Khutbah Iedul Adha 1441 H: Memaknai Takbir

135

Khutbah Iedul Adha 1441H:
Memaknai Takbir

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

أمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، لا إله إلا الله ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ولله الحمد…  اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لا إله إلا الله ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ولله الحمد وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

 

Jamaah shalat Ied Rahimakumullah

Pada pagi yang berbahagia ini, marilah kita tingkatan rasa syukur kita kepada Allah atas segala nikmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita, nikmat sehat dan kesempatan sehingga kita bisa hadir di sini melaksanakan sholat Idul Adha berjama’ah, mudah-mudahan langkah kita diberkahi oleh Allah Amien. Tidak lupa, kita bersyukur juga kepada Allah atas nikmat yang paling besar dalam hidup kita, yaitu nikmat Iman dan Islam. Nikmat hidayah, hidup di atas jalan kebenaran yang tidak mungkin digantikan dengan apapun dari kehidupan dunia ini. Allah berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“ Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. “ (Qs. al-Maidah: 3)

Jamaah shalat ied Rahimakumullah

Hari ini kalimat takbir menggema diseluruh penjuru dunia. Gema takbir menyadarkan kita akan kebesaran Allah dan betapa kerdil dan lemahnya kita sebagai manusia.

Kalimat takbir, Allahu Akbar, Allah Mahabesar, merupakan kalimat yang luar biasa dan diberkahi. Allah adalah Dzat yang Mahatinggi, Dia Mahabesar dan tidak ada yang lebih besar dari-Nya. Dia adalah Raja yang segala sesuatu tunduk kepada-Nya.

Takbir merupakan proklamasi atas kemahabesaran Allah dan ketundukan diri dari kesombongan dan keangkuhan.

Allah Mahabesar dari segala sesuatu secara Dzat, kemampuan, dan ketetapannya. Makna yang agung tersebut menghadirkan kepercayaan diri bagi seorang muslim. Ia akan selalu berprasangka baik kepada Allah. Rintangan tak akan menghentikan langkahnya. Ancaman tak akan membuatnya takut. Apa yang terlewat tak membuatnya merasar. Allahu Akbar, Allah yang Mahabesar, Mahakuasa, dan Mahapenyayang tidak akan membiar khasyahnya, harapannya, dan cintanya kepada sang pencipta. Ia pun takut bermaksiat dan selalu berusaha untuk taat dan tunduk pada syariat.

Jamaah shalat ied Rahimakumullah

Keyakinan atas kemahabesaran Allah mematrikan tsiqah dan ketenangan.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Kuasa Allah yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Rabb) yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil dan sesungguhnya Allah Dialah yang Mahatinggi dan Mahabesar.” (QS. Al-hajj: 62).

Dialah Allah yang Mahatinggi dan Mahabesar. Tiada yang dizalimi dengan hukumnya. Dia memuliakan orang yang dikehendakinya dan merendahkan orang yang dikehendaki. Semua makhluk kecil dihadapan keagungan-Nya.

Iman dan keyakinan kepada kebesaran dan keagungan Allah menjadikan lisan senantiasa berdzikir, bersyukur, dan memuji-Nya. Menggerakkan anggota badan untuk mengagungkan, mencintai, dan tunduk kepadanya dengan ibadah.

Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illallah Allahu akbar

Allahu akbar, adalah pekik perjuangan. Para pahlawan memekikkannya di medan-medan pertempuran. Dengannya mereka merasakan kekuatan, kemuliaan, kebanggaan, dan keikhlasan.

Khalid bin walid memimpin perang Yarmuk dengan pekik takbir. Shalahuddin al-Ayyubi menaklukkan al-Quds dengan pekik takbir. Muhammad al-Fatih membebaskan konstantinopel dengan pekik takbir. Diponegoro memimpin perang jawa dengan pekik takbir. Bung Tomo memimpin perang 10 November di Surabaya dengan pekik takbir.

Dan kelak, jamaah Rahimakumullah. Di akhir zaman, takbir menjadi senjata pamungkas untuk mengalahkan musuh.

Rasulullah bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi hingga Konstantinopel diserbu oleh 70 ribu orang dari bani Ishak. Begitu mereka mendatangi kota tersebut, mereka hanya singgah tanpa menyerang dengan senjata maupun menembakkan sebatang panah. Mereka mengucapkan Lailahaillallah wallahu akbar tiba-tiba takluklah bagian kota yang berada di laut. Kemudian mereka mengatakan lagi Lailahaillallah wallahu akbar takluklah bagian kota yang berada di darat. Lalu mereka mengucapkan kembali Lailahaillallah wallahu akbar dan terbukalah bagi mereka gerbang kota bagi mereka. Mereka pun masuk dan mendapatkan banyak ghanimah.

Allahu akbar adalah kalimat hebat dalam sejarah. Kalimat yang menjadikan segala sesuatu tampak kecil. Tidak ada musuh yang besar. Tidak ada kekuasaan yang besar. Tidak ada tirani yang besar. Semuanya kecil dihadapan Allah.

Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illallah Allahu akbar

Allahu akbar adalah kalimat yang agung dan menjaga. Jika setan mendengarnya ia menjadi kecil, hina, dan lemah. Keagungan Allah menekan pengaruh setan. Rasulullah menyebutkan dalam hadits bahwa Saat adzan berkumandang yang diawali dengan kalimat takbir maka setan pun lari terkentut-kentut. Maka saat setan berkeliaran bertakbirlah maka ia akan lari tunggang langgang.

Takbir adalah dzikir yang mulia dan ibadah yang besar. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk bertakbir dan mencintai takbir. “Dan Rabbmu agungkanlah.” (QS. al-Mudatsir: 3). Allah juga berfirman, “Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111)

Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illallah Allahu akbar

Dengan takbir, mengagungkan Asma’-Nya, kesedihan larut, bencana / kesusahan hilang, kekhawatiran terangkat, kesulitan tersingkap. Dengan takbir, kehidupannya akan lapang dan penyakitnya disembuhkan. Umar berkata, “ucapan seorang hamba, Allahu akbar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (tafsir Qurtubi)

Maha benar Allah yang berfirman,

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ ۖوَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

“Dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan Agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111)

Wabah yang melanda bangsa kita juga merupakan bukti keagungan Allah yang maha besar dan betapa lemah dan kecilnya manusia. Mahluk kecil berupa virus mampu memporak porandakan tatanan masyarakat. Maka tak layak kita sombong dan hanya Allah sajalah yang layak untuk sombong karena Allah maha Besar. Allahu akbar.

Semoga takbir yang keluar dari lisan kita adalah takbir yang muncul dari dalam hati. Takbir yang tak sekedar gema tanpa makna, namun takbir pengagungan yang melahirkan kesadaran atas lemahnya diri dan keagungan Allah al-Kabir

اللهم لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والاموات إنك سميع قريب مجيب الدعاء يا قاضي الحاجات

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ  

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ  وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Download Booklet Sakunya dengan Klik Ini:
Khutbah Iedul Adha 1441H