Khutbah Iedul Fitri 1439 H: Memulai dari Yang Halal

0

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله

لا اله الا الله و الله أكبر

الله أكبر و لله الحمد

إِنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونستغفره ونستهديه و نتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله

فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له, أشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صلى على محمد وعلى اله

وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلي يوم الدين

أما بعد, قال تعالى فى القران الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ

وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

ياأيها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله وؤسوله فقد فاز فوزا عظيما

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور

محدثتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وفي رواية أبى داود وكل ضلالة فى النار

 

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Laa ilaaha illallah huwallahu akbar.

Allahu akbaar walillahil hamdu

 

Alhamdulillah, selesai sudah tugas kita melaksanakan satu dari rukun Islam. Kita isi Ramadhan kita dengan shiyam di siang hari, qiyam di malam hari, dan bertilawah, membaca ayat-ayat al-Qur’an dari surat al-Fatihah hingga surat an-Nas. 

Ramadhan mendidik kaum muslimin agar menundukkan syahwatnya. Ketika Ramadhan kaum muslimin dilarang melakukan hal-hal yang pada hakikatnya halal bila dilakukan pada siang hari di luar bulan Ramadhan, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri. Karenanya, seseorang yang telah mendapatkan pendidikan Ramadhan akan lebih mampu untuk menahan diri dari makan dan minum yang tidak jelas asal usulnya serta mampu menjaga diri dari pergaulan lawan jenis yang diharamkan.

Kita jaga agar mulut kita senantiasa terhindar dari ucapan-ucapan dusta dan sia-sia. Kita usahakan agar telinga kita tidak pernah mendengar kecuali dzikrullah. Kita jaga mata kita agar tidak melihat sesuatu yang dilarang oleh Allah. Bahkan yang tidak kalah pentingnya kita jaga agar setiap teguk air yang kita minum dan setiap suap nasi yang masuk ke dalam perut kita, betul-betul kita seleksi. Sehingga setetes air dan satu butir nasi yang masuk ke dalam tubuh kita pastikan adalah air dan makanan yang halal.

Lebih dari itu, pakaian dan perabotan kita betul-betul kita beli dari uang yang benar-benar halal. Hasil cucuran keringat yang tidak merugikan orang lain dan tidak menguntungkan orang lain dengan cara yang tidak benar.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallah huwallahu akbar. Allahu akbaar walillahil hamd.

 

Jamaah Shalat Iedul Fithri Rahimakumullah

Makanan dan minuman yang halal dan thoyib akan melahirkan amalan yang baik, selain bahwa ia merupakan syarat diterimanya amal.

Kisah menarik terjadi pada Imam Abu Hanifah. Ia pernah melewati suatu jalan lalu beliau melihat ada seorang pria yang mencuri buah apel. Diikutinya lelaki tersebut karena ia mengira lelaki tersebut kelaparan dan terpaksa mencuri. Namun ia terkejut ketika didapatinya lelaki tersebut menyedekahkan apel hasil curiannya. Imam abu hanifah pun bertanya, “Kenapa Anda mencurinya? Saya kira Anda kelaparan?” Lelaki itu menjawab, “Tidak, saya sedang berjual beli dengan Allah (mencari pahala).”

“Bagaimana bisa?” tanya Abu Hanifah heran. “Ketika saya mencuri,” kata lelaki tersebut, “Allah menetapkan satu dosa bagiku. Kemudian aku bersedekah maka ditetapkan bagiku 10 pahala. Maka masih tersisa untukku 9 pahala. Dengan demikian saya mendapatkan 9 pahala yang saya harapkan pahalanya dari Rabbku. Abu hanifah pun berkata, “Kamu telah mencuri dan ditetapkan atasmu dosanya kemudian kamu menyedekahkan barang curian tersebut.  Maka Allah tidak sudi menerima sedekahmu karena Allah itu maha baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Jadi yang tersisa darimu hanya satu dosa.”

Ketika itu, Imam Abu Hanifah menukilkan satu hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh muslim, begitu juga imam Ahmad bin Hambal,

إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى :يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً

“Allah adalah thayyib, Allah adalah dzat yang Mahabaik tidak menerima kecuali yang baik. Allah adalah yang Mahabagus yang tidak menerima amal siapapun sebesar apa wujudnya, sebesar apa manfaatnya kecuali amal tadi berasal dari amal yang dia peroleh dengan jerih-payah tanpa sedikitpun terbawa disana nilai-nilai bahkan unsur-unsur yang haram. Dan Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman dengan perintah yang serupa disampaikan kepada para rasul, sejak nabi Adam AS sampai nabi Muhammad SAW, “Wahai para rasul, kuluu min thayyibati, makanlah oleh kalian makanan yang halal, wa’malu shalihan dan kemudian beramal shalihlah kalian.

 

Hadirin Rahimakumullah

Para mufassir menerangkan sebesar apapun amalan kita, sebesar apa manfaat yang diraih oleh orang banyak, kalau amal yang kita lakukan tadi ada didalamnya sedikit unsur yang haram. Allah subhanahu wa ta’ala tidak menerima amalan kita. termasuk dengan qiyamul lail kita yang panjang, tilawah kita yang lama, infak kita untuk kepentingan masjid, untuk kepentingan pendidikan-pendidikan islam, untuk kepentingan masyarakat banyak kalau didalamnya ada unsur yang haram.

Kata imam sufyan ats-tsauri “orang yang ingin membersihkan dosa dengan melakukan amal sholeh yang terdiri di dalamnya unsur-unsur keharaman sama dengan orang yang membersihkan pakaian kotor karena najis, pakaian yang kotor dengan najis itu dia bersihkan dengan air kencing.”        

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallah huwallahu akbar. Allahu akbaar walillahil hamd.

Ukuran diterimanya amal seseorang. Atau ditolaknya amal seseorang salah satu diantaranya amal tadi dia lakukan dengan usaha yang menghasilkan harta yang halal atau tidak.

لَأَنْ يَمْلأَ أَحَدُكُمْ فَمَّهُ بِالْتُّرَابِ خَيْرٌ أَنْ يَمْلأَ بِالْحَرَامِ

Kata sahabat Abu Hurairoh radhiyallahu anhu, lebih baik kalian memasukkan tanah. Lebih baik kalian masukkan lumpur, masukkan tanah liat kedalam mulut kalian, daripada kalian masukkan makanan yang haram ke dalam mulut kalian.

أَيُّمَا لَحْمٍ نَبَتَ مِنَ الْسُحْتِ وَالْرِّباَ فَالْنَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Daging yang tumbuh dari makanan yang haram dan riba, tempat yang paling pas baginya adalah di dalam neraka.”

Tak hanya amal, baik dan halal juga merupakan syarat diijabahnya doa. Dalam kelanjutan hadits, bahwa Allah adalah dzat yang Maha baik, di atas, Rasulullah menceritakan seseorang yang berdoa kepada Allah pada waktu yang mustajab, dalam kondisi yang mustajab, dan dengan cara berdoa yang mustajab pula, Yamuddu yadahu ilas samaa’. Diangkat kedua tangannya ke langit. Menangis kepada Allah, sambil merintih, ya rabbku ya Allah do’aku dengarkan, yaa Allah do’aku terima, do’aku yaa Allah kabulkan. namun makanan yang masuk dalam perutnya haram, minuman yang membasahi kerongkongannya haram, pakaian yang ia kenakan haram, dan mencukupi kebutuhannya dengan penghasilan yang haram. Faanna yustajabu lidzalik, mustahil do’anya akan diterima oleh Allah.

 

Ikhwani Fiddin Arsyadakumullah

Tidak ada istilah terlambat di dalam islam. Selama nyawa masih di kandung badan, sebesar apapun dosa yang dilakukan oleh manusia, seberat apa perbuatan manusia melanggar syari’at, apabila dia bertobat dengan kesadaran serta niat yang ikhlash, Allah akan terima taubatnya.

Iedul fithri setelah sebulan kita laksanakan shiyam. Hari ini sebagai nuqthatul intila’. Kita azamkan dalam hati, Yaa Allah saya akan berusaha mencari rezeki yang telah engkau sediakan dengan cara yang benar. Saya akan keluarkan harta saya dengan cara yang benar. Semata mencari ridho Allah. Pujian tak menjadikan terbang, cacian dan fitnahan tak membuat tumbang. Meskipun manusia sejagat memusuhi kita tetapi Allah mencintai kita itulah yang kita inginkan. Itulah yang kita harapkan. Meskipun semua manusia sejagat mencintai kita tetapi Allah membenci itulah yang kita takuti.

Makanan yang halal akan menjadikan para suami, suami yang bertanggung jawab, yang qowwam kepada istrinya. Menjadikan istri-istri, wanita-wanita sholehah, yang senantiasa mengingatkan suami apabila suami teledor. Menjadikan anak-anak, anak yang berbakti kepada orang tua karena mereka dididik untuk patuh kepada Allah.

