Ilmu yang Mengubah

ilmu

Ia bernama ilmu. Salah satu landasan fundamental dalam proses perbaikan manusia. Kunci pembuka gerbang bermacam iradah yang akan mengarahkan tindakan kita ke dalam rupa-rupa wujudnya. Karena ilmu menjadi referensi pilihan aktivitas bersama nihilnya keinginan atas ketidaktahuan akan sesuatu. Ilmu membawa kita ke dalam semua kemungkinan tindakan yang bisa kita pilah dan pilih sesuai hasrat akan pengambilan manfaat dan penghindaran madharat.

Ilmu juga akan membawa kita pada keteguhan hati atas sebuah prinsip sebab kebenaran yang tersingkap menentramkan jiwa. Membuang jauh sikap taklid buta meski dibungkus kekaguman berlebihanakan sosok yang menawan, atau pembenaran atas pilihan mayoritas. Karena ilmu adalah teman dalam kesendirian, yang menerangi gelapnya malam dan menghangatkan dinginnya pagi.

Jika diibaratkan tanaman, ilmu adalah pohon keyakinan. Hingga bersamanya kita menempuhi jalan dengan nyaman, tanpa bimbang ragu yang menggelisahkan. Sebab yakin yang kita peram menjadi kesabaran, menjadi bekal memadai menghadapi hambatan serupa badai. Kita kuat menapakkan langkah, berani memilih arah, siap berjumpa dengan masalah, juga jauh dari resah dan gundah.

Maka berapa banyak di antara kita yang sadar akan kebutuhan kepada ilmu yang benar? Yang memuliakan pemiliknya karena kemuliaan hidup yang dipilih. Dan bukan ilmu yang menghinakan sebab hinanya keinginan dan rendahnya pengharapan. Ia adalah ilmu syariat secara mutlak, yang mengantarkan kita kepada kerinduan akan akhirat dan keingginan menggapai ridha Allah sebagai puncak pencapaian. Sebuah kebutuhan mendesak dan darurat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, kecuali kita memang tidak menginginkannya. Maka alangkah tingginya manusia berilmu dan beriman melampaui kekafiran dan kebodohan yang rendah!

Dan kini, lihatlah Rasulullah yang telah membawa umat beliau kepada kecintaan akan ilmu. Menunjukkan limpahan manfaatnya, keutamaannya, pahala yang mengiringi upaya pencariannya, hingga terbukanya jalan menuju jannah yang didamba. Beliau mengubah masyarakat jahiliyah menjadi kaum pecinta ilmu yang luar biasa. Sebaik-baik kaum yang pernah ada di dunia, menjadi suluh kebaikan dan pondasi peradaban kemanusiaan, karena maksimalnya fungsi kekhalifahan yang dijalankan.

Maka kebodohan adalah kematian sebelum kematian, kuburan sebelum penguburan, dan penjara yang membatasi keinginan dan tindakan. Ia adalah kemunduran atas nama kemanusiaan yang membawa kita terjun rendah ke dalam konsep hidup yang salah. Untuk kemudian menjadi serupa dengan binatang sebab kemusiaan yang hilang. Astaghfirullah!

%d bloggers like this: