Tag: syarh aqidah thahawiyah

  • Bara’ terhadap Aliran Sesat

    Syarah Akidah Thahawiyah (Matan Terakhir) فَهَذَا دِيْنُنَا وَاعْتِقَادُنَا ظَاهِراً بَاطِنًا وَنَحْنُ بَرَاءٌ إِلَى اللهِ مِنْ كُلِّ مَنْ خَالَفَ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ وَبَيَّنَّاهُ وَنَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يُثْبِتَنَا عَلَى اْلإِيْمَانِ وَيَخْتِمَ لَنَا بِهِ وَيَعْصِمَنَا مِنَ اْلأَهْوَاءِ الْمُخْتَلِفَةِ وَاْلآرَاءِ الْمُتَفَرِّقَةِ وَالْمَذَاهِبِ الرَّدِيَّةِ مِثْلُ الْمُشَبِّهَةِ وَالْمُعْتَزِلَةِ وَالْجَهْمِيَّةِ وَالْجَبْرِيَّةِ وَالْقَدَرِيَّةِ وَغَيْرِهِمْ مِنَ الَّذِيْنَ خَالَفُوا السُنَّةَ وَالْجَمَاعَةَ وَحَالَفُوا الضَّلاَلَةَ وَنَحْنُ مِنْهُمْ […]

  • Islam: Nama dan Esensi

    Islam: Nama dan Esensi

    فَدِيْنُ اللهِ فِي اْلأَرْضِ وَالسَّمَاءِ وَاحِدٌ، وَهُوَ دِيْنُ اْلإِسْلاَمِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ الله الإِسْلامُ وَقَالَ تَعَالَى وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً Agama Allah di bumi dan di langit itu satu, yakni agama Islam. Allah berfirman, “Sesungguhnya agama di sisi Allah itu Islam” (Ali ‘Imran: 19). Juga, “Dan aku telah ridha Islam sebagai agama […]

  • Paranormal Para Perusak Iman

    Paranormal Para Perusak Iman

    وَلاَ نُصَدِّقُ كَاهِنًا وَلاَ عَرَّافًا وَلاَ مَنْ يَدَّعِيْ شَيْئًا يُخَالِفُ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ وَإِجْمَاعَ اْلأُمَّةِ Kami tidak membenarkan dukun dan peramal, juga siapa saja yang mengklaim sesuatu yang bertentangan dengan al-Kitab, as-Sunnah, dan Ijma’ umat. Praktik paranormal, dukun, peramal, tukang sihir, dan yang sejenisnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw, bahkan sebelum zaman beliau. Pada […]

  • DABBAH Binatang Yang Berbicara

    Junub Lupa Bersuci Mengimami Shalat

    Tanda Dekat Hari Kiamat 4 وَنُؤْمِنُ بِأَشْرَاطِ السَّاعَةِ: مِنْ خُرُوجِ الدَّجَّال، ونُزُولِ عِيسَى ابنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ مِنَ السَّماءِ، وَنُؤْمِنُ بِطُلُوعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجِ دَابَّةِ الأرْضِ مِنْ مَوْضِعِهَا (110) Kami beriman kepada tanda-tanda hari Kiamat; seperti keluarnya Dajjal, turunnya ‘Isa putra Maryam ‘alayhissalam dari langit, terbitnya matahari dari arah tenggelamnya, dan keluarnya dabbah (binatang) […]

  • Matahari Terbit dari Arah Terbenam

      (Tanda Dekat Hari Kiamat 3) وَنُؤْمِنُ بِأَشْرَاطِ السَّاعَةِ: مِنْ خُرُوجِ الدَّجَّال، ونُزُولِ عِيسَى ابنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ مِنَ السَّماءِ، وَنُؤْمِنُ بِطُلُوعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجِ دَابَّةِ الأرْضِ مِنْ مَوْضِعِهَا (110) Kami beriman kepada tanda-tanda hari Kiamat; seperti keluarnya Dajjal, turunnya ‘Isa putra Maryam ‘alayhissalam dari langit, terbitnya matahari dari arah tenggelamnya, dan keluarnya dabbah […]

