun kepada Musa dan bersamamu mempertahankan iman seperti pemuda kahfi. Lalu lakukan seperti apa yang dinasehatkan Imam Asy Syafi’i:  “Apabila kalian memiliki teman yang membantumu dalam ketaatan, maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah.” Wallahua’lam.

Oleh: Taufik Anwar/Majalah Ar-risalah

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *