Niat

329

            Sepulangnya pasukan Quraisy dari bukit Uhud, Rasulullah memerintahkan pasukan Muslim untuk memeriksa dan mencari orang-orang yang terluka dan terbunuh. Zaid bin Tsabit diperintahkan Rasulullah untuk mencari Sa’d bin ar-Rabi’. Rasulullah berpesan kepada Zaid, “Jika sudah kau temukan, sampaikan salamku kepadanya, katakan juga Rasulullah bertanya kepadamu bagaimana yang kau rasakan?”

            Kemudian Zaid bin Tsabit berputar-putar diantara jasad-jasad yang telah gugur mencari Sa’d bin ar-Rabi’, hingga ditemukannya Sa’d dengan tombak yang menancap di tubuhnya dan penuh luka di sekujur tubuhnya. Zaid berkata padanya, “Wahai Sa’d, sesungguhnya Rasulullah menyampaikan salam untukmu dan menanyakan apa yang kau rasakan?”

“Jadi Rasulullah menyampaikan salam kepadaku? Sampaikan pada Beliau aku mencium bau surga. Sampaikan pula kepada kaumku (kaum Anshar) kalian tak perlu lagi mencari alasan di sisi Allah jika memang Rasulullah sudah selamat dan ada mata yang melihatnya.” Jawab Sa’d. seketika itu pula Sa’d menghembuskan nafasnya yang terakhir.

            Di antara orang-orang yang terluka, kaum Muslim menemukan Ushairim bin al-Asyhal, dan di badannya masih menancap tombak bekas peperangan. Mereka berkata, “Demi Allah! Sesungguhnya lelaki ini adalah Ushairim. Apakah yang menyebabkan ia datang kemari? Kami telah meninggalkannya dan ia tidak mau memeluk Islam.” 

Mereka pun menanyakan kepada Ushairim mengenai dirinya, “Apakah yang menyebabkan engkau kemari hai Ushairim? Apakah karena kasihan terhadap kaummu atau karena rasa cintamu kepada Islam?”

Jawab Ushairim, “Karena rasa cinta kepada Islam. Aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan aku telah memeluk Islam. Lalu aku mengambil pedangku dan berangkat menyertai Rasulullah. Selanjutnya aku berperang hingga terjadi keadaan seperti ini.” 

Tidak lama kemudian, ia meninggal dunia di pangkuan mereka. Kemudian mereka menceritakan apa yang telah terjadi kepada Rasulullah. Beliau menjawab, “Dia termasuk penghuni surga.” Abu Hurairah berkata, “Padahal Ushairim belum pernah sekali pun shalat kepada Allah.”

Di antara orang-orang yang terluka itu, kaum Muslim juga menemukan Quzman. Quzman adalah seorang yang dikenal para sahabat namun asal usulnya tidak diketahui secara umum kecuali oleh Rasulullah. Quzman memiliki keberanian dan fisik serta kelincahan yang cepat, dalam pertempuran Uhud ia bahkan dapat membunuh tujuh hingga delapan personil dari pasukan Quraisy. Kaum Muslim mendapati Quzman sedang menahan rasa sakit karena luka yang didapatkannya, kemudian mereka membawanya ke perkampungan bani Zhafr untuk dirawat. Kaum Muslim berusaha menghibur Quzman, namun ia menjawab, “Apa yang harus aku gembirakan? sesungguhnya aku bertempur bukan untuk siapa siapa, aku bertempur karena ingin mengangkat harkat keberanian suku dan kaumku.” Setelah itu lukanya semakin parah, karena merasa tak tahan lagi dengan sakit yang dideritanya, dia pun bunuh diri. Setelah kabar tentang Quzman sampai pada Rasulullah, Rasulullah berkata, “Jika dia berkata seperti itu, maka dia termasuk penghuni neraka.”

Begitulah akhir perjalanan orang-orang yang ikut berperang bersama Rasulullah dengan niat yang berbeda. Sekalipun berperang di bawah bendera Islam dan bergabung bersama Rasulullah dan para sahabat, jika niatnya untuk membela suku bukan untuk membela agama Allah, maka Allah tidak menulisnya sebagai penghuni surga.