3 Manusia Di Waktu Malam

manusia di waktu malam

Malam adalah waktu yang tepat untuk beristirahat guna menyongsong hari esok agar lebih fresh dan semangat. Karena andai tanpa istirahat badan akan terasa lemah dan bisa jadi kaku dan mengganggu kinerja keesokan harinya. Islam memandang waktu malam lebih dari sekedar waktu untuk merebahkan badan, akan tetapi malam memiliki keutamaan yang begitu wah bagi mereka yang memahaminya. Sahabat Salman al-Farisi ra. Menyebutkan ada tiga golongan manusia di waktu malam.

“Setelah shalat Isya’, manusia terbagi menjadi tiga,

  1. Orang yang mendapatkan keuntungan, dan malam tidak membuatnya rugi.

Artinya, ia hidupkan malamnya dengan Qiyamul lail, mengkaji ilmu syar’I dan pelbagi peribadatan dan amalan-amalan yang bermanfaat lainnya. Atau dalam bahasa lain disebut begadang syar’i

  1. Orang yang mendapat kerugian dengan hadirnya malam, ia tak mendapat manfaat darinya.

Ia menggunakan waktu malam untuk perbuatan maksiat semisal mabuk-mabukan, dugem, pergi ke bar dan tempat berbuat maksiat lainnya sampai larut fajar menghampiri. Ketika matahari terbit ia gunakan untuk tidur sampai sore hari dan begitu seterusnya.

  1. Orang yang tidak mendapat madharat maupun manfaat di waktu malam.

Yang terkahir ini lebih ringan daripada yang kedua, karena meskipun sama-sama tidak mendatangkan manfaat, minimal ia tidak mendapatkan madharat, misalnya begadang semalaman membicarakan segala hal yang tidak penting atau hanya sekedar sendau gurau.

Dari ketiga golongan diatas, dimanakah diri kita berada pada waktu malam? Andai kita belum bisa meniru golongan yang pertama, lebih baik kita tidur di awal waktu agar mendapat kita mendapat manfaat. Manfaat berupa bangun lebih dini kemudian kita bisa menggunakannya untuk Shalat tahajud, membaca al-Quran dan ibadah lainnya.

%d bloggers like this: