Tips Memilih dan Menyajikan Materi Khutbah Jumat

57

Anda khatib Jumat? atau takmir masjid yang sedianya harus selalu siap di hari Jumat sebagai pengganti khatib utama? Atau anda belum pernah berkhutbah sebelumnya dan hendak khutbah tapi bingung menentukan materi khutbah Jumat yang pas bagi hadirin?

Yakin materi khutbah yang hendak anda sampaikan menarik bagi para jamaah? dan yakin jamaah mau mendengarkan?

Di bawah ini ada beberapa tips yang bisa anda gunakan dalam meramu dan memilih materi khutbah Jumat agar pas dan menarik bagi para jamaah, dan merekapun hadir di sidang shalat jumat bukan hanya sekedar melepas rutinitas tapi mendegarkan dengan seksama.

Tips-tips berikut sebagiannya adalah metode umum dalam menyusun naskah, baik untuk khutbah maupun pembuatan makalah. Karena pada dasarnya, tidak ada trik rahasia yang bisa menyulap racikan materi atau penyampaian khutbah menjadi luar biasa dalam seketika.

Untuk mewujudkan khutbah yang luarbiasa dibutuhkan tehnik penyajian dan retorika yang baik juga proses dan pembelajaran. Pengalaman dan jam terbang juga akan menjadi tangga yang harus dilalui
untuk mendapatkan hasil terbaik.

Tips-tips berikut sifatnya hanyalah saran, bukan aturan baku. Adakalanya sebagiannya tidak perlu dipakai jika dirasa kurang pas dengan situasi yang dihadapi.

 

TIPS MEMILIH TEMA

1. PILIH TEMA SESUAI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENGAMALAN PENDENGAR TENTANG ISLAM

Point ini kami letakkan di awal karena nilai urgensinya. Tema yang baik haruslah tema yang sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pengamalan pembaca. Sesuai dalam arti bisa dipahami dan tidak muluk-muluk. Bukan berarti tema yang dipilih itu-itu saja alias tidak meningkat, tapi dalam memilih tema hendaknya mempertimbangkan kemampuan serap audiens secara umum terhadap tema yang diangkat. Ini penting karena tema yang muluk-muluk berpotensi tak dapat dipahami bahkan bisa pula disalahpahami. Tema-tema beraroma teoritis bisa diterima di khutbah jumat masjid kampus, tapi tidak untuk masjid kampung. Bukan berarti khatib harus repot-repot melakukan riset pada tingkat pemahaman pendengar, cukup mengira dari segi daerah atau letak masjid yang ditempati pun bisa.

2. PILIH TEMA SESUAI KEBUTUHAN PENDENGAR

Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan masyarakat terhadap suatu penjelasan (bayan) atau ilmu dari syariat. Misalnya, di masyarakat tengah menjamur tren kuliner masakan dari binatang-binatang
haram. Maka yang dibutuhkan masyarakat saat itu adalah kebutuhan terhadap bayan atau penjelasan mengenai berbagai makanan yang haram; landasan dalilnya, madharatnya, serta berbagai hal terkait dengan tema tersebut. Tema yang sesuai kebutuhan akan lebih efektif dan tepat guna karena nilai aktualitasnya.

3. CARI TEMA BARU YANG PADAT-BERISI DAN MENCERAHKAN

Menyesuaikan tema dengan kebutuhan pendengar dalam beberapa kondisi sifatnya sangat kontesktual. Artinya, hanya jika ada masalah, isu atau kasus yang perlu direspon. Dan itu tidak kita dapatkan setiap
Jumat. Pada Jumat-jumat biasa, perlu kiranya kita berikan tema-tema baru yang terukur dalam level yang bisa diterima audiens. Misalnya tema-tema berunsur tauhid atau tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).

 

TIPS MENYAJIKAN TEMA

Beberapa trik berikut ini adalah trik untuk membuat naskah khutbah lengkap. Asumsinya, Anda akan menyampaikan khutbah dengan menggunakan teks khutbah lengkap, mulai dari pembukaan, isi hingga penutupan. Bagi yang sudah terbiasa berkhutbah hanya dengan membawa point-point pokoknya, trik-trik berikut bisa berfungsi sebagai penambah pengetahuan.

1. Pilih salah satu tema yang anda inginkan. Anda bisa mengambil tema dari satu bab dalam sebuah buku, atau dari inspirasi sendiri.

2. Pilih ayat-ayat al-Qur’an berkenaan dengan tema tersebut yang paling mencakup dan mengena. Dalam buku ini kami telah memilihkan untuk Anda.

3. Pilih hadits-hadits yang paling mencakup yang menjelaskan masalah yang diangkat. Anda bisa menggunakan program kumpulan hadits atau buku-buku hadits shahih yang hari ini sudah banyak diterjemahkan.

4. Cari keterangan ulama yang gamblang dalam menjelaskan tafsir atau syarh (penjelasan) dari tema, untuk dinukil dalam teks khutbah. Keterangan ulama ini bisa didapat dari tafsir ayat terkait atau penjelasan syarh hadits yang dinukil. ini akan memperkuat nilai ilmiyah sebuah ceramah.

5. Cari kisah-kisah dari para ulama salaf atau bisa juga kisah nyata hari ini sesuai tema anda. Usahakan –jika memang ada- dalam khutbah kita ada satu atau dua nukilan kisah sebagai gambaran implementasi dari tema. Orang Arab mengatakan, “bil mitsal tattadhihul maqal” dengan contoh, penjelasan akan menjadi gamblang.

6. Akan lebih unik jika mampu membuat semacam analogi atau perumpamaan pada keterangan yang anda sampaikan. Bagi yang memiliki pengetahuan dalam bahasa Jawa atau Arab misalnya, disana ada banyak permisalan yang bisa digunakan.

7. Ada baiknya menghafal ayat atau hadits yang akan dijadikan rujukan utama.

Ini akan membantu menggenjot performa dan kepercayaan diri anda, juga menambah kemantapan para pendengar. Meskipun membawa materi khutbah lengkap, sebaiknya jangan terlalu terkungkung dengan teks. Menghafal ayat, hadits, atau cerita akan lebih mengesankan.

8. Soal referensi tidak harus disebutkan terlalu detail.

Jika hadits cukup disebutkan riwayat siapa, tidak perlu sampai menyebutkan nomor dan halaman. Jika nukilan dari buku, cukup sebutkan dari buku apa atau penulisnya. Yang penting kita yakin bahwa yang kita sampaikan memiliki rujukan valid meski tidak kita sampaikan. Sebab, ini khutbah bukan makalah, waktunya singkat dan yang dibutuhkan audiens adalah materi yang langsung bisa dicerna.

9. Hindari memilih tema yang dimaksudkan untuk menyindir seseorang.

Tema semacam ini rawan rancu dan tidak bisa dipahami oleh hadirin karena mereka tidak memahami konteks. Hindari pula mencela kelompok/organisasi Islam lain secara spesifik, kecuali yang memang terbukti sesat, juga memuji atau mencela secara berlebihan dan emosional.

Demikian beberapa tips dalam memilih materi khutbah jumat agar menarik perhatian audience. sekali lagi, hasil yang maksimal tentunya ditentukan oleh masing-masing orang, penilaian khutbah juga bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Semoga bisa mempermudah pembaca dalam memilih materi khutbah jumat.

 

Majalah ar-risalah/Redaksi