Khutbah Jumat: Kezhaliman Sempurna Seorang Hamba

62

KHUTBAH JUMAT:

KEZHALIMAN SEMPURNA SEORANG HAMBA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنسْتعِينُهُ وَنسْتغْفِرُهُ وَنعُوذ باللهِ مِنْ شُرُورِ أَنفُسِنَا وَمِنْ سَيّئاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

 وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

يَاأَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أما بعد

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَديثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُورِ مُحْدَثاَتِهَا وَكُلَّ مُحْدَثــَةٍ بدْعَةٌ وَكُلَّ بدْعَةٍ ضَلاَلةٌ وَكُلَّ ضَلاَلةٍ فيِ النَّارِ

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Puji syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala . Karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya lah kita dapat menunaikan tugas kita sebagai seorang hamba. Dengan rahmat-Nya pula, Kita dapat menghadiri majelis shalat jumat ini. Yang mana, majelis ini telah menjadi kebutuhan bagi kita. Agar ruhiyah kita semakin hidup.

Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan kita, nabi Muhammad ﷺ. Kepada ahlu baitnya, sahabatnya dan para pengikutnya yang selalu meneladani sunnahnya hingga hari akhir. Amma Ba’du:

Melalui mimbar jumat ini, khatib wasiatkan kepada diri kami dan para jamaah pada umumnya. Marilah kita tingkatkan kualitas dan kuantitas takwa kita kepada Allah. Yaitu, dengan cara meningkatkan amal ibadah yang dikerjakan dengan penuh keihlasan, dengan penuh rasa khauf dan dengan segenap rasa raja. Dan, dengan meninggalkan kemaksiatan dengan segenap kemampuan kita. Semoga, takwa tersebut dapat menjadi bekal terbaik untuk hari akhirat. Dapat menjadi penerang di gelapnya alam barzakh. Dan, dapat menolong kita di hari akhir kelak. Amin ya rabbal ‘alamin.

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Ketika turun ayat,

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَـٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٨٢

“Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kezhaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat ketenteraman dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS al-An’am: 82)

Para sahabat resah. Rasanya tidak ada orang yang bersih dari segala bentuk kezhaliman. Untuk itu, mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak perah menzhalimi dirinya sendiri?”

Nabi menjawab, “(maksudnya) bukan seperti yang kalian katakan, mereka tidak menodai iman mereka dengan kezhaliman, maksudnya dengan kesyirikan. Tidakkah kalian mendengar perkataan Lukman kepada anaknya, “sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang besar.”

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Sungguh ini merupakan jawaban yang memuaskan. Karena kezhaliman yang sempurna adalah syirik, yakni mengalamatkan ibadah tidak pada tempatnya. Berdo’a, meminta rejeki, memohon perlindungan dan keselamatan, berkurban dan mengabdi kepada selain Allah. Dosa inilah yang menyebabkan hilangnya ketenteraman dan hidayah.

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Di dunia, orang musyrik tak pernah tenteram. Segala kejadian menjadi sumber ketakutan dan kehawatiran. Kejatuhan cicak, ia anggap sebagai tanda sial. Atau ketika ada binatang melintas di jalan yang dilaluinya, atau ada gelas terjatuh dan pecah. Semua itu menjadi sumber ketakutan baginya.

Mereka juga takut terhadap hari-hari tertentu, tempat-tempat tertentu atau makhluk tertentu, melebihi takutnya kepada Allah. Untuk mengenyahkan rasa takut itu, mereka meningkatkan volume kesyirikan dengan sesaji, ruwatan, mengalungkan jimat dan upacara kesyirikan lain.

Tidak pernah tenang orang yang menduakan pengabdian. Sesekali shalat untuk Allah, sesekali sesaji untuk tandingan Allah. Dia hendak mencari ridha seluruhnya, sementara masing-masing sesembahan menuntut loyalitas dirinya secara sempurna. Bagaimana orang semacam ini bisa tenang. Allah berfirman,

 

رَبَ اللَّـهُ مَثَلًا رَّجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِّرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا

 “Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang hamba yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua hamba itu sama halnya?” (QS az-Zumar: 29)

Ibnu Abbas menafsirkan, “Ini adalah perumpamaan antara orang  musyrik dan orang mukhlis (ikhlas).”

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Kegundahan yang selalu meliputi orang musyrik di dunia, akan berbuah penderitaan neraka yang tiada tara di akhirat, selamanya. Kecuali jika dia bertaubat sebelum matinya. Allah tidak akan mengampuni dosanya. Berbeda dengan dosa lain, betapapun besarnya, masing mungkin Allah mengampuninya. Nabi juga telah memastikan bahwa orang seperti ini masuk neraka. Beliau bersabda,

 

وَ مَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً دَخَلَ الناَّرَ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, pasti masuk neraka.” ( HR Muslim)

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Jika ingin perbandingan yang klimaks, orang yang suka mencuri, berjudi namun terhindar dari syirik, itu jauh lebih baik dari orang yang dermawan, ramah tamah tapi musyrik. Mengapa? Tanpa mengecilkan dosa mencuri dan berjudi, kedua dosa itu masih mungkin diampuni (dengan kehendak Allah), dan dosa itu merupakan kezhaliman atas sesama manusia. Akan tetapi syirik, tidak terampuni. Karena berlaku zhalim terhadap Allah, dan inilah kezhaliman yang paling besar. Wallahu a’lam.

أقُولُ قَوْلي هَذَا وَأسْتغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لي وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوهُ يَغْفِرْ لَكُمْ  إِنهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ، وَادْعُوهُ يَسْتجِبْ لَكُمْ إِنهُ هُوَ البَرُّ الكَرِيْمُ

 

Khutbah Kedua

 

الْحَمْدُ للهِ وَلِيِّ الإِحْسَانِ، لا يَحُدُّهُ الزَّمَانُ وَالمَكَانُ، وَنَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ الوَلِيُّ الحَمِيدُ، وَأشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّـنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَاحِبُ الخُلُقِ العَظِيمِ، أَدَّبَهُ رَبُّهُ فَأَحْسَنَ تَأْدِيبَهُ، وَأَكْرَمَهُ فَجَعَلَهُ خَلِيلَهُ وَحَبِيبَهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الأَبْرَارِ، وَعَلَى تَابِعِيهِمْ مِنْ عِبَادِ اللهِ الأَخْيَارِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

 : فَيَا عِبَادَ اللهِ

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى سَيِّدِنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

: عِبَادَ اللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

وَ أَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ لَذِكْرَ اللهِ أَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