Berkeluh Kesah, Tanda Jiwa Yang Lemah

arrisalahnet Berkeluh Kesah, Tanda Jiwa Yang Lemah

Keluh kesah, mungkin bagi sebagian orang merupakan cara untuk membebaskan diri dari tekanan persoalan. Atau juga sekedar mengurangi beban jiwa karena masalah yang sedang mendera. Karenanya, bagi yang menjadikan itu semua sebagai alasan pembenaran, keluh kesah pun bisa menjadi kebiasaan. Di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja, bicaranya adalah keluh kesah semata.

Konon curhat, katanya! Seolah ia adalah orang yang paling besar beban hidupnya, sepertinya hanya dia sendiri yang mempunyai permasalahan hidup. Ia nampak merana dan tidak beruntung, nikmat yang Allah karuniakan yang demikian banyak dan tak terhitung seperti tidak berarti dan tanpa nilai apa-apa. Sungguh naif!

Baca Juga: Seorang Muslim Haruslah Multi Talenta

Siapa sih, di dunia ini yang bebas dari persoalan? Pasti tidak ada! Tiada yang seratus persen nihil dari kesulitan. Setiap orang niscaya punya masalah, masing-masing pasti dihadapkan pada probelamatika pribadinya. Karena memang demikian kehidupan, ia pada hakikatnya adalah ujian, di dalamnya ada pergiliran susah-senang, duka-gembira, pendapatan-kehilangan, kelapangan-kesempitan, dan seterusnya. Allah berfirman, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)

Sungguh, keluh kesah adalah tanda kelemahan hati dan kerdilnya jiwa. Ia melihat persoalan dengan asumsi “pasti tidak terselesaikan”, memandang beban sebagi “yang tidak tertanggungkan”, dan menatap jalan keluar dengan kebuntuan. Padahal setiap masalah niscaya ada solusinya, setiap persolan pasti ada jalan keluarnya, dan Allah tidak mungkin memberikan beban diluar kemampuan hamba-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Maka, pribadi yang tangguh dan memiliki izzah adalah pribadi yang berjiwa besar dan berhati kokoh. Karena ujian itu pasti, maka dia harus memenangkannya. Keluh kesah tidak pantas disandanganya sama sekali.

Baca Juga: Agar Menghafal Quran Mudah & Ringan

Selain itu, keluh kesah adalah cermin lemahnya tawakal yang sekaligus proyeksi dari kelemahan iman seseorang. Ia merasa sendiri dan tidak ada yang layak dijadikan sandaran untuk dimintai pertolongan, ia juga tidak ingat bahwa takdir Allah meliputi segala sesuatu. Padahal Allah adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong. Allah berfirman, “Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”  (QS. Ali Imran: 173)

Dihadapan manusia, orang yang suka berkeluh kesah adalah sesosok pribadi yang rapuh yang niscaya akan dianggap lemah. Citranya, hanya butuh dikasihani dan diberikan rasa iba.Wallahu A’lam (Redaksi/Motivasi)

%d bloggers like this: