Doa Nabi Nuh ‘alaihissalam

Doa Nabi Nuh ‘alaihissalam

 

رَّ‌بِّ اغْفِرْ‌ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارً‌ا

“ Ya Rabbku! ampunilah Aku, ibu bapakku, dan bagi siapa saja yang masuk ke rumahku dengan keimanan dan semua orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan. dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh : 28)

Allah Ta’ala memilih diantara manusia yang diciptakanNya sebagai pengemban risalah Islam, mereka mendapat hidayah dan petunjuk dariNya. Salah satu petunjuk Allah kepada Para Nabi dan Rasul adalah dibukakanNya pintu doa.

Banyak doa dari para Nabi dan Rasul di dalam al Qur’an, diantaranya adalah doanya Rasul yang pertama Nuh ‘alaihissalam (“Ya Rabbku! ampunilah Aku, ibu bapakku, dan bagi siapa saja yang masuk ke rumahku dengan keimanan dan semua orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan. dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”). Dan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam diperintahkan Allah untuk mengikuti dan mencontoh petunjuk dari para Nabi sebelumnya, Allah berfirman :

“Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka.” (QS. Al An’am : 90)

Dalam tafsir Ibnu katsir disebutkan, bahwa ibnu Abbas berkata, “itu adalah perintah Allah kepada Nabi Muhammad, supaya mengikuti mereka.”

Tentunya kita juga termasuk yang diperintahkan Allah untuk mengikuti petunjuk para Nabi, terkhusus Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.

Permohonan Ampun

Doa ini diawali dengan permohonan ampun atas dosa-dosa, tutupilah yaa Rabb dan ampunilah. Dan kita memohonkannya untuk diri kita dahulu, ‘Rabbighfirlii’, baru kemudian orang yang terdekat ‘waliwalidayya’ yaitu kedua orang tua dan selanjutnya ‘waliman dakhola baitiyaa mukminan’ kaum mukminin yang laki-laki dan perempuan.

Dan permohonan ampun ini tentunya adalah untuk orang yang beriman, karena Allah ta’ala berfirman :

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum Kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” (QS. At Taubah : 113)

Namun orang beriman boleh mendoakan orang-orang kafir untuk mendapat hidayah. Hal ini disebutkan dalam bab tersendiri oleh imam bukhari dalam shahihnya, ‘bab doa kepada orang musyrik untuk mendapatkan hidayah.’

Memintakan ampun kepada mukmin yang laki-laki dan perempuan termasuk doa yang akan mendatangkan pahala yang sangat banyak, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كَتَبَ الله لَهُ بِكُلِّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ حَسَنَةٌ

“Barang siapa yang memintakan ampun kepada (Allah) bagi mukmin laki laki dan mukmin perempuan, maka Allah akan menuliskan baginya dari setiap mukmin dan mukminat satu kebaikan.” (HR. Tabrani, dihasankan Al Albani)

Berapa banyak jumlah orang mukmin sejak zamannya Nabi Adam ‘alaihissalam hingga nanti hari kiamat. Inilah keutamaan yang diberikan Allah kepada orang-orang mukmin, mendapatkan pahala yang sangat banyak dengan kalimat yang sedikit. Bahkan dengan karunia dan kemuliaanNya Allah melipatgandakan setiap satu kebaikan menjadi sepuluh kebaikan.

Kehancuran Dan Kebinasaan Bagi Orang Dzalim

Semua mukmin mendapatkan bagian dari doa ini, begitu juga setiap orang dzalim (orang-orang kafir) zaman dahulu hingga hari akhir pun mendapatkan bagian dari doa ini. seorang muslim boleh mendoakan hidayah kepada orang kafir, dan tidak boleh mendoakan ampunan bagi mereka. Ada pula suatu keadaan yang membuat seorang muslim berdoa untuk kehancuran dan kebinasaan bagi orang kafir dan musyrik. Hal ini telah dicontohkan Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, suatu ketika beliau pernah berdoa;

Semoga Allah memenuhi rumah dan kuburan mereka dengan api, karena mereka telah menyibukkan kita dari (tidak melaksanakan) shalat Al-wushtha hinga matahari terbenam. (HR. Bukhari)

Ya Allah, Yang Menurunkan kitab, Yang Maha cepat perhitungan-Nya. Ya Allah, kalahkanlah pasukan sekutu (Al-Ahzab). Ya Allah, kalahkanlah mereka dan guncangkanlah mereka. (HR. Bukhari)

Bahkan pernah berdoa dalam shalat, dengan qunut nazilah memohon kepada Allah untuk keselamatan kaum muslimin di makkah yang disiksa yang tidak bisa ikut hijran dan berdoa dengan kehancuran untuk suatu kaum;

Ya Allah, tolonglah Hisyam. Ya Allah tolonglah Al Walid bin Al Walid. Ya Allah, tolonglah ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah. Ya Allah, tolonglah orang-orang yg lemah dari kalangan orang-orang beriman. Ya Allah, keraskanlah siksaan-Mu kepada (suku) Mudhar. Ya Allah timpakanlah kepada mereka kekeringan sebagaimana kekeringan yg menimpa (kaum) Nabi Yusuf. (HR. Bukhari)

%d bloggers like this: