Hipertensi Pada Usia Dini

Hipertensi pada usia dini

Kata hipertensi atau tekanan darah tinggi sudah tidak asing lagi bagi kita karena istilah ini sering kita dengar atau bahkan kita sering menjumpai penderita hipertensi. Pengetahuan kita tentang hipertensi sangat penting bahkan  perlu kita perluas karena penyakit ini tidak berdiri sendiri tapi bisa mengakibatkan kompikasi ke organ lain dan menjadi pemicu timbulnya penyakit lain yang lebih parah.jumlah penderitanyapun semakin bertambah tidak hanya pada usia lanjut tetapi sekarang sudah mulai diketemukan pada usia muda. Sehingga kita harus memiliki ilmu yang memadai untuk bisa mengenali penyebab , pengobatan dan pencegahan secara tepat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.  Hipertensi pada remaja usia 13–18 tahun biasanya tidak menimbulkan gejala apapun dan biasanya diketahui saat remaja menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.

Pengertian Hipertensi/Tekanan Darah Tinggi

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) adalah penyakit yang tekanan darah sistolik dan diastoliknya melebihi 140 /90 mm Hg. Apakah yang dimaksud tekanan darah sistolik dan distolik? tekanan darah sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung sedang menguncup (sistole) sedang diastolik kebalikannya yaitu pada saat jantung mengendor (diastole). Sehingga dapat kita kita simpulkan bahwa tekanan darah sistolik pasti selalu lebih tinggi dari pada tekanan diastolik.

 

Faktor Penyebab Hipertensi Usia Muda

  1. Berat Badan

Pada remaja dengan hipertensi, ternyata 50 % nya mengalami berat badan berlebih  atau obesitas. Obesitas dapat menyebabkan timbulnya resistensi insulin atau tidak mampunya insulin untuk membantu gula darah masuk ke dalam sel tubuh. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya gangguan beberapa fungsi tubuh, dalam hal ini berupa gangguan pembuluh darah, gangguan transportasi ion-ion antar sel dan retensi natrium atau tertahannya natrium di dalam tubuh.

  1. Stress

Stres psikogenik yang dialami oleh para remaja ternyata juga dapat menyebabkan timbulnya hipertensi karena perubahan hormon-hormon dalam tubuh saat sedang stres.

  1. Riwayat Keluarga

Anak dengan orangtua yang menderita hipertensi akan semakin tinggi kecenderungan untuk terkena hipertensi juga dibandingkan dengan anak dengan orangtua non-hipertensi. Selain itu, riwayat kebiasaan keluarga juga berperan. Dimana jika anak dibiasakan pola asuhan dan pola hidup yang tidak aktif, dikhawatirkan anak berisiko memiliki tekanan darah tinggi.

  1. Pola Hidup

Ada beberapa gaya hidup yang memicu dan  memperparah kondisi darah tinggi, antara lain:

  1. Menu dan pola makan yang terdapat garam berlebih
  2. Rutin mengkonsumsi alcohol
  3. Kebiasaan merokok

Penyakit hipertensi pada usia muda dapat mempengaruhi timbulnya hipertensi pada usia yang lebih tua oleh karena itu penanganan hipertensi pada usia muda sangat penting untuk dilakukan.

  1. Diet yang tidak Sehat:

Diet yang tak sehat tidak hanya menambah berat badan dengan cepat,  tetapi juga bisa menjadi salah satu penyebab hipertensi pada usia muda.mereka pada umumnya lebih suka untuk makan-makanan pada junkfood atau makanan cepat saji yang tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol adalah merupakan salah satu penyebab tekanan darah tinggi, dan bagi remaja harus mengikuti diet yang sehat dan seimbang

  1. Kurang berolah raga

Berkurangnya aktivitas/olah raga menjadi pemicu terjadinya obesitas.

 

Pencegahan terhadap hipertensi

Dengan mengubah gaya hidup , kita bisa menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

 

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya hipertensi sekaligus bisa mengobati/ mengontrol tekanan darah kita agar stabil.

  1. Turunkan Berat Badan .

Tekanan darah sering meningkat dengan meningkatnya berat badan. Kehilangan 4,5 kg dapat membantu mengurangi tekanan darah .

  1. Berolahraga secara teratur Aktivitas fisik yang teratur – setidaknya 30 sampai 60 menit setiap hari dalam seminggu dapat mmbantu mengontrol tekanan darah kita.
  2. Makan makanan yang sehat Mengonsumsi makanan yang kaya akan biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan produk susu rendah lemak dan menjauhi lemak jenuh dan kolesterol ,hindari junkfood.
  3. Kurangi garam dalam makanan yng kita konsumsi.
  4. Hindari produk tembakau dan asap rokok , nikotin dalam produk tembakau dapat meningkatkan tekanan darah 10 mm Hg atau lebih sampai satu jam setelah merokok.selain itu juga harus menghindari asap rokok.
  5. Kurangi kafein
  6. Mengurangi stress, Stres atau kecemasan dapat meningkatkan tekanan darah.berusahalah  untuk hidup teratur dan sabar menghadapi masalah kehidupan.
  7. Memonitor tekanan darah secara berkala minimal setiap bulan.

 

Pengobatan hipertensi 

  1. Tanpa obat.

Lakukan pencegahan diatas

  1. Dengan obat

Apabila upaya tanpa obat sudah dilakukan dengan teratur namun tekanan darah masih tinggi maka sebaiknya diturunkan dengan obat obat anti hipertensi (OAH). Karena sediaan .obat anti hipertensi banyak jenisnya maka jangan sembarangan minum obat tanpa petunjuk dokter sebab masing-masing obat memiliki karakteristik sendiri sehingga untuk mengatasi hipertensi pada tiap –tiap pasien bisa berbeda-beda. Periksa dan konsultasikan kesehatan pada dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat.

%d bloggers like this: