Ini Dia Rahasia Mengapa Ketika Bersin Disunnahkan Mengucap Hamdallah

347

Siapa tak pernah bersin? Pasti tak ada orang yang selama hidupnya tak pernah melakukannya. Namun tahukah Anda, ternyata ada rahasia besar dibalik bersin kita.

Bersin atau dalam bahasa jawa lebih akrab dengan wahing dan ada juga yang menggunakan nama bangkis, adalah salah satu mekanisme perlindungan tubuh dari masuknya benda asing, seperti debu, bakteri, atau bau-bauan ke dalam tubuh kita. Wahing merupakan keluarnya udara semi otonom yang terjadi dengan keras lewat hidung dan mulut. Udara tersebut keluar sebagai respon yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya bakteri dan kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung.

 

Baca Juga: Lupa, Nikmat Allah yang Sering Terlupa

 

Uniknya, saat seseorang mengalaminya, secara refleks maka otot-otot yang ada di muka kita menegang, dan jantung kita akan berhenti berdetak untuk sekejap, selama proses ini. Setelah selesai, jantung akan kembali lagi berdenyut alias berdetak kembali.

Berapa lama durasinya? Karena bersin adalah pengeluaran udara, maka lama prosesnya akan sama dengan kecepatan udara tersebut keluar dari hidung, yaitu sekitar 70 meter/detik. Saat bersin, kita mengeluarkan butir-butir air yang terinfeksi oleh bakteri yang ingin dikeluarkan dari hidung/mulut. Dan Anda tentu tidak menyadari bahwa dalam satu kali wahing, kita mampu mengeluarkan sekitar 40.000 butir air!

Related Posts

Itulah mengapa saat bersin kita disunnahkan mengucap syukur dengan berucap, “Alhamdulillah…!” Sebab, setidaknya kita terhindar dari penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh.

 

Baca Juga: Nikmat Allah Dalam Mengunyah Makanan

 

Dan tahukah Anda, ungkapan senada juga diucapkan dalam berbagai bahasa dan bangsa. Di negara-negara berbahasa Inggris ada kebiasaan untuk mengatakan “God bless you” (Semoga Tuhan memberkati Anda). Tradisi ini berasal dari Abad Pertengahan, ketika diyakini bahwa ketika seseorang bersin, jantungnya berhenti berdenyut, jiwanya meninggalkan tubuhnya, dan dapat direnggut oleh roh jahat. Dalam bahasa Italia, ada jawaban bagi yang mendengar “Salute” (sehat). Dalam budaya Portugis, diikuti oleh jawaban Saúde, (sehat), dan yang bersin kemudian menjawab Obrigado atau Obrigada (terima kasih).  Dalam Bahasa Jerman, diikuti oleh ucapan, Gesundheit (yang artinya “Sehat [bagimu]”). 

Hal ini demikian terlihat sepele, tapi setelah mengetahui rahasinya, kita wajib bersyukur dan selalu mengucap hamdallah kepada Allah.  Segala puji bagi Allah atas segenap kenikmatannya yang tidak mampu kita perhitungkan sebelumnya.

 

Oleh: Redaksi/Kauniyah