Keberkahan Padanya Dan Tambahan Darinya

Generasi Yang Senantiasa Menegakkan Shalat

وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

“Dan barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa; ALLAAHUMMA BAARIK LANAA FIIHI WA ZIDNAA MINHU (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya).” (HR. Tirmidzi)

Alhamdulillah, segala pujian hanya milik Allah. Begitu banyak nikmat yang telah kita terima, sejak di di dalam perut ibu, sampai detik ini. Sudahkah kita bersyukur kepadanya dengan mengikuti petunjuk RasulNya dalam menerima kenikmatan kenikmatan tersebut.

Ketika didalam rahim ada satu tali pusar yang selalu memberikan asupan untuk kita, kemudian ketika lahir dan satu satunya jalan makan tersebut diputus, kita diberi ganti oleh Allah dengan dua jalan, air susu ibu kita. kemudian setelah bisa memakan makanan dan minuman yang lain, kita diberi banyak jalan oleh Allah yang diantaranya ada dalam perut binatang. Allah Ta’ala berfirman :

“Dan Sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan.” (QS. Al Mukminuun: 21)

“Dan Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. An Nahl: 66)

Ada kisah menarik yang dikisahkan Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma berkaitan dengan susu, dan bagaimana seharusnya bila kita diberi Allah minuman susu. Ibnu Abbas berkata; aku bersama Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam dan Khalid bin Al Walid menemui Maimunah, kemudian Maimunah datang kepada kami membawa bejana yang berisi susu, kemudian Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam minum sementara aku berada di kanannya dan Khalid berada di sebelah kirinya, kemudian beliau berkata kepadaku :

الشَّرْبَةُ لَكَ فَإِنْ شِئْتَ آثَرْتَ بِهَا خَالِدًا

“Giliranmu untuk minum, apabila engkau mau maka dahulukan Khalid,”

Maka aku katakan; aku tidak akan mendahulukan bekasmu kepada seorang pun. Kemudian Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مَكَانَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ غَيْرُ اللَّبَنِ

“Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: ALLAAHUMMA BAARIK LANAA FIIHI WA ATH’IMNAA KHAIRAN MINHU (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya), dan barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa; ALLAAHUMMA BAARIK LANAA FIIHI WA ZIDNAA MINHU (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya). Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.”

Jika makanan yang dihidangkan selain susu maka kita bersyukur dengan mengucapkan doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, “Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya”. Kita meminta yang lebih baik darinya. Tapi kalau susu yang dihindangkan, maka kita tidak berdoa dengan meminta yang lebih baik darinya, akan tetapi kita meminta berkah dan tambahan darinya, yaitu “Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya.”

Kenapa kita tidak meminta yang lebih baik darinya (susu), karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.”

Tidak ada pula yang bisa menggantikan kedudukan air susu ibu ketika bayi membutuhkannya di awal usianya, ia memberikan dua pemenuhan sekaligus, rasa lapar dan dahaga hilang, dan perasaan tenang dan kasih sayang pun datang. bahkan susu menjadi simbol dan tanda kefitrahan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam dan umatnya, kefitrahan di atas Islam. kita tidak meminta yang lebih baik selain Islam.

Pada tahun ke 10 setelah kenabian, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam diperjalankan oleh Allah pada malam yang penuh berkah dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha kemudian dari masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha, dalam perjalanan penuh berkah itu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam disodori malaikat jibril ‘alaihissalam gelas yang berisi khamer, susu dan madu, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memilih susu dan malaikat Jibrilpun berkata, “Ini merupakan fithrah yang kamu dan ummatmu berada di atasnya.” (disarikan dari hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam shahihnya)

Setelah minum dan kemudian doa dipanjatkan, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memberikan pentunjuk berikutnya yaitu berkumur kumur darinya.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَرِبَ لَبَنًا ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَتَمَضْمَضَ وَقَالَ إِنَّ لَهُ دَسَمًا

dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minum susu, kemudian meminta air, lalu berkumur-kumur, seraya bersabda, “ia memiliki lemak.” (HR. Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafadznya Imam Muslim)

Semoga mendapatkan keberkahan dan tambahan darinya. Allahumma Amin