Allahuakbar, Allahuakbar, lailahaillahuwallahu akbar, Allahu akbar walillahilhamd

 

Hadirin Rahimakumullah

Kita ingin anak-anak kita menjadi anak yang sholeh, sholihat, qonitin, qonitaat, mukminin, mukminaat, taibin, taibat, saikhin, saikhaat, mari kita ajari mereka beribadah. Mari kita ajari shalat. Mari kita ajari ke masjid. Tapi ada satu yang jangan dilupakan. Jangan sampai ada sesuap nasi, jangan sampai ada seteguk air. Jangan sampai ada sesuatu yang diberikan kepada mereka kecuali betul-betul rezeki yang halal.

Mewariskan keshalihan jauh lebih baik daripada mewariskan bahyak harta namun dari harta yang bukan haknya.

 Ibnu al-Jauzi dalam al-Muntazham menyebutkan sebuah riwayat bahwa ketika Umar bin Abdul Azis mendekati ajalnya, Maslamah bin Abdul Malik menjenguk beliau. Ketika itu ia bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, Anda tidak memiliki harta yang berarti untuk diwariskan kepada anak-anak Anda, maka sekiranya Anda berwasiat kepada saya untuk mereka!” Ketika itu beliau minta didudukkan dengan sandaran, lalu berkata, “Saya tidak menghalangi mereka untuk mendapatkan apa yang memang menjadi hak mereka, namun saya juga tidak mungkin memberikan kepada mereka dengan apa yang memang bukan menjadi hak mereka. Wasiatku untuk mereka adalah sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang yang shalih.” (QS al-A’raf 196)

Anak-anakku hanya ada dua kemungkinan, apakah mereka bertakwa kepada Allah lalu Allah pasti memberikan jalan keluar dari segala masalah, ataukah termasuk (na’udzu billah) orang yang suka berbuat dosa, dan setidaknya saya tidak membantu dia untuk bermaksiat kepada Allah.”

Seandainya mereka bodoh, tetap bodoh dalam keadaan bertakwa dan beriman kepada Allah. Seandainya mereka pandai, pandai Seperti syaikhul islam ibnu taymiyyah. Seperti ibnul qayyim al-jauziyyah. Seperti ibnu qudamah al-Maqdisi. Seperti imam abu hanifah sebelumnya. Seperti imam malik bin anas sebelumnya. Imam Muhammad bin idris asy-Syafi’i. seperti imam ahmad bin Hambal rahimahumullah.

Seandainya mereka menjadi orang-orang miskin, mereka sadar bahwa kemiskinan ini ujian. Dan Ujian ini tidak akan diberikan oleh Allah di luar kemampuan saya. Tetapi seandainya mereka menjadi orang kaya. Masya Allah, tetangganya bisa merasakan nikmatnya bertetangga dengannya, yang dibimbing, yang senantiasa diarahlan dengan al-Qur’an dan sunnah menurut pemahaman salaf. Islam tidak mengajarkan kepada kita supaya menjadi orang kaya. Tapi islam mengajarkan kepada kita kekayaan adalah ujian kemiskinan adalah ujian kepandaian adalah ujian. Kebodohan adalah ujian. Sakit adalah ujian. Sehat adalah ujian.

Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha. Allah tidak akan membebani seseorang diluar kemampuannya.

Mudah-mudahan shiyam kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga buah dari ketakwaan itu kita mampu secara hitam putih. Kita mampu membedakan antara yang halal dan yang haram. Dan mapu untuk memilah-milah antara keduanya.

Kita akhiri khutbah pada siang hari ini dengan do’a.

 

إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ

مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

اللهم انصر إخواننا المجاهدين في فلسطين وأفغانستان وعراك وفي كل مكان على عدوك وعدوهم

اللهم وحد صفوفهم وشدد رميهم وانصرهم على عدوك وعدوهم

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا لنكوننا من الخاسرين رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْعَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ

عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

اللهم إنا نعوذ بك من الهم والحزن ونعوذ بك من العجز والكسل ونعوذ بك من الجبن والبخل ونعوذبك من غلبة الدين وقهر الرجال

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار

سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

 

Silahkan Download File Pdf nya di sini:

Link Download Pdf: khutbah iedul fitri 1439 H.pdf (65 downloads)

 

%d bloggers like this: