Belajar dari semut

Belajar dari semut

Baris berderet deret dengan rapi, dan bila di ikuti ia akan menuju pada suatu lubang kecil, ya.. itulah semut menuju sarangnya.

Seringnya kita tidak perhatian dan bahkan bisa salah memperlakukan semut dan sarangnya bila emosi sedang menguasai diri.

Padahal banyak nash-nash syar’i yang membicarakan tentang semut, dari yang tidak boleh membunuhnya atau membakar satu desa semut gara-gara digigit salah satu dari pasukan semut.

Dan Bahkan di dalam alqur’an al Karim, ia dijadikan sebagai nama satu surat, yaitu surat an naml (semut). Yang tentunya Allah tidak menjadikannya secara sia sia, namun manusia bisa mengambil ibrah dan pelajaran dari binatang kecil ini. salah satunya adalah firman Allah:

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS An Naml : 18)

“Lembah semut”

Baru dua tahun yang lalu para ilmuwan barat menemukan lembah semut Padahal Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam telah menyebutkannya lebih dari 1400 tahun yang lalu tentang keberadaan kerajaan semut. Penemuan ini diberitakan daily mail(2-2-2012), arkeolog dari universitas arizona yang berhasil menemukan sarang semut raksasa di brasil sehingga layak disebut kota semut atau kerajaan semut.

“Berkatalah seekor semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu.”

Pelajaran untuk kita, bahwa semut saja perhatian kepada saudara-saudaranya, satu semut mengingatkan umat semut dengan lembut dari kebinasaan, dan tidak mementingkan keselamatan bagi dirinya sendiri. Bahkan menunjukkan solusi tempat yang aman bagi saudara-saudaranya, bagaimana dengan kita?

“Sedang mereka tidak menyadari”

Memberikan udzur kepada Nabi sulaiman dan tentaranya bila menginjak semut dan mereka tidak menyadari. bagaimana dengan kesalahan saudara kita, bila saja semut memberikan udzur kepada Nabi sulaiman, tentunya kita lebih layak untuk mencarikan udzur bagi kesalahan yang dilakukan saudara kita..

Maha benar Allah dengan segala firmanNya

%d bloggers like this: