Category: Muhasabah

  • Waspadai Ngedrop Iman Pasca Ramadhan

    ngedrop iman pasca ramadhan

    Bagaimana suatu dosa menjadi biasa itu ada siklusnya; baik dalam bentuk meninggalkan perintah maupun melanggar larangan. Bermula dari setan yang secara masif membujuk dan merayu nafsu, lalu nafsu tak kuasa menolak iming-iming dari setan, entah karena penasaran ataupun terpesona oleh cara setan menyajikan. Hingga terjerumuslah seseorang kepada dosa. Tak berhenti sampai di situ, karena setan […]

  • Puncak Pengharapan di Akhir Kehidupan

    puncak kehidupan

    Mu’ad bin Jabal radhiyallahu anhu ketika mendekati ajalnya bergumam, “Ya Allah, selama ini aku begitu takut kepada-Mu. Tapi hari ini, sungguh saya sangat berharap kepada-Mu. “ Alangkah indahnya pengharapan beliau. Pengharapan setelah diawali dengan prestasi gemilang sebagai hamba Allah, namun tak pernah merasa puas dengan hasil usahanya, merasa kurang dan takut akan kekurangan diri dalam […]

  • Area Abu-Abu

    area abu-abu

    Dari zaman ke zaman, selalu saja ada kekuatan saling berhadapan, antara yang haq dan yang bathil. Dan di sana ada wilayah abu-abu yang lebih banyak pengikutnya. Yakni wilayah yang dihuni oleh umat yang belum memiliki ketegasan sikap, kepada siapa mereka mesti berpihak. Dan di wilayah abu-abu itu ada kaum munafik yang bergerak. Mereka ingin menarik […]

  • Antara Pilihan Kita dan Pilihan-Nya

    Pilihan Terbaik

    Ingin memiliki harta sebanyak mungkin, ingin meraih jabatan setinggi mungkin atau ingin memiliki rumah semegah dan semewah mungkin. Mayoritas manusia terselip harapan seperti itu. Dan ketika melalui usaha yang panjang dan berat, atau bahkan telah berdoa dengan sepenuh pengharapan  belum juga mendapatkan sesuai keinginan, terkadang muncul putus asa, kekecewaan dan zhan yang buruk kepada Allah. […]

  • Pandai-pandailah Merasa Berdosa

    Pandai-pandailah Merasa Berdosa

    Tersebut dalam shahihain, tatkala Abu Bakar ash-Shidiq radhiyallahu ‘anhu meminta kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk mengajarkannya sebuah doa yang akan dipanjatkan di dalam shalatnya, Nabi shallallahu alaihi wasallam mengajarkan, “Ucapkanlah, اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ “Ya […]

  • Seperti Bijaksana

    Bijaksana

    Sepintas tampak bijak orang yang mengatakan bahwa dirinya tidak mau bermusuhan dengan siapapun dengan alasan apapun. Padahal semestinya bijak itu ketika seseorang bisa menempatkan diri secara proporsional. Termasuk cara berinteraksi dengan kawan maupun lawan. Hanya orang plin plan yang merasa tidak memiliki musuh. Tak ada seorangpun yang memiliki keyakinan kecuali dia memiliki kawan dan dalam […]

  • Salah Duga

    salah duga

    Adakalanya, kita tidak menyukai sesuatu, padahal sebenarnya hal itu baik bagi kita. Sebaliknya ada saatnya kita begitu menginginkan sesuatu padahal sesuatu itu buruk bagi kita. Allah Maha tahu apa yang terbaik untuk kita sementara kita hanya bisa menerka sementara kita seringnya hanya bisa menyangka dan menduga. Kita tidak suka dicela. Bahkan meski perbuatan kita layak […]

  • Kadar Pancaran Iman

    kadar pancaran iman

    Meski iman menghidupkan dan menerangi qalbu insan, namun dalam kualitasnya pada masing-masing manusia, ia berderajat dalam capaian. Serupa sinar mentari yang menerangi bumi, kadang ia terasa hangat menyentuh kulit, namun bisa sangat panas menyengat dan membakar. Kadang ia menjadi sumber penerang yang benderang di teriknya siang, namun kadang meredup dalam mendung, atau bahkan gulita dalam […]

  • Memberi Sebelum Diminta

    Memberi

    Dalam Sifatush Shafwah diceritakan, ketika keponakan Abu Bakar Muhammad bin Sauqah meminta sesuatu kepadanya, dia menangis. Keponakannya pun berkata, “Paman, seandainya permintaanku menyebabkan engkau begini, pasti aku tidak akan meminta kepadamu.” Ia menjawab, “Aku tidak menangis karena permintaanmu, tetapi aku menangis karena tidak memberimu lebih dahulu sebelum kamu meminta.” Ibnu Sauqah mengajarkan kepada kita jangan […]

  • Dua Materi Kebaikan

    kebaikan

    Allah menjadikan qalbu manusia memiliki kehidupan dan cahaya; dua substansi utama yang menjadi penentu baik dan buruknya seorang hamba. Pada kebalikannya, qalbu bisa juga mengalami kematian dan gulita. Dan di antara keduanya terbentang jenjang bertingkat yang mencerminkan ‘maqam’ para hamba. Di situlah nilai hamba berbeda-beda seiring perbedaan kualitas qalbu mereka. Pada kehidupan qalbu-lah, kekuatan hakiki […]

  • Ketaatan Adalah Ujian

    Ketaatan Adalah Ujian

    Banyak orang telah paham bahwa musibah dan bencana itu adalah ujian. sedikit orang yang menyadari bahwa kemudahan rezeki, kesehatan dan kenikmatan itu adalah ujian. Makin sedikit lagi orang yang memahami dan menyadari bahwa ternyata kemudahan dalam ibadah itu adalah ujian. Ketika kita dimudahkan bangun malam untuk shalat, ini masih berstatus ujian, belum merupakan hasil akhir. […]

  • Memaafkan Itu Berat, Benarkah?

    Memaafkan Itu Berat, Benarkah?

    Perlu kekuatan untuk meminta maaf, tapi perlu lebih banyak kekuatan untuk memberi maaf. Allah adalah Dzat yang maha kuat dan karenanyalah Dia mampu memaafkan kesalahan manusia yang tak terhitung jumlahnya. Manusia yang mampu memberi maaf jauh lebih kuat daripada yang meminta maaf. Memaafkan Itu Membebaskan Memaafkan itu membebaskan. Luka hati itu kan membusuk menjadi dendam. […]

  • Kala Cinta Bersalin Rupa

    Kala Cinta Bersalin Rupa

    Setiap manusia mestinya takut menyelisihi perintah Allah. Takut kalau-kalau dirinya tertimpa fitnah atau tertimpa azab lantaran itu. Setiap kita mestinya takut bermaksiat kepada Allah. Jangan melihat kecilnya, tetapi lihatlah kebesaran Zat yang dimaksiati.   Baca Juga:  Cinta-Mu, Cinta Pecinta-Mu, dan Cinta Amal Kebaikan   Jangan menganggap remeh sekecil apapun dosa karena Rasulullah bersabda bahwa perumpamaan […]

  • Jangan Menyesatkan Diri

    Jangan Menyesatkan Diri

    Begitu banyak masalah dalam kehidupan. Dalam variasi tampilan dan perolehannya, substansinya adalah ujian keimanan kita, sebagai sunatullah yang sudah, sedang dan akan terus berlangsung sampai batas waktu hanya Dia yang tahu. Untuk melihat siapa di antara kita yang jujur dan dusta dalam pengakuan imannya, siapa juga di antara kita yang paling baik amalnya. Maka bukan […]

  • Melatih Diri

    Melatih Diri

    Layaklah para sahabat, tabiin, dan tabiut tabiin disebut sebagai generasi terbaik. Mereka adalah manusia yang paling tahu cara mendidik diri. Mereka telah mewariskan kepada kita sebaik-baik bekal tarbiyah. Di antara bekal tersebut adalah melatih diri. Jiwa orang-orang terdahulu, kata Abdullah bin Mubarak, mudah diajak berbuat baik, sedangkan jiwa kita harus dipaksa untuk itu. Maka sudah […]