Memilih Sekolah?

Memilih Sekolah?

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ustadz, saya berselisih dengan isteri tentang sekolah mana yang akan kami pilih untuk anak kami. Isteri menginginkan sekolah A, sedang saya menginginkan sekolah B. Pendapat mana yang harusnya dipilih?

Atas nasihat Ustadz, saya haturkan banyak-banyak terima kasih.

Jazakumullah khairan katsiran

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Abi

Somewhere di Bumi Allah

Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Abi yang baik, saya yakin setiap orangtua menginginkan semua yang terbaik bagi anak-anak mereka, termasuk dalam pendidikan. Jadi, perselisihan Anda berdua, saya yakin lebih karena kurangnya komunikasi dan perbedaan tentang yang baik bagi anak. Isteri sangat yakin jika sekolah A akan memenuhi kebaikan bagi si anak, sedang Anda sangat yakin jika hal itu bisa diberikan oleh sekolah B.

Yang pertama, janganlah menampakkan perbedaan pendapat itu di hadapan anak-anak. Dalam hal ini termasuk semua bentuk perselisihan suami isteri. Anda berdua harus tampak kompak di hadapan mereka agar lebih mudah menanamkan nilai dan pendirian pada diri anak. Sebab, jika orangtua berbeda pendapat dan berselisih di hadapan anak-anak, mereka bisa menangkap itu. Selain akan membingungkan mereka tentang mana yang harus dipilih atau dibela, perbedaan ini bisa juga mereka manfaatkan untuk mencari dukungan ketika melakukan sesuatu yang salah. Dan hal ini tentu saja sangat buruk.

Yang kedua, cobalah membangun komunikasi dengan isteri untuk mencari kesepakatan tentang apa yang baik untuk anak. Mempertimbangkan semua sisi manfaat dan madharatnya secara adil, hingga bisa dipilih mana yang lebih baik. Tentu saja yang bisa mengantarkan anak kita ke jenjang keshalihan, sebab buah dari pendidikan adalah keshalihan itu sendiri.

Jangan terpengaruh penilaian dan minat orang lain tentang pilihan sekolah untuk anak-anak mereka, sebab sangat mungkin Anda berbeda dengan mereka dalam mengharapkan buah dari sebuah pendidikan. Pendapat mereka cukup Anda jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan.

Yang ketiga, carilah penilaian tentang sekolah pilihan dari pihak-pihak yang terpercaya. Banyak lho, orang yang tidak objektif dalam menilai baik buruknya sebuah sekolah. Seringkali mereka juga hanya menularkan apa yang mereka dengar dari orang lain. Kalau perlu, Anda bisa berkunjung langsung ke sekolah bersangkutan untuk menilainya. Baik tentang kurikulum, bangunan dan fasilitas fisik, para pengajar, kualitas lulusan, hingga kepuasan para wali murid terdahulu.

Pada kasus anak-anak yang sudah cukup besar, semisal seusia SMP, mintalah pendapat mereka juga dalam memilih. Jangan sampai kita memaksakan sesuatu yang tidak disukai anak-anak. Hal ini bisa berpengaruh terhadap prestasi dan kenyamanan mereka menjalani proses pendidikan.

Kalau perbedaan Anda berdua memang terpaksa tidak bisa dipertemukan, mintalah isteri untuk menghormati pilihan Anda sebagai kepala keluarga. Tunjukkan bahwa Anda sudah mempertimbangan semua aspeknya dan bertanggung jawab atas pilihan itu.

Demikian jawaban saya semoga bermanfaat. Salam untuk isteri di rumah.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

%d bloggers like this: