Bersahabat Sampai Akhirat

307

Sebagai orang yang beriman, kita harus selektif dalam berteman, tidak sembarangan menjadikan seseorang teman, karena dampaknya kita akan terkena getah dari teman kita. Sebagaimana perumpamaan berkata, “Berteman dengan penjual minyak wangi akan terkena wanginya, dan berteman dengan pandai besi akan terciprati arangnya atau bau tidak sedapnya.”

Berteman dengan orang yang shalih sangat bermanfaat di dunia dan akhirat. Allah menyebut keutamaan dua orang yang menjalin pertemanan karena-Nya dan dijamin mendapatkan naungan-Nya kelak. Banyak sekali faedah berteman dengan orang shalih, diantaranya adalah,

BACA JUGA: SYAFAAT SEORANG SAHABAT

     1. Reuni kembali di hari kiamat.

Seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih, kelak ia akan bertemu dan berkumpul kembali dengannya di hari kiamat. Berbincang kembali, menjalani hobi bersama kembali dan melakukan aktifitas bersama kembali. Demikian juga sebaliknya, orang yang bergaul dengan teman yang buruk akan kembali dipertemukan bersama di hari kiamat.

 

     2. Menambah aset kebaikan.

Seorang teman akan berpengaruh terhadap teman lainnya. Sebagaimana pedagang minyak wangi dan pandai besi, teman baik akan menebar kebaikan pada teman-temannya, sebaliknya teman yang buruk akan memberikan bau busuk dan menularkan keburukan pada teman lainnya.  

 

     3. kedudukan yang tinggi dan dicemburui para Nabi.

Sebagaimana Nabi bersabda, “Allah berfirman, “Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, mereka akan mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya sehingga para Nabi dan Syuhada’ berkeinginan (mendapatkan) seperti mereka.” (HR. Tirmidzi)

 

     4. Hubungan yang langgeng dan tak terpisahkan jaman.

Orang yang mencitai karena Allah, kecintaan dan hubungan mereka akan tetap langgeng sampai hari kiamat. Saat setiap kekasih berlepas diri dari kekasihnya, orang tua berpisah dari anaknya dan mereka terpisah dengan liang kubur, tidak demikian orang yang menjalin cinta karena iman dan takwa. Allah berfirman, “Teman-teman yang akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. az-Zukhruf: 67)

 

     5. Allah mencintai mereka.

Suatu ketika Abu Idris al-Khaulani datang kepada Muadz ra, lalu ia berkata, “Sesungguhya aku mencintaimu, maka Muadz berkata, “Bergembiralah! Karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfriman, “Sudah tentu mendapat kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, orang-orang yang hadir di majelis karena-Ku, orang-orang yang saling mengunjungi karena-Ku, serta orang-orang yang saling mengeluarkan hartanya karena-Ku.”

Demikian penting memilih teman yang baik dan shalih. Ia akan senantiasa bermanfaat dan bermartabat saat di dunia dan sampai di akhirat kelak. Mari kita lebih selektif dalam mencari teman.