  • Kedudukan Para Ulama

      وَعُلَمَاءُ السَّلَفِ مِنَ السَّابِقِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ مِنَ التَّابِعِينَ أَهْلُ الْخَيْرِ وَالْأَثَرِ وَأَهْلُ الْفِقْهِ وَالنَّظَرِ لَا يُذْكَرُونَ إِلَّا بِالْجَمِيلِ وَمَنْ ذَكَرَهُمْ بِسُوءٍ فَهُوَ عَلَى غَيْرِ السَّبِيلِ (107) Para ulama salaf dari kalangan as-Sabiqin (sahabat) dan yang sesudah mereka yakni para tabi’in adalah ahli kebaikan dan atsar serta ahli fiqh dan nazhar (analisis). Mereka tidak boleh […]

  • Kekhalifahan dan Keutamaan Abul Hasan

    ثُمَّ لِعَلِيٍّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ (104) Kemudian (kekhalifahan itu kami tetapkan) untuk ‘Ali bin Abu Thalib—semoga Allah meridhainya. Setelah ‘Utsman bin ‘Affan terbunuh sebagai syahid, para sahabat mendatangi ‘Ali bin Abu Thalib. Hari itu, umumnya para sahabat yakin bahwa tidak ada yang lebih berhak menjadi khalifah daripada ‘Ali. ‘Ali sendiri sedang duduk […]

  • Kekhalifahan dan Keutamaan Dzun Nurain

    Islam Itu Moderat bukan Islam Moderat

    ثُمَّ لِعُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ (103) Kemudian (kekhalifahan itu kami tetapkan) untuk Utsman (bin ‘Affan)—semoga Allah meridhainya. Pada masa-masa akhir kekhalifahan al-Faruq, orang-orang dekat beliau berkata, “Wahai Amirul mukminin, berikanlah wasiat, kepada siapa kekhalifahan harus diberikan?” ‘Umar menjawab, “Aku tidak dapati orang yang berhak untuk mengembannya selain mereka yang mendapat keridhaan dari Rasulullah hingga beliau […]

  • Kekhalifahan dan Keutamaan al-Faruq

    ثُمَّ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ (102) Kemudian (kekhalifahan itu kami tetapkan) untuk Umar bin Khaththab—semoga Allah meridhainya. Matan di atas adalah penggalan matan ke-102—dan masih akan dilanjutkan pada beberapa edisi mendatang, insya Allah. Seperti penggalan sebelumnya, matan ini menegaskan keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah tentang keutamaan para shahabat, khususnya yang disebut oleh Rasulullah sebagian […]

  • Mendahulukan Wahyu, Mengikuti Sunnah

    وَنَرَى الْمَسْحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ فِي السَّفَرِ وَالْحَضَرِ كَمَا جَاءَ فِي اْلأَثَرِ (83) Menurut kami, boleh mengusap kedua khuff ketika bepergian maupun mukim, sebagaimana tersebut dalam atsar. Khuff adalah sejenis sepatu yang terbuat dari kulit dan menutupi seluruh bagian kaki yang wajib dibasuh saat wudhu (menutupi mata kaki). Sedangkan yang dimaksud dengan “mengusap” adalah menyentuh sesuatu […]

  • Tahu Diri Tidak Tahu

    وَنَقُوْلُ اللهُ أَعْلَمُ فِيْمَا اشْتَبَهَ عَلَيْـنَا عِلْمُهُ  (82) Kami katakan, “Allah lebih tahu,” untuk berbagai hal yang kami tidak benar-benar mengetahuinya. Menurut Ahlussunnah wal Jamaah, seorang mukmin tak boleh mengatakan apa yang tidak diketahuinya. Jika ia mengetahui sesuatu, ia boleh mengatakannya. Jika tidak, ia harus diam dan menjaga lisannya. Seorang mukmin tidak boleh berkata-kata dalam […]

  • Tidak Sembarang Memvonis

    وَلاَ نُنَزِّلَ أَحَداً مِنْهُمْ جَنَّةً وَلاَ نَاراً، وَلاَ نَشْهَدُ عَلَيْهِمْ بِكُفْرٍ وَلاَ بِشِرْكٍ وَلاَ بِنِفَاقٍ مَا لَمْ يَظْهَرْ مِنْهُمْ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ، وَنَذَرُ سَرَائِرَهُمْ إِلَى اللهِ تَعَالَى (78) Kami tidak memastikan salah seorang dari mereka sebagai penghuni surga atau neraka. Kami pun tidak memvonis mereka sebagai orang kafir, musyrik, atau munafik selama pada diri mereka […]