Hukum Membangunkan Orang Tidur Di Sela-sela Khutbah Jumat

29

Pertanyaan:

Saat Khutbah Jumat berlangsung, apakah jamaah yang tidur di samping kita, kita bangunkan atau dibiarkan saja karena berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seseorang yang berkata pada lainnya, shalat jumatnya sia-sia dan larangan memainkan kerikil?

 

Jawaban:

Alhamdulillah

Siapa yang hadir pada khutbah jumat harus diam, diharamkan berbicara. Meskipun mengajak pada kebaikan dan melarang kemungkaran. Sebagaimana yang diriwayatan Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الجُمُعَةِ: أَنْصِتْ، وَالإِمَامُ يَخْطُبُ، فَقَدْ لَغَوْتَ

“Kalau anda mengatakan kepada temanmu ‘Diam’ pada hari Jumah ketika Imam sedang khutbah, maka telah sia-sia.

Ibnu Hamam rahimahullah mengatakan, “Diharamkan dalam khutbah berbicara. Meskipun itu untuk menyuruh kebaikan atau bertasbih.” Fathul Qodir, (2/68).

Yang dianjurkan adalah membangunkan orang tidur dengan sentuhan tanpa bicara, karena berbicara dilarang. Seperti menggerakkan dengan tangannya atau semisal itu.

Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya, “Sebagian orang tidur ketika waktu khutbah Jumah, apakah kalau saya bangunkan termasuk sia-sia tidak mendapatkan (pahala) jumat?

Maka beliau menjawab, “Dianjurkan membangunkannya dengan perbuatan bukan dengan perkataan. Karena perkataan waktu khutbah tidak diperbolehkan. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Kalau anda mengatakan kepada temanmu ‘Diam’ pada hari Jumah ketika Imam sedang khutbah, maka telah sia-sia.

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Sia-sia”, padahal dia menyuruh kebaikan. Hal itu menunjukkan wajibnya dia menyimak khutbah jumat dan diharamkan berbicara. Wallahul muwafiq. – ‘Fatawa Syekh Ibnu Baz – (30/252).

Wallahu a’lam.

 

Oleh: Redaksi/Konsultasi

 

Baca Juga: